500 TKA China di Luar Nalar, Pemerintah Terkesan Beri Karpet Merah ke Asing

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Kamis, 30 April 2020 | 18:39 WIB
500 TKA China di Luar Nalar, Pemerintah Terkesan Beri Karpet Merah ke Asing
Ilustrasi--Tujuh TKA China yang diusir warga di Aceh. [Antara]

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat tak habis pikir apabila kabar akan masuknya 500 TKA asal China ke Sulawesi Tenggara benar adanya.

Sekretaris Fraksi PPP di DPR Achmad Baidowi memandang, masuknya ratusan TKA China justru di luar nalar. Pasalnya, selama ini pemerintah tengah menggembar-gemborkan beragam imbauan mengatasi pandemi Covid-19. Namun di lain sisi justru membiarkan ratusan TKA tersebut masuk ke tanah air.

"Terkait dengan info kalau itu benar adanya 500 TKA asal China akan masuk ke Sultra jelas tidak bisa dicerna oleh nalar dan melukai perasaan publik. Di satu sisi pemerintah menerapkan larangan mudik dan juga menerapkan PSBB di sejumlah daerah," kata Baidowi kepada wartawan, Kamis (30/4/2020).

"Bahkan yang nekat mudik pun harus putar balik. Tak hanya itu para tenaga kerja lokal banyak yang di-PHK dan pelaku usaha justru tutup tidak produksi," sambungnya.

Baidowi memandang, masuknya 500 TKA China itu mengesankan adanya fasilitas khusus yang diberikan pemerintah kepada negara asing. Padahal, lanjut dia, hal tersebut tidak seharusnya dilukan apalagi mengingat kondisi yang tengah dirundung pandemi.

"Namun ini justru orang asing terkesan diberi karpet merah. Jangan semuanya diukur oleh ekonomi, yang terpenting saat ini adalah penanganan Covid-19 dengan berbagai skema agar segera tuntas. Sehingga nanti setelah Covid mereda baru kita lakukan pemulihan pembangunan ekonomi," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay memints pemerintah mendengarkan dan memenuhi aspirasi DPRD, pemerintah provinsi, dan masyarakat Sulawesi Tenggara yang dengan tegas menolak masuknya 500 TKA China di masa pandemi Covid-19 ini.

Apalagi, diketahui China yang merupakan negara asal para TKA tersebut merupakan episentrum Covid-19. Menjadi wajar bila kemudian timbul perasaan khawatir dan takut di tengah masyarakat.

“Apa yang disampaikan Gubernur, DPRD Provinsi, dan masyarakat itu murni sebagai aspirasi berkenaan dengan penanggulangan Covid-19. Diyakini bahwa masuknya orang asing ke Indonesia sangat potensial membawa virus corona. Apalagi, TKA tersebut berasal dari China, episentrum pertama sekali virus Corona ini," tutur Saleh.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disebut Biang Kerok Penularan Corona, Bupati Bogor Larang Warga Ngabuburit

Disebut Biang Kerok Penularan Corona, Bupati Bogor Larang Warga Ngabuburit

Jabar | Kamis, 30 April 2020 | 18:22 WIB

Separuh Pekerja Bonbin Ragunan Ternyata WFH, Begini Kerja Mereka

Separuh Pekerja Bonbin Ragunan Ternyata WFH, Begini Kerja Mereka

News | Kamis, 30 April 2020 | 18:05 WIB

3.829 Pemudik ke Jawa Timur Dikarantina Virus Corona di Desa-desa

3.829 Pemudik ke Jawa Timur Dikarantina Virus Corona di Desa-desa

Jatim | Kamis, 30 April 2020 | 17:43 WIB

4 Ribu Orang Sembuh dari Virus Corona, Malaysia Longgarkan Karantina

4 Ribu Orang Sembuh dari Virus Corona, Malaysia Longgarkan Karantina

Health | Kamis, 30 April 2020 | 18:10 WIB

TKA China Masuk RI saat Corona, ORI: Bukti Ego Sektoral Pejabat Masih Kuat

TKA China Masuk RI saat Corona, ORI: Bukti Ego Sektoral Pejabat Masih Kuat

News | Kamis, 30 April 2020 | 16:00 WIB

Warga Sultra Tolak TKA China, Ketua DPRD: Jika Datang, Saya Pimpin Demo

Warga Sultra Tolak TKA China, Ketua DPRD: Jika Datang, Saya Pimpin Demo

News | Kamis, 30 April 2020 | 07:13 WIB

Fadli Zon: TKA Cina Masih Bisa Masuk, Menghina Akal Waras Kita

Fadli Zon: TKA Cina Masih Bisa Masuk, Menghina Akal Waras Kita

News | Rabu, 29 April 2020 | 15:23 WIB

Imigrasi Sebut Tujuh TKA China yang Diusir Warga di Aceh Punya Izin Kerja

Imigrasi Sebut Tujuh TKA China yang Diusir Warga di Aceh Punya Izin Kerja

News | Kamis, 02 April 2020 | 19:47 WIB

Diusir Warga Satu Kampung, 7 TKA China Diterbangkan Kembali ke Jakarta

Diusir Warga Satu Kampung, 7 TKA China Diterbangkan Kembali ke Jakarta

News | Kamis, 02 April 2020 | 12:47 WIB

Terkini

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:23 WIB

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:16 WIB

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:09 WIB

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

707 Korban Jadi Alarm: Zero Tolerance BGN Cukup Hentikan Keracunan MBG?

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:06 WIB

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Pasokan Semen ke Aceh Seret, Bos SIG Turun Gunung

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:01 WIB

×