alexametrics

Korban Tewas Covid-19 di AS Lampaui 70.000 Orang

Dythia Novianty
Korban Tewas Covid-19 di AS Lampaui 70.000 Orang
Seorang perempuan bermasker melintasi poster tulisan terkait pandemi virus corona yang tertempel di sebuah restoran di San Francisco, California. (AFP/Josh Edelson)

Menurut Johns Hopkins University, dari 1.223.419 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di negara itu, sedikitnya 72.812 orang meninggal dunia.

Suara.com - Jumlah korban tewas akibat virus korona di Amerika Serikat (AS) telah melampaui 70.000 jiwa.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University, dari 1.223.419 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di negara itu, sedikitnya 72.812 orang meninggal dunia. Sementara itu, lebih dari 187.000 pasien telah dinyatakan pulih.

Dari pantauan Suara.com berdasarkan data John Hopkins, AS adalah negara yang mencatat jumlah kasus sekaligus angka kematian terbanyak akibat Covid-19.

Italia dan Spanyol mencatat total korban terbanyak setelah AS, masing-masing 29.684 dan 25.857 jiwa.

Baca Juga: Langit Malam Tersenyum, Pemandangan Indah Langka Saat Karantina Corona

New York adalah negara bagian paling terdampak dengan 25.231 kematian dari lebih dari 321.000 kasus, diikuti oleh New Jersey dengan 8.549 kematian dari lebih dari 130.600 kasus.

Lonjakan besar kematian terjadi hanya dua hari setelah Presiden Donald Trump memperkirakan bahwa korban Covid-19 di negara itu dapat mencapai 100.000 jiwa.

Pada akhir Maret, dokter yang memimpin tim respons Covid-19, Deborah Birx, memaparkan potensi angka kematian di AS.

Menurutnya, sebanyak 100.000 bahkan 240.000 nyawa terancam jika AS mengikuti aturan kesehatan dan pembatasan sosial.

Namun, jika tak ada intervensi apa pun, dia memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 1,5 hingga 2 juta korban.

Baca Juga: Huawei Bangun Menara BTS 5G di Pegunungan Everest

Virus corona atau yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di China dan telah menyebar ke 187 negara dan wilayah.

Komentar