Lakukan Pemutakhiran, BMKG Sebut Gempa Laut Banda Jadi Magnitudo 6,9

Rizki Nurmansyah

Rabu, 06 Mei 2020 | 23:17 WIB
Lakukan Pemutakhiran, BMKG Sebut Gempa Laut Banda Jadi Magnitudo 6,9
Lokasi episenter gempa Laut Banda. [Twitter@BMKG]

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memutakhirkan kekuatan gempa bumi yang terjadi di Laut Banda menjadi magnitudo 6,9 dari sebelumnya magnitudo 7,3. Namun tetap diinformasikan tidak berpotensi tsunami.

"Hari Rabu, 6 Mei 2020, pukul 20.53 WIB wilayah Laut Banda diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,9," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Rabu (6/5/2020) malam.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,95 lintang selatan dan 130,04 bujur timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 180 km arah barat laut Kota Saumlaki, Maluku, pada kedalaman 97 km.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Rahmat menyatakan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault).

Guncangan gempa bumi tersebut dirasakan di Saumlaki dengan intensitas III-IV MMI atau dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di Banda, Dobo, Tual, Sorong, Fak-Fak, Kaimana, Tiakur, dengan intensitas III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan truk berlalu, di Merauke.

Untuk wilayah Manokwari, Kupang, Alor , Waingapu dengan intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

baca juga

BMKG mencatat hingga pukul 21.40 WIB belum terpantau adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Rahmat merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga diminta agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Diprediksi Berawan Sepanjang Hari Disertai Hujan Ringan

Jakarta Diprediksi Berawan Sepanjang Hari Disertai Hujan Ringan

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 05:22 WIB

Sempat Hebohkan Solo, Gerombolan Cacing Keluar dari Tanah di Wates

Sempat Hebohkan Solo, Gerombolan Cacing Keluar dari Tanah di Wates

Jogja | Selasa, 05 Mei 2020 | 09:05 WIB

Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir Mulai Siang Nanti

Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Petir Mulai Siang Nanti

News | Senin, 04 Mei 2020 | 05:10 WIB

Waspada! Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi

Waspada! Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi

Foto | Minggu, 03 Mei 2020 | 14:25 WIB

Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Mulai Minggu Pagi Hingga Malam

Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Mulai Minggu Pagi Hingga Malam

News | Minggu, 03 Mei 2020 | 05:13 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×