Anies: Tenaga Medis Bukan Garda Terdepan Melawan Virus Corona

Pebriansyah Ariefana | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 23 April 2020 | 21:49 WIB
Anies: Tenaga Medis Bukan Garda Terdepan Melawan Virus Corona
Aksi tenaga medis minta warga tidak tolak jenazah pasien Covid-19 (Twitter)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada pola pikir yang salah dalam penanganan corona atau Covid-19 selama ini. Ia menyatakan tenaga medis bukanlah garda terdepan dalam melawan virus dari China itu.

Hal ini diungkap Anies saat melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dihadapan para Menteri yang digelar melalui video konferensi.

Beberapa Menteri yang mengikuti Musrenbang di antaranya Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Dalam Negeri Tito Karnavian, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, dan Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian RI.

Ada juga Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

Saat Musrenbang, Anies menyebut garda depan melawan corona adalah masyarakat. Sementara tenaga kesehatan adalah barisan belakang atau pertahanan terakhir.

"Tenaga medis bukan garda terdepan. Mereka adalah garda belakang. Tenaga medis adalah pertahanan terakhir," ujar Anies, Kamis (23/4/2020).

Alasan Anies mengatakan ini karena dalam menghadapi virus corona, yang paling penting adalah menghentikan penularan. Ini disebutnya berbeda dengan penyakit mematikan, seperti TBC.

"Pada urusan Covid, masalahnya adalah pada penularannya. Karena itu untuk kita bisa menghambat penularan Covid maka pencegahan jadi penting. Garda terdepan kita semua," jelasnya.

Ia menjelaskan masyarakat selaku garda terdepan harus mencegah penularan corona. Jika gagal, maka pasien yang tertular baru akan diserahkan ke tim medis selaku pertahanan terakhir untuk disembuhkan.

"Tapi bagian belakang pertahanan itu tidak akan bekerja dengan baik bila beban mereka terus-menerus bertambah karena kita yang di depan tidak mencegah penularan," katanya.

Mantan Mendikbud ini menyatakan hal ini penting untuk dipahami agar masyarakat menyadari pentingnya tindakan pencegahan dalam memutus mata rantai penularan virus. Terlebih lagi jika jumlah pasien terus bertambah, maka pertahanan terakhir juga bisa runtuh.

"Jumlah pasien bertambah, dokter jumlahnya tetap, rumah sakit jumlahnya tetap, kapasitasnya terlampaui di situlah terjadi malapetaka," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

YAPL Pasok 1000 Masker N95 untuk RS TNI AL Mintohardjo

YAPL Pasok 1000 Masker N95 untuk RS TNI AL Mintohardjo

Bisnis | Kamis, 23 April 2020 | 20:34 WIB

Anies Yakin Jakarta Paling Cepat Pulih dari Virus Corona

Anies Yakin Jakarta Paling Cepat Pulih dari Virus Corona

News | Kamis, 23 April 2020 | 19:25 WIB

PSBB DKI Jakarta Diperpanjang hingga 22 Mei 2020

PSBB DKI Jakarta Diperpanjang hingga 22 Mei 2020

Foto | Kamis, 23 April 2020 | 18:05 WIB

Anies Perpanjang PSBB Jakarta 28 Hari, Sopir Ojol Makin Menjerit

Anies Perpanjang PSBB Jakarta 28 Hari, Sopir Ojol Makin Menjerit

News | Kamis, 23 April 2020 | 17:57 WIB

Terkini

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:05 WIB

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:25 WIB

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:17 WIB

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB