Kursus Online Ruangguru di Kartu Prakerja Janggal, DPR: Gratiskan Saja

Jum'at, 01 Mei 2020 | 14:48 WIB
Kursus Online Ruangguru di Kartu Prakerja Janggal, DPR: Gratiskan Saja
Pelatihan online Prakerja dari Skill Academy Ruangguru. (Skill academy)

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Daulay menilai video-video pelatihan online Ruangguru pada program Kartu Prakerja sebaiknya dibuat gratis atau tidak berbayar.

Mengingat anggaran yang digunakan untuk mendukung program tersebut sangat besar, yakni Rp5,6 triliun.

Hal tersebut diusulkan Saleh menanggapi keganjilan kursus online yang ditemukan oleh jurnalis senior, Agustinus Edy Kristianto.

"Menurut pemahaman saya, yang dipersoalkan Agustinus adalah pembelian video-video pelatihan pakai dana APBN. Nilainya mencapai Rp 5,6 triliun. Angka yang cukup besar. Tidakkah sebaiknya video-video tersebut dibeli lalu dibuka seluas-luasnya ke publik?" kata Saleh saat dihubungi, Jumat (1/5/2020).

Dengan begitu, kata Saleh, dapat dipastikan harganya jauh lebih murah karena tidak perlu membayar platform.

Sebab, video-video pelatihan bisa diunggah di media sosial tidak berbayar seperti YouTube, Facebook dan lainnya.

“Kalau diposting di tempat gratis, tinggal membayar instrukturnya saja. Mereka yang mendaftar akan tetap dipandu instruktur. Jika ada yang harus praktik lapangan, akan dilakukan setelah wabah corona berlalu. Model ini pasti akan berjalan lebih lama. Modalnya sedikit dan tidak mesti dianggarkan setiap tahun," kata Saleh.

Sementara itu pendapat berbeda disampaikan anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS, Mardani Ali Sera.

Menurutnya saat ini pola kursus online semisal melalui Ruangguru tidak sesuai untuk digunakan.

Baca Juga: Ruangguru Jawab Keanehan Kursus Kartu Prakerja Agustinus Edy Kristianto

"Yang lebih penting untuk saat ini Kartu Prakerja tidak sesuai digunakan dengan pola kursus via Ruangguru. Berikan semua pada pekerja atau yang belum kerja. Masalahnya bukan di Ruangguru tapi di kebijakan pemerintah mengarahkan peserta prakerja pada delapan aplikator," ujarnya saat dihubungi.

Mardani menilai pola kursus online tersebut memilih kualitas kontrol yang sangat lemah.

Untuk ia menyarankan agar program kursus online dihentikan dan dialihkan ke penerima Kartu Prakerja.

"Kursus online tidak diperlukan. Yang diperlukan setelah Covid-19 kursus yang langsung meningkatkan skill para pencari kerja."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI