Terungkap Pesan Terakhir Tentara Nazi Sebelum Kemenangan Eropa di PD II

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Sabtu, 09 Mei 2020 | 16:04 WIB
Terungkap Pesan Terakhir Tentara Nazi Sebelum Kemenangan Eropa di PD II
Suasana pemecahan kode di Bletchley Park. (BLETCHLEY PARK ESTATE)

Suara.com - Guna merayakan Hari Kemenangan di Eropa (VE) ke-75 yang jatuh pada Jumat (8/5) lalu, pesan terakhir tentara Nazi sebelum menyerah dalam perang melawan Eropa, diungkap ke publik.

Menyadur dari BBC, pesan terakhir yang diuraikan oleh Bletchley Park, tim pemecah kode pesan sekutu selama perang dunia kedua ini, mengudara di jaringan radio militer Jerman 'Brown' pada 7 Mei 1945.

Dalam pesan tersebut, seorang Letnan Jerman bernama Kunkel melaporkan kedatangan pasukan tentara Inggris di Cuxhaven, kota pesisir laut utara Jerman.

"Pasukan Inggris memasuki Cuxhaven pada 140o pada 6 Mei. Mulai sekarang, semua jaringan radio akan berhenti, berharap yang terbaik untuk anda," kata pesan tersebut.

Kemudian, diikuti dengan, "ditutup untuk selamanya - semua yang terbaik - selamat tinggal."

Pesan-pesan tersebut dikirimkan militer Jerman pada 7 Mei 1945 pukul 07.35, sesaat sebelum Jerman menyatakan menyerah.

Selain itu, Bletchley Park GCHQ juga merilis pesan lain milik militer Jerman yang dikirimkan beberapa hari sebelum menyatakan kalah dalam perang.

Pesan tersebut berisi pertanyaan seorang tentara Jerman yang beroperasi di pantai Denmark kepada radio pangkalan, tentang ketersediaan rokok cadangan.

"Tidak ada roko di sini," kata dalam pesan tersebut.

baca juga

Pihak Bletchley Park Trus berupaya mendigitalisasi koleksi pesan-pesan milik tentara Nazi selama perang dunia kedua, supaya bisa diakses secara keseluruhan oleh publik.

"Transkrip-transkrip ini memberi sekelumit wawasan tentang orang-orang di balik mesin perang," kata sejarawan GCHQ Tony Cormer.

Bletchey Park bertugas mengurai pesan-pesan milik musuh selama perang dunia kedua dan bertahun-tahun setelahnya.

Meski perang di Eropa telah berakhir saat itu, namun Bletchley Park terus bekerja menguraikan kode-kode milik Jepang serta memantau komunikasi Jerman guna memastikan pasukan Nazi benar-benar menyerah.

Setidaknya 9.000 orang bekerja di Bletchley Park pada musim semi 1945. Disebutkan, mayoritas pemecah kode di sana adalah perempuan.

Mantan pemecah kode Bletchley Park, Helen Andrews yang kini telah menginjak usia 94 tahun, mengenang suasana gempita hari kemenangan di Eropa kala itu.

"Seorang pria datang ke ruangan tempat kami bekerja dan berkata, 'Semua sudah berakhir. Mereka sudah menyerah.'" kenang Helen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Lockdown Eropa Dapat Mencegah Ribuan Kematian Akibat Polusi Udara

Peneliti: Lockdown Eropa Dapat Mencegah Ribuan Kematian Akibat Polusi Udara

News | Kamis, 30 April 2020 | 20:22 WIB

Cerita WNI Bertahan dari Corona di Eropa, Khawatir Lihat Indonesia

Cerita WNI Bertahan dari Corona di Eropa, Khawatir Lihat Indonesia

News | Kamis, 02 April 2020 | 06:30 WIB

Menengok Bungker Nazi di Jerman yang Akan Dijadikan Hotel Mewah

Menengok Bungker Nazi di Jerman yang Akan Dijadikan Hotel Mewah

Lifestyle | Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify

Bukalapak Bangun Mesin Pertumbuhan Baru, Teknologi Gaming Jadi Senjata Ekspansi Global Lewat Joytify

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:52 WIB

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:48 WIB

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:46 WIB

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:43 WIB

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:42 WIB

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:40 WIB

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:37 WIB

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 18:35 WIB

×