Peneliti: Lockdown Eropa Dapat Mencegah Ribuan Kematian Akibat Polusi Udara

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 30 April 2020 | 20:22 WIB
Peneliti: Lockdown Eropa Dapat Mencegah Ribuan Kematian Akibat Polusi Udara
Ilustrasi lelaki terpapar polusi (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa negara di Eropa mengambil kebijakan lockdown untuk menanggulangi penyebaran virus corona. Kebijakan tersebut dipercaya dapat menghambat penyebaran virus corona.

Akibat lockdown, mobilitas masyarakat jadi sangat terbatas. Hal tersebut juga berpengaruh pada kondisi udara yang semakin menjadi lebih segar.

Dilansir dari Al Jazeera, kebijakan lockdown ini dapat meningkatkan kualitas udara menjadi lebih baik dan setara mencegah kematian akibat polusi udara hingga 11.300.

Menurut para peneliti di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) yang berbasis di Helsinki, polusi udara di Eropa juga turun secara dramatis karena ratusan juta orang telah tinggal di rumah selama sebulan terakhir.

"Anda dapat membandingkannya dengan semua orang di Eropa yang berhenti merokok selama sebulan," kata Lauri Myllyvirta, kepala analis di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA).

"Analisis kami menyoroti manfaat luar biasa bagi kesehatan masyarakat dan kualitas hidup yang dapat dicapai dengan mengurangi bahan bakar fosil dengan cara cepat dan berkelanjutan." jelasnya.

Manfaat lockdown di Jerman, Inggris, dan Italia setara dengan mencegah kematian dini lebih dari 1.500 di setiap negara.

Rata-rata warga negara Eropa terpapar dengan tingkat nitrogen dioksida 37 persen di bawah apa yang biasanya diharapkan dalam 30 hari yang berakhir pada 24 April, kata CREA.

Paparan terhadap partikel, yang dihasilkan oleh transportasi, industri, dan pemanasan berbahan bakar batu bara, 12 persen di bawah tingkat normal, menurut penelitian mencakup 21 negara di Eropa.

baca juga

Menurut CREA, jika kondisi penurunan polusi ini berkelanjutan dengan skala saat ini, dapat mencegah 1,3 juta hari lebih sedikit absen dari pekerjaan dan kurang dari 6.000 kasus asma pada anak-anak.

Pada saat yang sama, para peneliti mencatat bahwa paparan udara kotor yang berkepanjangan sebelum pandemi dapat menyebabkan atau memperburuk diabetes, penyakit paru-paru, penyakit jantung dan kanker. Penyakit tersebut yang kemudian dapat meningkatkan risiko kematian pada pasien COVID-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Kostum Dokter Abad 17, Pria Inggris Takuti Warga di Tengah Lockdown

Pakai Kostum Dokter Abad 17, Pria Inggris Takuti Warga di Tengah Lockdown

News | Kamis, 30 April 2020 | 12:16 WIB

Cegah Kerumunan, Pemerintah Kota di Swedia Ini Sebar Kotoran Ayam di Taman

Cegah Kerumunan, Pemerintah Kota di Swedia Ini Sebar Kotoran Ayam di Taman

News | Kamis, 30 April 2020 | 12:04 WIB

Berkurangnya Pemancing dan Kapal, Lumba-Lumba Muncul di Selat Bosphorus

Berkurangnya Pemancing dan Kapal, Lumba-Lumba Muncul di Selat Bosphorus

News | Kamis, 30 April 2020 | 15:58 WIB

Terkini

Gebrakan Angkutan Massal Jakarta: Lintasan LRT Dibidik 75 Kilometer dan Rute MRT Berlipat Ganda

Gebrakan Angkutan Massal Jakarta: Lintasan LRT Dibidik 75 Kilometer dan Rute MRT Berlipat Ganda

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:16 WIB

Jin Jiang Hotels Perluas Jejak di Indonesia, 7 Days Premium Hotel Bakal Hadir di PIK 2

Jin Jiang Hotels Perluas Jejak di Indonesia, 7 Days Premium Hotel Bakal Hadir di PIK 2

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 15:16 WIB

Usung Tema Eksorsisme, Manga Phantom Busters Dapat Adaptasi Anime pada 2027

Usung Tema Eksorsisme, Manga Phantom Busters Dapat Adaptasi Anime pada 2027

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 15:15 WIB

Pemanfaatan GPS Tracker dan Telematika Dorong Efisiensi Pengelolaan Armada Perusahaan

Pemanfaatan GPS Tracker dan Telematika Dorong Efisiensi Pengelolaan Armada Perusahaan

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 15:13 WIB

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:11 WIB

Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan

Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 15:10 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Korupsi PBG hingga TPPU!

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Ditetapkan Tersangka Korupsi PBG hingga TPPU!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:09 WIB

Perjalanan Djamin Ginting Jadi Film Biopik, Hadir di Bioskop 1 Oktober 2026

Perjalanan Djamin Ginting Jadi Film Biopik, Hadir di Bioskop 1 Oktober 2026

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 15:06 WIB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

Tak Nurut Amerika, Presiden Sudan Tak Bisa ke Sidang PBB

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

5 Fitur WhatsApp Praktis untuk Keamanan Privasi Pengguna, Lengkap Cara Pakainya

5 Fitur WhatsApp Praktis untuk Keamanan Privasi Pengguna, Lengkap Cara Pakainya

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 15:05 WIB

×