Nol Kasus Covid-19, Negara Ini Klaim Kelapa Penangkal Corona?

Senin, 11 Mei 2020 | 13:53 WIB
Nol Kasus Covid-19, Negara Ini Klaim Kelapa Penangkal Corona?
Ilustrasi kelapa. (sumber: Visualphotos)

Suara.com - Kiribati dinyatakan sebagai satu dari 13 negara di dunia yang belum mencatatkan kasus positif virus Corona. Olahan kelapa diklaim jadi penangkal masuknya Corona ke negara berpenduduk 116 ribu orang tersebut.

Menyadur dari Mirror, Kiribati merupakan negara bekas jajahan Inggris yang terletak jauh dari dunia luar, tepatnya di Samudra Pasifik.

Negara kepulauan itu hanya memiliki luas daratan sekitar 800 kilometer, di mana pohon kelapa mengelilingi hampir setiap sudut negara yang merdeka pada 1979 tersebut.

Tanaman kelapa sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok warga Kiribati, lantaran memiliki banyak fungsi. Selain sebagai makanan, kelapa turut digunakan untuk membangun rumah, kapal, hingga kain.

Saat pandemi Covid-19 melanda dunia, warga Kiribati kini percaya bahwa Moimoto--nama kelapa di Kiribati--memiliki fungsi yang lebih dahsyat, yakni menangkal virus Corona.

"Kami menggunakan moimoto untuk bertahan melawan virus." Ini sangat kaya akan vitamin C dan vitamin A," kata Rooti Tianaira, seorang guru sekolah dasar di Tarawa, ibukota Kiribati, seperti dikutip dari Mirror, Senin (11/5/2020).

"Jadi sekarang, buah-buahan lokal ini digunakan sebagai obat, untuk membangun sistem kekebalan tubuh, itulah idenya. Mereka dijual di kios-kios di pinggir jalan."

Sayangnya, ucapan Tianaira hanya sekedar satu dari banyaknya rumor aneh terkait pandemi virus Corona di Kiribati. Tak ada bukti ilmiah yang bisa mendukung klaim tersebut.

Ilustrasi berita palsu di media sosial (Shutterstock).
Ilustrasi berita palsu di media sosial (Shutterstock).

Seorang jurnalis lokal bernama Rimon Rimon menegaskan bahwa negaranya kini tengah berjuang melawan berita hoax. Hal itu terjadi setelah baru-baru ini akses internet mulai tersedia.

Baca Juga: Kakek 71 Tahun di Sorong Papua Sembuh dari Corona

"Ini masalah besar di sini. Sebagian besar orang hanya mendapat akses ke internet baru-baru ini, dan itu hanya membombardir mereka dengan informasi," kata Rimon.

"Mereka tidak tahu bagaimana membedakan berita palsu, dan karenanya mereka mempromosikan apa yang tidak benar," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI