Aksi Presiden Madagaskar Promosikan 'Jamu' Penangkal Corona Menuai Kritik

Rendy Adrikni Sadikin, Arief Apriadi

Rabu, 06 Mei 2020 | 10:45 WIB
Aksi Presiden Madagaskar Promosikan 'Jamu' Penangkal Corona Menuai Kritik
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina (kiri) dan dan Dr Charles Andrianjara, Direktur Institut Malagasy des Recherches Appliquees (IMRA), berbicara kepada pers dalam acara peluncuran "Jamu Covid" di Antanarivo, Senin (20/4/2020). [AFP/Rijasolo]

Suara.com - Aksi Presiden Madagaskar, Andry Rajoelina, dalam mempromosikan 'jamu' atau obat herbal yang disebutnya efektif menyembuhkan pasien virus Corona menuai kritik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai penyataan Rajoelina cukup berbahaya lantaran dapat menimbulkan kesadaran palsu di tengah masyarakat.

Pasalnya, obat herbal yang terbuat dari tanaman artemisia itu dikatakan belum memiliki bukti dan uji klinis dapat menyembuhkan pasien Covid-19.

“Anda tidak dapat langsung mengatakan 'di sini adalah obat yang efektif' bahkan jika itu memiliki sejarah, penggunaan obat tradisional. Sangat penting untuk membuat protokol penelitian," kata manajer operasi darurat WHO di Afrika, Michel Yao.

“Mungkin mereka telah mengidentifikasi sesuatu yang menjanjikan, tetapi belum ada bukti yang dapat memungkinkan kami untuk mengusulkan atau mengakuinya,“ tambahnya, sebagaimana dilansir dari French24, Rabu (6/5/2020).

Produk Covid-Organics buatan Madagaskar. (AFP)
Produk Covid-Organics buatan Madagaskar. (AFP)

Sebelumnya Andry Rajoelina dan Institute penelitian Madagaskar meluncurkan sebuah minuman herbal yang diberi nama COVID-Organics (CVO).

“Semua percobaan dan tes telah dilakukan dan efektivitasnya dalam mengurangi dan menghilangkan gejala telah terbukti dalam pengobatan pasien COVID-19 di Madagaskar,” kata Rajoelna 20 April lalu.

Meskipun tak memiliki banyak informasi tentang uji coba obat herbal tersebut, beberapa negara di Afrika dinilai antusias untuk mengimpor temuan Madagaskar tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, baik Equatorial Guinea dan Guinea-Bissau telah menerima pengiriman ribuan dosis minuman. Sementara Tanzania, Senegal dan Kongo Brazzaville mengatakan mereka akan melakukan hal yang sama.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belasan Anak Positif Covid-19 Alami Gejala Misterius, Apa Saja?

Belasan Anak Positif Covid-19 Alami Gejala Misterius, Apa Saja?

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 10:04 WIB

Update Corona Global 6 Mei: AS Masih Tertinggi, Anak Vietnam Sekolah Lagi

Update Corona Global 6 Mei: AS Masih Tertinggi, Anak Vietnam Sekolah Lagi

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 09:53 WIB

Virus Corona Covid-19 Menginfeksi 13 Buruh Pabrik Makanan Laut

Virus Corona Covid-19 Menginfeksi 13 Buruh Pabrik Makanan Laut

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 08:24 WIB

Terkini

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

Kapolri Soal Larangan Polisi Nge-Vape: Kena Sanksi Disiplin, Ada Narkoba Dipidana

News | Senin, 02 November 2026 | 15:37 WIB

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

Suket SMA Gibran Dibatalkan MA, Demokrat Desak Mundur atau Dimakzulkan!

News | Senin, 02 November 2026 | 15:34 WIB

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:33 WIB

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:30 WIB

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

MBG Watch Kritik Sayembara Rp 1 T Sukseskan Makan Bergizi Gratis: Bukan Tupoksi Pemda

News | Senin, 02 November 2026 | 15:21 WIB

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Urutan Shio Wanita Paling Mandiri dan Pintar Cari Cuan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Masyarakat Adat Ciptagelar Punya Tiga Aturan untuk Membagi dan Menjaga Hutan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:15 WIB

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

2 Shade Bedak Wardah Luminous Compact Powder untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 15:14 WIB

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

Dilarang Vape! Kapolri Pastikan Sanksi Disiplin hingga Pidana Bagi Anggota yang Melanggar

News | Senin, 02 November 2026 | 15:11 WIB

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Health | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

×