Bajaj Bajuri Disebut Ramalkan Virus Corona Sejak15 Tahun Lalu, Ini Faktanya

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Senin, 11 Mei 2020 | 16:21 WIB
Bajaj Bajuri Disebut Ramalkan Virus Corona Sejak15 Tahun Lalu, Ini Faktanya
Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)

Suara.com - Sinetron komedi Bajaj Bajuri kembali viral setelah santer disebut-sebut meramalkan adanya pandemi virus corona sejak belasan tahun lalu.

Isu tersebut merebak setelah pengguna Twitter @pelasedpeople mengunggah ulang cuplikan tayangan Baja Banjuri yang sempat disiarkan di televisi pada Jumat (8/5/2020)

Dalam tayangan tersebut, tiga pemain Bajaj Bajuri yakni Oneng (Rieke Diah Pitaloka), Sa'id (Saleh Ali) dan Mpok Hindun (Tuti Hestuti) tengah beradu peran dalam satu frame.

Kala itu, Said dengan serius terdengar berkata, "Itu penyakit dari China Mpok, gejalanya panas dingin sama batuk, bahaya Mpok. Penyakit itu bisa nular, yang udah kena bisa meninggal".

Omongan Said itu membuat Oneng ketakutan hingga berteriak memanggil emaknya.

Dalam narasinya, akun @pelasedpeople lalu menuliskan, "We've been warned 17 years ago (Kita telah diperingatkan sejak 17 tahun lalu --red)".

Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)
Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)

Kontan saja, unggahan itu menggemparkan warganet. Sebagian dari mereka menilai omongan Said menggambarkan virus corona yang kini menjadi kekhawatiran bersama.

Apalagi sebelum video itu juga beredar cuplikan tayangan Bajaj Bajuri lainnya juga diklaim menggambarkan fenomena Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kabur dari karantina.

Video itu dibagikan oleh akun Twitter @aimrod, Selasa (28/4/2020).

baca juga

"Fenomena PDP kabur ketika mau dikarantina ternyata sudah diprediksi Bajaj Bajuri 15 tahun lalu," tulisnya.

Dalam rekaman tersebut, Ucup yang diperankan oleh Fanni Fadillah dijemput oleh dua orang petugas medis ketika bersembunyi di rumah Bajuri (Mat Solar).

Ucup sambil menangis, menolak ajakan petugas yang hendak memeriksa kesehatannya.

"Saya enggak mau dikarantina. Enggak mau," teriak Ucup yang kabur.

Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)
Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)

Tak lama, warganet pun ramai berspekulasi bahwa pandemi virus corona sudah diramalkan lewat sitkom Bajaj Bajuri. Sitkom tersebut diklaim menyerupai kartun The Simpsons yang kerap meramalkan kejadian dunia.

Tapi ternyata, spekulasi tersebut hanya isapan jempol belaka alias tidak benar adanya.

Seorang pemilik akun Twitter Sora Tan atau @FioSorale membongkar fakta tentang viralnya ramalan Bajaj Bajuri.

Dalam sebuah komentar, ia meluruskan bahwa omongan virus berbahaya dari China di Sitkom Bajaj Bajuri bukan rekaman utuh.

"Kalau posting harus lengkap," cuitnya.

Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)
Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)

Nyatanya, saat itu para pemain tengah membicarakan virus SARS yang muncul di China pada 2002, bukan Covid-19. Kebetulan, gejala SARS saat itu serupa dengan penyakit Covid-19 yang kekinian ramai dibahas.

Lebih lanjut, dari hasil penelusuran Suara.com, video tersebut merupakan tayangan Bajaj Bajuri episode 205 dengan judul 'Katakan Saja Ogah Berpuasa'.

Dalam tayangan itu, tokoh Ucup diduga terinfeksi SARS setelah berpura-pura sakit karena ogah berpuasa. Ia juga disebut menulari Emak (Nani Wijaya) yang tak lama mengalami demam tinggi.

Ucup lantas dijemput petugas medis untuk menjalani karantina di rumah sakit, akibat ulahnya.

Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)
Bajaj Bajuri disebut ramalkan virus corona. (Twitter)

Dari temuan tersebut, bisa dipastikan klaim yang menyebut Bajaj Bajuri meramalkan pandemi virus corona adalah salah.

Untuk diketahui, Bajaj Bajuri tayang sejak 2002-2007 di stasiun TransTV. Selama mengudara, Bajaj Bajuri menayangkan 1065 episode. Sitkom tersebut menjadi salah satu acara yang dikenang sampai sekarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengajian Anak Punk dan Anak Jalanan di Depok Terganggu Karena Corona

Pengajian Anak Punk dan Anak Jalanan di Depok Terganggu Karena Corona

Jabar | Senin, 11 Mei 2020 | 16:07 WIB

Pejabat China Akhirnya Mengaku, Pelayanan Medis saat Pandemi Masih Kurang

Pejabat China Akhirnya Mengaku, Pelayanan Medis saat Pandemi Masih Kurang

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 20:16 WIB

Bermodal Karet Ban, Wujud Masker Orang Ini Bikin Heran Enggak Ketulungan

Bermodal Karet Ban, Wujud Masker Orang Ini Bikin Heran Enggak Ketulungan

Otomotif | Minggu, 10 Mei 2020 | 19:49 WIB

Sudah Bantu Pemkot Penanganan Corona, Honor RT dan RW di Surabaya Ditunda

Sudah Bantu Pemkot Penanganan Corona, Honor RT dan RW di Surabaya Ditunda

Jatim | Minggu, 10 Mei 2020 | 16:18 WIB

Pandemi Tingkatkan Kebiasaan Belanja Online, Ternyata Ini Keuntungannya!

Pandemi Tingkatkan Kebiasaan Belanja Online, Ternyata Ini Keuntungannya!

Health | Minggu, 10 Mei 2020 | 13:09 WIB

Terkini

Berkaca dari Isu Raffi Ahmad, Kenapa Kita Susah Menegur Orang Baik?

Berkaca dari Isu Raffi Ahmad, Kenapa Kita Susah Menegur Orang Baik?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:02 WIB

MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 19:00 WIB

Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Potret Diskriminasi Perempuan Korea Selatan di Novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:00 WIB

Rencana Pajak Digital 9 November Belum Final, Pemerintah Masih Kaji Dampaknya

Rencana Pajak Digital 9 November Belum Final, Pemerintah Masih Kaji Dampaknya

News | Senin, 02 November 2026 | 18:58 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus

Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 18:55 WIB

Era Pencarian Berubah: Tak Cukup Muncul di Google, Kini Harus Dikutip AI

Era Pencarian Berubah: Tak Cukup Muncul di Google, Kini Harus Dikutip AI

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 18:54 WIB

Perkara Korupsi Berusia Hampir 2 Dekade, Pakar Hukum Ingatkan Pentingnya Daluwarsa

Perkara Korupsi Berusia Hampir 2 Dekade, Pakar Hukum Ingatkan Pentingnya Daluwarsa

Kaltim | Senin, 02 November 2026 | 18:51 WIB

Cara Ganti Nama di Google Meet yang Cepat dan Mudah

Cara Ganti Nama di Google Meet yang Cepat dan Mudah

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 18:50 WIB

Belajar dari Kritik Shin Tae-yong, Pramono Anung Bakal Batasi Konser Musik di JIS

Belajar dari Kritik Shin Tae-yong, Pramono Anung Bakal Batasi Konser Musik di JIS

News | Senin, 02 November 2026 | 18:49 WIB

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 18:46 WIB

×