Kesaksian Pahit Pasien Wuhan Dites Berulang Kali Hasilnya Negatif Corona

Rendy Adrikni Sadikin | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 24 April 2020 | 10:21 WIB
Kesaksian Pahit Pasien Wuhan Dites Berulang Kali Hasilnya Negatif Corona
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Ada cerita menarik dari Wuhan saat serangan pandemi virus corona ini. Seorang warganya dinyatakan negatif setelah melakukan tes berulang kali, namun dia merasakan sakit.

Dalam sebuah video dari South China Morning Post, salah seorang warga Wuhan bernama He Ximing dipastikan bahwa ia terpapar Covid-19. Namun setelah melakukan tes selama tiga kali, hasilnya tetap saja negatif.

"Rasanya seperti sedang sekarat, Anda tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jika tidak pernah mengalaminya (sulit bernafas)," ujar He Ximing.

Pria berusia 52 tahun ini mengaku bahwa mengalami gangguan pernafasan sejak Februari 2020. Tetapi seorang dokter memberi tahu He, saat itu bahwa dia bukan pasien virus corona.

"Saya sulit bernafas dan itu rasa seperti dicekik, bahkan sekarang saya masih seperti merasakannya, namun saya melakukan ini (tarik nafas dalam) untuk membuat saya lebih tenang," ungkapnya.

Di mengaku bahwa tes pertama kali dilakukan pada 1 Maret saat kondisinya sedang parah. Dia tidak merasa demam atau batuk pada saat itu.

Hasil foto rontgen memperlihatkan adanya bercak putih pada paru-parunya, seperti yang terlihat pada pasien virus corona. Tapi hasil pengetesan menggunakan nuleic acid adalah negatif, jadi rumah sakit menolak untuk menerimanya.

Pihak berwajib memerintahkan He Ximing untuk melakukan karantina selama 14 hari untuk pencegahan. Kemudian, dua rumah sakit lain juga mengeluarkan hasil yang sama yakni negatif Covid-19.

Oleh karena itu, ia mengkonsumsi obat-obat tradisional China dan lainnya.

Pada 28 Maret, dia kembali melakukan tes nucleic acid dan hasilnya tetap sama yakni negatif. Tapi dia mendapat konfirmasi dengan tes kekebalan tubuh, hasilnya menunjukkan bahwa infeksi virus corona telah terjadi sebelumnya.

"Dokter berkata kepadaku bahwa saya terpapar virus corona, saya berkata pada dokter saat aku merasa sakit aku minum obatku sendiri," ungkapnya.

"Dokter berkata ada banyak kasus dimana orang melakukan karantina secara mandiri dan minum obat di rumah. Tapi mereka tidak separah yang saya rasakan," tambah pria 52 tahun ini.

Ximing juga mengaku bahwa saat ini dia merasa lebih baik dan lega, dia juga tidak memiliki kanker paru-paru.

Contoh kasus dari pengetesan virus corona negatif yang salah telah dilaporkan sebelumnya. Tentu hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang akurasi dari tes tersebut.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada bulan Februari menunjukan bahwa 5 dari 167 pasien dinyatakan negatif Covid-19, meskipun ketika di-rontgen menunjukan bahwa mereka sakit (corona).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perangi Pandemi COVID-19, Australia Desak G20 Tutup Pasar Hewan Liar

Perangi Pandemi COVID-19, Australia Desak G20 Tutup Pasar Hewan Liar

News | Kamis, 23 April 2020 | 19:06 WIB

Dua Bulan Hilang, Jurnalis Wuhan Muncul Lagi Malah Beberkan Fakta ini

Dua Bulan Hilang, Jurnalis Wuhan Muncul Lagi Malah Beberkan Fakta ini

News | Kamis, 23 April 2020 | 11:41 WIB

Ekonomi Guncang akibat Virus Corona, Missouri Tuntut Ganti Rugi ke China

Ekonomi Guncang akibat Virus Corona, Missouri Tuntut Ganti Rugi ke China

News | Rabu, 22 April 2020 | 17:13 WIB

Terkini

H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen

H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:05 WIB

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:57 WIB

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:46 WIB

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:44 WIB

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:29 WIB

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB