Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Bella | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
Ilustrasi perang. (Shutterstock)
  • Pakistan melancarkan serangan udara di Kabul dan kota lain sebagai respons atas serangan Afghanistan di perbatasan.
  • Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan kesabaran habis dan mengancam akan melancarkan "perang terbuka" terhadap Taliban.
  • Kedua negara saling mengklaim kerugian signifikan atas serangan, sementara PBB menyerukan de-eskalasi segera.

Suara.com - Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat tajam setelah Pakistan melancarkan serangan udara ke ibu kota Afghanistan, Kabul, serta sejumlah kota lain. Aksi militer itu terjadi ketika pertempuran meluas menyusul serangan pasukan Afghanistan terhadap posisi militer Pakistan di sepanjang perbatasan kedua negara.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, pada Jumat menyatakan bahwa kesabaran Pakistan telah habis  terhadap otoritas Taliban di Afghanistan dan menegaskan Pakistan akan melancarkan perang terbuka. Serangan udara pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 01.50 waktu setempat, disusul serangan kedua tak lama kemudian.

Mengutip laporan Al Jazeera, setelah serangan pertama, senjata anti-pesawat Afghanistan langsung membalas tembakan dan terus aktif usai gelombang serangan berikutnya. Sumber pemerintah Afghanistan mengonfirmasi bahwa serangan udara memang menghantam Kabul, sementara pesawat tempur Pakistan juga menyerang pangkalan militer di Provinsi Kandahar.

Asif menyebut operasi tersebut sebagai langkah terpaksa dan menilai serangan itu merupakan respons atas agresi Afghanistan. Dari pihak Pakistan, Menteri Informasi Attaullah Tarar mengklaim 133 pejuang Taliban Afghanistan tewas. Ia menyatakan sasaran serangan berada di Kabul, Kandahar, dan Paktia, serta menambahkan bahwa sembilan posisi Taliban telah dikuasai dan 27 lainnya dihancurkan.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Afghanistan Zabihullah Mujahid mengatakan pihaknya melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer Pakistan di Kandahar dan Helmand. Serangan balasan tersebut disebut sebagai respons atas aksi Pakistan terbaru.

Sumber militer Afghanistan mengklaim 10 tentara Pakistan tewas dan 13 pos perbatasan berhasil dikuasai dalam serangan sebelumnya di wilayah perbatasan. Afghanistan juga membantah klaim Pakistan yang menyebut sedikitnya 70 pejuang tewas dalam serangan Minggu lalu, dengan menegaskan bahwa warga sipil justru menjadi korban.

Hubungan Memburuk

Pernyataan kantor Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan dukungan penuh rakyat Pakistan terhadap angkatan bersenjata.

“Rakyat Pakistan dan Angkatan Bersenjata sepenuhnya siap menjaga keamanan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah negara. Tidak akan ada toleransi dalam membela tanah air tercinta kami, dan setiap agresi akan dibalas dengan respons yang setimpal,” bunyi pernyataan tersebut.

Hubungan Pakistan dan Afghanistan—yang berbagi perbatasan sepanjang 2.611 kilometer—terus memburuk sejak pertempuran Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi. Pakistan menuding Kabul membiarkan kelompok bersenjata seperti Taliban Pakistan beroperasi dari wilayah Afghanistan, tudingan yang terus dibantah pihak Afghanistan.

“Pakistan telah melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal, baik secara langsung maupun melalui negara-negara sahabat”, kata Asif menegaskan.

“Kami menempuh diplomasi penuh. Namun Taliban justru menjadi proksi India. Cawan kesabaran kami telah meluap. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan kalian,” katanya lagi.

India mengecam serangan Pakistan ke Afghanistan dan menyebutnya sebagai upaya untuk mengeksternalisasi kegagalan internalnya. Di sisi lain, United Nations menyerukan de-eskalasi segera. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stéphane Dujarric menyampaikan bahwa Antonio Guterres mendesak semua pihak mematuhi hukum internasional dan melindungi warga sipil.

Mantan duta besar Amerika Serikat untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad menilai aksi saling serang ini sebagai dinamika yang mengerikan dan harus dihentikan.

Ia mendorong perjanjian diplomatik antara kedua negara yang dipantau pihak ketiga tepercaya, seperti Turkiye, sebagai jalan yang lebih bijak dibandingkan eskalasi militer berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:53 WIB

Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!

Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:24 WIB

Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik

Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 10:16 WIB

Bayang-Bayang Perang: 12 Jet Tempur Amerika Mendarat saat Iran-AS Bersiap Berunding di Jenewa

Bayang-Bayang Perang: 12 Jet Tempur Amerika Mendarat saat Iran-AS Bersiap Berunding di Jenewa

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 11:24 WIB

Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 07:30 WIB

SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?

SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?

News | Senin, 23 Februari 2026 | 21:13 WIB

SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!

SBY: Sinyal Perang Dunia Ketiga Menguat, Indonesia Harus Siaga Tempur!

News | Senin, 23 Februari 2026 | 18:46 WIB

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 12:08 WIB

Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?

Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 19:11 WIB

Bahaya Laten Tradisi Perang Sarung di Kalangan Remaja

Bahaya Laten Tradisi Perang Sarung di Kalangan Remaja

Your Say | Sabtu, 21 Februari 2026 | 03:40 WIB

Terkini

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB

10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial

10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial

News | Senin, 13 April 2026 | 20:21 WIB

Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed

News | Senin, 13 April 2026 | 20:08 WIB

Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu

Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu

News | Senin, 13 April 2026 | 19:36 WIB

Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir

Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir

News | Senin, 13 April 2026 | 19:29 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran

News | Senin, 13 April 2026 | 19:25 WIB

Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

News | Senin, 13 April 2026 | 19:20 WIB

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan

News | Senin, 13 April 2026 | 19:11 WIB