Dikembalikan ke Alam, Gajah-Gajah di Thailand Gembira

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2020 | 15:57 WIB
Dikembalikan ke Alam, Gajah-Gajah di Thailand Gembira
Ilustrasi Gajah di Thailand. (Pixabay.com/spinheike)

Suara.com - Lebih dari 100 gajah dikembalikan ke habitat aslinya setelah para pelaku bisnis wisata penangkaran gajah di Thailand, kewalahan dihantam pandemi virus corona.

Berkurangnya kunjungan turis berujung pada pihak penangkaran kesulitan menghidupi gajah, yang notabene butuh asupan makanan banyak setiap harinya.

Menyadur The Sun, krisis pandemi ternyata membawa dampak positif bagi para gajah. Kembali ke habitat asli membuat gajah gembira.

Salah satu pemilik bisnis wisata gajah Sadudee Serichevee mengatakan gajah-gajah yang ia pulangkan ke habitat asli, menunjukkan gelagat bahagia.

"Para gajah tampak sangat bahagia ketika tiba di rumah (alam), mereka membuat suara-suara gembira, berlari ke sungai di dekat desa, dan bersenang-senang dengan anak-anak (desa)," kata Sadudee Serichevee.

"Gajah-gajah itu sudah tak melihat habitat aslinya selama 20 tahun," sambungnya.

Dihantam krisis pandemi, Sadudee yang memiliki empat gajah untuk wisata penangkarannya, memutuskan untuk mengembalikan para gajah ke kawasan Mae Chaem, habitat mereka.

"Awalnya saya pikir situasi akan kembali normal dalam satu atai dua bulan. Namun hingga akhir April, harapanku pupus," ujar dia.

Disebutkan Sadudee, ia dan istrinya tak mampu lagi membayar biaya amakan dan menyewa tanah yang berkisar 199 ribu baht atau setara dengan Rp 92,4 juta rupiah.

Setiap harinya, seekor gajah bisa mengonsumsi 272 kilogram rumput dan sayuran.

Sadudee dan istrinya juga berusaha membujuk para pemilik wisata gajah lain untuk melakukan hal yang sama demi keberlangsungan hidup hewan tersebut.

Organisasi Save Elephant berupaya memberikan dukungan dan bantuan bagi para pemilik gajah yang berniat mengembalikannya ke alam.

Save Elephant juga mengarahkan para pemilik gajah untuk memindahkan gajah-gajah mereka ke kelompok etnis Karen, yang memelihara gajah secara tradisional.

Hingga kini, lebih dari 100 gajah Thailand telah melakukan perjalanan sejauh 125 kilometer untuk kembali ke habitat asli.

Pendiri Save Elephant, Lek Chailert mengatakan, sekitar 1.000 gajah peliharaan di Thailand berisiko mati akibat kelaparan selama krisis Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Pinguin Tetap Hidup di Tengah Pandemi, Petugas Ini Rela Lembur

Jaga Pinguin Tetap Hidup di Tengah Pandemi, Petugas Ini Rela Lembur

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 20:13 WIB

Bangkitkan Sektor Pariwisata, Thailand Bidik Pelancong Berdompet Tebal

Bangkitkan Sektor Pariwisata, Thailand Bidik Pelancong Berdompet Tebal

News | Sabtu, 02 Mei 2020 | 17:04 WIB

Longgarkan Lockdown, Thailand Cabut Larangan Penjualan Alkohol

Longgarkan Lockdown, Thailand Cabut Larangan Penjualan Alkohol

News | Sabtu, 02 Mei 2020 | 11:57 WIB

Terkini

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:59 WIB

Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut

Inovasi Unik dari Lombok Timur: Budidaya Madu Trigona di Atas Pohon Mangrove Tengah Laut

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:49 WIB

Tak Terima Ditegur 'Ngintip' Adik Ipar Mandi, Pemuda di Cakung Bacok Kepala Kakak Kandung!

Tak Terima Ditegur 'Ngintip' Adik Ipar Mandi, Pemuda di Cakung Bacok Kepala Kakak Kandung!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:45 WIB

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:35 WIB

Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!

Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:23 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:17 WIB

Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia

Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:06 WIB

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:04 WIB

TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi

TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:53 WIB