Para Pemimpin Dunia Akan Kebut Pengembangan Vaksin Covid-19, AS Tidak Ikut

Sabtu, 25 April 2020 | 15:06 WIB
Para Pemimpin Dunia Akan Kebut Pengembangan Vaksin Covid-19, AS Tidak Ikut
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Obat dari pandemi virus corona hingga kini belum ditemukan. Hal tersebut membuat para pemimpin dunia bersatu untuk mengebut pengembangan vaksin Covid-19 ini.

Dilansir dari Reuters, para pemimpin dunia berjanji pada hari Jumat untuk mempercepat pekerjaan pada tes, obat-obatan dan vaksin terhadap COVID-19.

Hal tersebut disampaikan pada sebuah konferensi video yang diinisiasi oleh World Health Organization (WHO). Namun Amerika Serikat tidak ikut dalam proyek ini.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, adalah beberapa tokoh yang bergabung dalam konferensi tersebut. WHO menyebutkan dalam konferensi tersebut sebagai "kolaborasi penting" untuk memerangi pandemi.

Tujuannya adalah untuk mempercepat pengembangan obat, tes, dan vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati COVID-19, penyakit paru-paru yang disebabkan oleh virus corona baru.

"Kami menghadapi ancaman bersama yang hanya bisa kami kalahkan secara bersama-sama pula," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus ketika membuka pertemuan virtual.

Dalam konferensi tersebut juga dibahas mengenai proses distribusi secara merata. Serta memastikan akses perawatan yang sama bagi yang mampu maupun tidak mampu.

"Kita harus memastikan bahwa orang yang membutuhkan akan bisa mendapatkan akses untuk tes, obat, dan vaksin," kata Peter Sands, kepala Global Fund untuk Memerangi AIDS, TBC dan malaria.

"Pengalaman dari AIDS harus dipelajari. Terlalu banyak jutaan orang meninggal sebelum obat-obatan anti-retroviral dapat diakses secara luas," tambahnya.

Baca Juga: Jangan Sembarang Pilih, Ini Tips Memilih Popok Bayi

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa tujuan upaya penjaminan global pada 4 Mei adalah untuk mengumpulkan dana sebanyak 8,10 miliar dolar (setara Rp 126,2 triliun) untuk meningkatkan pencegahan, diagnostik, dan perawatan.

"Ini adalah langkah awal, tetapi ke depannya akan lebih banyak program yang akan dikerjakan," kata von der Leyen dalam konferensi itu.

AS Tidak Ambil Bagian

Para pemimpin dari Asia, Timur Tengah dan Amerika juga bergabung dalam konferensi video tersebut. Namun ada beberapa negara besar tidak berpartisipasi, termasuk China, India, dan Rusia.

Seorang juru bicara AS di Jenewa sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat tidak akan terlibat pada proyek tersebut.

"Meskipun Amerika Serikat tidak hadir dalam pertemuan tersebut, tidak boleh ada keraguan tentang tekad kami untuk terus memimpin dalam masalah kesehatan global, termasuk krisis Covid-19 ini," kata juru biscara melalui email dikutip dari Reuters.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI