alexametrics

Rumah Pak Haji Dirusak Pemuda, Mulanya Sang Anak Larang Salat di Masjid

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Rumah Pak Haji Dirusak Pemuda, Mulanya Sang Anak Larang Salat di Masjid
Kediaman H Aselih (62) yang digeruduk dan dirusak sekelompok pemuda di Pulogadung, Jaktim. (Suara.com/Arga).

"Nah padahal sebelumnya, sejak wabah Covid merebak, saya oleh anak tidak boleh jemaah di masjid. Soalnya usia saya sudah 62, dianggap rentan untuk tertular lah..."

Suara.com - Rumah H Aselih (62) yang terletak di RT 10, RW 03, Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur sempat digeruduk dan dirusak oleh segerombolan pemuda, Sabtu (25/4/2020) dini hari.

Kejadian yang terjadi pada saat sahur itu ditengarai lantaran salah satu keluarga Aselih mengungah kegiataan salat jamaah di media sosial.

Ditemui di kediamannya, H Aselih (62) buka suara.

Dia mengatakatan, ada kejadian yang melatar belakangi sehingga rumahnya jadi sasaran amuk sekelompok pemuda.

Baca Juga: Warung Terbakar karena Aksi Geber-geber Motor, Satpam Diamuk Warga

H Aselih (62) saat ditemui di rumahnya di kawasan Pulogadung, Jaktim. (Suara.com/Arga).
H Aselih (62) saat ditemui di rumahnya di kawasan Pulogadung, Jaktim. (Suara.com/Arga).

Bermula dari imbauan sang anak yang mengingatkan agare pria paruh baya itu tidak salat berjemaah di Masjid Jamial Wasthiyah yang lokasinya tak jauh dari kediaman. Alasannya cukup masuk akal, sang anak khawatir karena usia Aselih sudah lanjut dan rentan terpapar Covid-19.

"Sebenarnya kejadiannya bukan pas hari itu saja ya. Ada kronologi sebelumya, hari Kamis (23/5/2020) atau Jumat malam kan mulai salat tarawih pertama. Nah padahal sebelumnya, sejak wabah Covid merebak, saya oleh anak tidak boleh jemaah di masjid. Soalnya usia saya sudah 62, dianggap rentan untuk tertular lah," kata Aselih kepada Suara.com, Senin (27/5/2020).

Meski demikian, Aselih tetap berangkat ke masjid untuk menunaikan ibadah salat tarawih secara berjamaah. Pada satu sisi, sang anak turut ke masjid untuk merekam kegiatan tarawih menggunakan ponsel genggamnya.

"Jadi, sama anak saya tidak boleh. Terus saya tetap berjemaah di masjid. Nah anak saya secara diam-diam rekam. Kemudian nah beredar lah di media sosial, viral," sambungnya.

Pada malam itu juga, beberapa warga sempat bertanya kepada Aselih ihwal unggahan foto yang merebak di media sosial. Kepada para warga, Aselih mengambil gambar hanya untuk kepentingan dokumentasi pribadi.

Baca Juga: Suka Numpang Mandi di Rumah Tetangga, Bocah 9 Tahun Kena Corona

"Kemudian, ada warga yang tanya, kenapa kok di-viralin? Malam itu juga mereka nanya. saya bilang saya tidak tahu. Saya ngaku kalau saya juga ambil foto, tapi untuk dokumen pribadi saya. Saya tidak upload," beber dia.

Komentar