Langit Malam Tersenyum, Pemandangan Indah Langka Saat Karantina Corona

Arsito Hidayatullah

Kamis, 07 Mei 2020 | 04:37 WIB
Langit Malam Tersenyum, Pemandangan Indah Langka Saat Karantina Corona
Ilustrasi. Pemandangan langit malam seolah tersenyum. [Dok. BBC/Getty]

Suara.com - Para ahli astronomi sedang sibuk belakangan ini. Akhir April lalu mereka sibuk melihat hilal yang menandai awal bulan Ramadan. Sekali lagi ini akan dilakukan menjelang akhir Ramadan.

Tapi masih banyak yang bisa diamati di langit malam hari.

Jika tak percaya, lihatlah sendiri ke angkasa di malam hari. Bulan sabit, Planet Jupiter dan Planet Venus seperti ingin bermain dengan kita.

Di manapun Anda berada di dunia salah satu buah dari pembatasan gerak secara global, atmosfer Bumi menjadi lebih terang, tak terganggu polusi, jadi kita bisa melihat langit malam dengan lebih jelas.

Apakah kita tinggal di kota, di daerah industrial atau di tempat yang tenang di pedalaman, jika cuaca sedang cerah, maka pengamatan terhadap bintang akan menyenangkan.

Keluarlah di malam hari, dan manfaatkan sebaik-baiknya. Berikut adalah beberapa yang bisa kita temukan.

Senyuman di langit

Pemandangan langit malam yang seolah tersenyum di masa karantina wabah corona. [Dok. BBC/Getty]
Pemandangan langit malam yang seolah tersenyum di masa karantina wabah corona. [Dok. BBC/Getty]

Fenomena ini lebih mudah terlihat bagi kita yang tinggal di dekat khatulistiwa.

Ini adalah salah satu contoh terbaik “mekanisme bekerjanya sistem tata surya,” kata Ed Bloomer, ahli astronomi yang bekerja di Greenwich Planetarium.

baca juga

Karena Bumi dan Bulan berada di orbitnya masing-masing, bulan sabit pada bulan Mei bisa terlihat seperti senyum raksasa di cakrawala, tergantung di mana kita berdiri.

Namun yang akan membuat fenomena ini sangat spesial adalah berkat adanya dua planet paling terang, Venus dan Jupiter, yang terlihat di atas bulan sabit, dan memberi kesan bahwa keduanya menjadi “mata” yang melengkapi senyum si bulan sabit.

Tata surya seperti sedang tersenyum kepada manusia di Bumi.

Untuk pengamatan yang ideal, silakan lihat dari jendela atau tempat terbuka pada tanggal 16 Mei, dan tetap waspada karena fenomena ini terjadi tidak terlalu lama sesudah matahari terbenam.

“Gampang terlewat,” kata Bloomer mengingatkan.

Sekalipun ini merupakan peristiwa yang jarang terjadi, tetapi bukan sesuatu yang tak biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Sopir Ambulans DKI: Tiap Hari Masih Antar Puluhan Jenazah Covid-19

Cerita Sopir Ambulans DKI: Tiap Hari Masih Antar Puluhan Jenazah Covid-19

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 04:05 WIB

Para Ilmuwan Desak WHO Terapkan Standar Kelembaban Ruang saat Wabah

Para Ilmuwan Desak WHO Terapkan Standar Kelembaban Ruang saat Wabah

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 04:00 WIB

Kisah Anak Penjual Snack Viral di Sleman, Berebut HP saat Belajar Online

Kisah Anak Penjual Snack Viral di Sleman, Berebut HP saat Belajar Online

Jogja | Kamis, 07 Mei 2020 | 04:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×