Lockdown Bakal Dicabut, Warga Australia Masih Takut ke Luar Rumah

Syaiful Rachman, Arief Apriadi

Rabu, 06 Mei 2020 | 18:38 WIB
Lockdown Bakal Dicabut, Warga Australia Masih Takut ke Luar Rumah
Warga Australia menggunakan masker [Antara]

Suara.com - Tidak seperti warga Amerika Serikat yang berunjuk rasa agar kebijakan lockdown segara dicabut, warga Australia sepertinya masih merasa nyaman berada di rumah.

Kendati pemerintah Negeri Kanguru sejauh ini diklaim berhasil menurunkan angka infeksi COVID-19, sebagian besar warganya masih enggan beraktivitas di luar ruangan.

Dilansir dari ABC, sebuah survei yang dilakukan Vox Pop Labs terhadap 2.225 orang menunjukkan warga Australia masih memandang pandemi virus Corona sebagai ancaman serius.

Survei menunjukkan, hanya 12 persen masyarakat yang berani menghadiri acara atau kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan.

Sementara hanya sekitar 20 persen warga yang berani berpergian menggunakan jasa penerbangan komersial. Sedangkan untuk kegiatan kecil seperti datang ke bar dan restoran, hanya 40 persen masyarakat yang berani melakukan itu.

Temuan itu sejalan dengan anggapan Dr. Anne-Marie Turner. Dia menganggap krisis kesehatan yang melanda dunia telah membuat masyarakat Australia nyaman berada di rumah.

Pantai Bondi, Sydney, Australia. (Pixabay.com/Gbates94)
Pantai Bondi, Sydney, Australia. (Pixabay.com/Gbates94)

"Anda tahu, dengan berada di rumah, Anda mengurangi potensi terekspos virus ini. Anda dapat mengendalikan lingkungan Anda sendiri," kata Dr. Turner dilansir ABC, Rabu (6/5/2020).

Lebih jauh, survei dari Vox Pop Labs juga menunjukan bahwa 41 persen masyarakat Australia meyakini kehidupan normal selepas pandemi COVID-19 baru akan terjadi dalam 12 bulan ke depan.

Hanya 23 persen masyarakat yang percaya bahwa pandemi COVID-19 akan segera berakhir dan kehidupan normal bisa kembali bergulir sekitar enam bulan ke depan.

baca juga

Hasil survei tersebut mnejadi masalah tersendiri bagi pemerintah Australia yang berencana untuk mencabut kebijakan lockdown.

Setelah menerapkan lockdown parsial dan meniadakan aktivitas ekonomi sejak 25 Maret lalu, Australia sudah mulai mengendurkan kebijakan di akhir April.

Pemerintah telah membuka Pantai Bondi dan dua pantai tetangganya di Sydney. Pembukaan itu hanya diberlakukan untuk warga setempat setelah sebulan lalu mengalami penutupan.

"Untuk membuat orang Australia kembali bekerja, kita harus membuat orang Australia kembali bekerja di ekonomi yang aman," kata Perdana Menteri Scott Morrison.

"Kami berusaha menemukan seperti apa perekonomian yang aman itu, sehingga kami dapat bergerak ke arah sana," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peti Jenazah Menjadi Penanda: Kesedihan dan Keuntungan

Peti Jenazah Menjadi Penanda: Kesedihan dan Keuntungan

Video | Rabu, 06 Mei 2020 | 17:08 WIB

Ilmuan Temukan Mutasi Virus Corona yang Lebih Mematikan

Ilmuan Temukan Mutasi Virus Corona yang Lebih Mematikan

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:43 WIB

Klaim Virus Corona Terkendali, Korea Selatan Buka Fasilitas Publik

Klaim Virus Corona Terkendali, Korea Selatan Buka Fasilitas Publik

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:28 WIB

Terkini

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

×