Jokowi Tak Ingin Distribusi Bahan Pokok Terganggu di Tengah Pandemi Corona

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 28 April 2020 | 15:14 WIB
Jokowi Tak Ingin Distribusi Bahan Pokok Terganggu di Tengah Pandemi Corona
Presiden Jokowi (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku telah mendengar ada sejumlah daerah yang mulai terganggu terkait adanya larangan penerbangan pesawat komersil di tanah air. Larangan itu kemudian dianggap telah berdampak pada pendistribusian pangan di tengah pandemi virus corona.

Hal ini dikatakan Jokowi dalam Rapat Terbatas Pembahasan Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok melalui video conference di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4/2020).

"Memang saya mendengar ada satu sampai dua (daerah) yang sudah mulai terganggu terutama yang berkaitan dengan transportasi pesawat. Karena yang namanya pesawat kalau yang jalan hanya kargonya saja, penumpangnya tidak, tentu saja hitung-hitungannya akan sangat sulit. Karena sebetulnya kargo itu mengikuti pesawat yang berpenumpang," ujar Jokowi.

Untuk diketahui, larangan penerbangan komersil berbarengan dengan larangan mudik lebaran yang sudah dikeluarkan pemerintah pusat untuk memutus penyebaran virus corona.

Terkait daerah yang dimaksud, Jokowi tidak menyebutkannya. Kepala Negara hanya mengingatkan pada kementerian terkait untuk bisa memastikan distribusi pangan antarprovinsi ini tidak boleh terganggu.

"Ini tolong betul-betul kita exercise, sehingga jangan sampai distribusi bahan-bahan pokok, bahan-bahan yang penting itu terganggu. Karena kita sekali lagi adalah negara kepulauan," kata dia.

Tak hanya itu, Jokowi mengaku akan terus mengecek distribusi pangan ke daerah-daerah menyusul adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya akan cek terus ini karena dengan penerapan PSBB dari beberapa provinsi beberapa kabupaten, kota," tuturnya

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut dari laporan yang ia terima stok beras mengalami defisit di tujuh provinsi, stok jagung defisit di 11 provinsi.

baca juga

Kemudian stok cabai mengalami defisit yang besar di 23 provinsi, stok cabai rawit defisit di 19 provinsi dan stok bawang merah diperkirakan juga defisit di 1 provinsi.

"Dan stok telur ayam defisit di 22 provinsi. stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi tapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok bawang putih diperkirakan defisit di 31 provinsi," kata dia.

Selain itu Jokowi juga meminta agar pendistribusian dilakukan dengan baik, sehingga kebutuhan pokok di daerah yang mengalami defisit bisa disuplai.

"Pastikan distribusinya baik sehingga daerah yang mengalami defisit kebutuhan pokoknya dapat disuplai melalui distribusi dari daerah yang surplus," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Bikin Ario Bayu Tak Bisa Bertemu Istri

Virus Corona Bikin Ario Bayu Tak Bisa Bertemu Istri

Entertainment | Selasa, 28 April 2020 | 15:09 WIB

Klaim Tren Pasien Corona Menurun, Anies Ingin Keluar dari PSBB

Klaim Tren Pasien Corona Menurun, Anies Ingin Keluar dari PSBB

News | Selasa, 28 April 2020 | 15:07 WIB

Diprotes karena Lebih Memilih Impor Jamu China, DPR: Salahnya di Mana Sih?

Diprotes karena Lebih Memilih Impor Jamu China, DPR: Salahnya di Mana Sih?

News | Selasa, 28 April 2020 | 15:06 WIB

Gila! BUMN Ini Malah Mainkan Harga Gula di Tengah Pandemi Corona

Gila! BUMN Ini Malah Mainkan Harga Gula di Tengah Pandemi Corona

Bisnis | Selasa, 28 April 2020 | 15:04 WIB

Peneliti Temukan Peluang Hidup Pasien Corona Covid-19 yang Pakai Ventilator

Peneliti Temukan Peluang Hidup Pasien Corona Covid-19 yang Pakai Ventilator

Health | Selasa, 28 April 2020 | 15:03 WIB

Terkini

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:40 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

×