alexametrics

Kala Wabah Virus Corona, Media Diminta Jadi Penentu Kebenaran informasi

Reza Gunadha | Bagaskara Isdiansyah
Kala Wabah Virus Corona, Media Diminta Jadi Penentu Kebenaran informasi
Bincang Online: Siasat di Tengah Badai, Bisnis Media Online saat Wabah Covid-19. (Suara.com)

Editor In Chief Suara.com Suwarjono mengatakan, media-media massa sudah saatnya sekarang menunjukan positioning-nya kepada masyarakat.

Suara.com - Kala pandemi virus corona covid-19, beragam informasi banyak tersebar melalui media sosial hingga jejaring percakapan personal.

karenanya, peran media massa kekinian dinilai diperlukan guna menjadi pencerah agar masyarakat tak terjebak informasi-informasi hoaks.

Editor In Chief Suara.com Suwarjono mengatakan, media-media massa sudah saatnya sekarang menunjukan positioning-nya kepada masyarakat.

"Nah saya kira di tengah situasi seperti saat ini, peran media sangat dibutuhkan. Peran media justru mejadi penolong di tengah masyarakat menghadapi pandemi corona," kata Suwarjono dalam diskusi bertajuk "Siasat di Tengah Badai: Bisnis Media Online saat wabah Covid-19" yang diselenggarakan Suara.com, Kamis (7/5/2020).

Baca Juga: Bekerja dari Rumah Bisa Jadi Model Baru Media untuk Tekan Pengeluaran

Suwarjono menilai, media sebagai lembaga terpercaya bisa menjadi verifikator dari adanya informasi-informasi yang tak jelas kebenarannya dan berseliweran di media sosial.

"Semua orang sudah menghadapi banjir informasi yang termasuk sudah mengarah membingungkan lagi-lagi kalau sudah begitu ujungnya ke media untuk melakukan cek verifikasi untuk memastikan apakah media sudah menyajikan," ungkapnya.

Lebih lanjut, dengan adanya pandemi Corona ini juga harus dimaksimalkan oleh para media untuk menunjukan taji dalam menyediakan informasi yang terpercaya dan akurat.

Dengan begitu, dapat diyakini selepas pandemi semua orang akan membutuhkan media sebagai acuan.

"Dan ini kesempatan saya kira apabila lepas dari Covid kesempatan kita semua media-medua kembali justru menunjukan posistioningnya bahwa media dibutuhkan banyak orang."

Baca Juga: Hadapi Pandemi Corona, Media Diminta untuk Saling Berkolaborasi

Komentar