Peneliti Kembangkan Pelapis Antivirus yang Bisa Melindungi Hingga 90 Hari

Syaiful Rachman | Suara.com

Senin, 27 April 2020 | 21:18 WIB
Peneliti Kembangkan Pelapis Antivirus yang Bisa Melindungi Hingga 90 Hari
Ilustrasi antivirus. (Free Digital Photos/Stuart Miles)

Suara.com - Peneliti di sebuah universitas di Hong Kong mengatakan mereka telah mengembangkan pelapis antivirus yang dapat memberikan perlindungan signifikan selama 90 hari dari bakteri dan virus, termasuk jenis yang menyebabkan COVID-19.

Pelapis yang disebut MAP-1 itu memakan waktu 10 tahun untuk dikembangkan. Produk tersebut dapat disemprotkan ke permukaan-permukaan yang sering disentuh oleh masyarakat, seperti tombol dan pegangan tangan elevator, sebagaimana dikatakan oleh para peneliti di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Hong Kong (HKUST).

"Tempat-tempat ini seringkali disentuh, dan pada saat yang bersamaan, dapat menjadi medium efektif untuk transmisi penyakit," kata Ajun Profesor Joseph Kwan, salah satu kepala peneliti dalam tim yang mengembangkan produk tersebut.

Lapisan tersebut dapat dihasilkan setelah jutaan kapsul nano berisi desinfektan disemprot ke permukaan. Menurut Kwan, lapisan tersebut akan tetap efektif dalam membunuh bakteri, virus, dan spora bahkan setelah lapisan tersebut kering.

"Berbeda dengan metode disinfektan lain seperti pemutih atau alkohol yang diencerkan, MAP-1 lebih diperkaya dengan polimer peka panas yang memuat dan melepaskan desinfektan saat terjadi kontak manusia," kata Kwan seperti dikutip Antara dari Reuters.

"Produk tersebut juga tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan aman untuk kulit dan lingkungan," ujarnya.

Setelah dilakukan tes klinis tahun ini di sebuah rumah sakit di Hong Kong dan wisma lansia, pelapis tersebut telah dijual secara komersil oleh Germagic, salah satu unit dari mitra industri universitas yakni Chiaphua Industries Ltd.

Produk tersebut telah mendapatkan persetujuan untuk penggunaan resmi dan luas pada Februari, dan akan dijual di toko-toko di Hong Kong bulan depan.

Dengan bantuan dari badan amal setempat, pelapis non-toxic tersebut telah disemprot di lebih dari seribu rumah keluarga dengan pendapatan rendah di kota.

"Saya merasa produk ini telah memperkuat perlindungan kami dari virus,"kata Law Ha-yu, seorang ibu dua anak yang tinggal di unit berukuran 110 kaki persegi yang baru-baru ini disemprot dengan produk pelapis.

Untuk penyemprotan lapisan di sekolah-sekolah dikenakan biaya sebesar 20.000 dolar Hong Kong hingga 50.000 dolar HK (sekitar 40-100 juta rupiah), tergantung dari besaran area yang dilapisi.

Perusahaan penjual juga berencana untuk mengeluarkan produk ukuran 50 ml dan 200 ml untuk penggunaan domestik dengan harga 70-250 dolar HK (140-500 ribu rupiah).

Minggu (26/4/2020) Hong Kong melaporkan tidak ada kasus baru virus corona, sehingga total kasus positif tetap berada di 1.038 dengan empat kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terdampak Corona, Kebun Binatang Medan Buka Donasi untuk Rawat Hewan

Terdampak Corona, Kebun Binatang Medan Buka Donasi untuk Rawat Hewan

News | Senin, 27 April 2020 | 21:22 WIB

Habis dari Bandung, Warga Serang Banten Langsung Positif Corona

Habis dari Bandung, Warga Serang Banten Langsung Positif Corona

Banten | Senin, 27 April 2020 | 21:22 WIB

2 Bulan Wabah Corona, Polri Tangani 97 Kasus Hoaks COVID-19

2 Bulan Wabah Corona, Polri Tangani 97 Kasus Hoaks COVID-19

News | Senin, 27 April 2020 | 21:00 WIB

Terapkan Protokol Covid-19, Toyota Amerika Siap Berproduksi Lagi

Terapkan Protokol Covid-19, Toyota Amerika Siap Berproduksi Lagi

Otomotif | Senin, 27 April 2020 | 21:00 WIB

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Peneliti: Kelelawar dan Virus Corona Sudah Terkait Selama Jutaan Tahun

Health | Senin, 27 April 2020 | 21:15 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB