Pejabat China Akhirnya Mengaku, Pelayanan Medis saat Pandemi Masih Kurang

Dany Garjito, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 10 Mei 2020 | 20:16 WIB
Pejabat China Akhirnya Mengaku, Pelayanan Medis saat Pandemi Masih Kurang
Seorang pasien (dua kanan) menerima karangan bunga dari staf medis Rumah Sakit Nanchang University, Nanchang, Provinsi Jiangxi, setelah dinyatakan sembuh dari infeksi 2019-nCoV pada 27 Januari 2020. (ANTARA/HO-ChinaNews/mii/pri)

Suara.com - China merupakan negara pertama yang terkena pandemi virus corona. Hingga Kota Wuhan, dimana virus pertama kali muncul pernah ditetapkan sebagai episentrum.

Tentu virus tersebut membuat kondisi negara tersebut sedikit kacau hampir di semua sektor. Terlebih sektor kesehatan yang paling terdampak dengan munculnya virus yang kemudian diberi julukan COVID-19.

Menurut seorang pejabat senior kepada media China, virus corona ini adalah "ujian besar" yang telah mengekspos kelemahan sistem kesehatan masyarakat di China.

Menyadur BBC News, pengakuan yang jarang sekali dilakukan pejabat China ini disampaikan oleh Direktur Komisi Kesehatan Nasional, Li Bin. Pernyataan tersebut muncul setelah gelombang kritik di luar negeri atas respons awal China terhadap virus.

"Pandemi adalah tantangan yang signifikan bagi pemerintahan China, dan mengungkapkan hubungan yang lemah dalam bagaimana kami mengatasi epidemi utama dan sistem kesehatan masyarakat." ujar Mr Li dikutip dari BBC News.

Li Bin mengatakan komisinya akan memperbaiki masalah dengan memusatkan sistem, membuatnya lebih baik dengan memanfaatkan data besar dan artificial intelligence, serta membangun kepemimpinan yang objektif.

China telah menghadapi banyak kritikan keras baik di dalam negeri maupun luar negeri, atas penanganan awal virus ini. Beberapa pejabat provinsi dan lokal dari Partai Komunis yang berkuasa telah dipecat tetapi tidak ada anggota senior Partai yang dihukum.

Dr Li Wenliang, dokter yang pertama kali 'mengabarkan' bahanya virus corona melalui media sosial bulan Desember, diminta untuk berhenti 'membuat komentar palsu'. Kemudian meninggal karena COVID-19 di rumah sakit di Wuhan.

Pada bulan April sebuah laporan Uni Eropa menuduh China menyebarkan informasi yang salah tentang virus corona tersebut.

baca juga

China mendapat tuduhan terlalu lama dan lambat dalam merespons tanda-tanda awal virus di Wuhan, tempat wabah dimulai, dan gagal untuk segera memperingatkan tingkat internasional mengenai wabah tersebut.

China juga menolak seruan untuk penyelidikan independen dari internasional tentang asal-usul virus corona tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menaker Minta Atase Ketenagakerjaan Lindungi PMI dari Pandemi Covid-19

Menaker Minta Atase Ketenagakerjaan Lindungi PMI dari Pandemi Covid-19

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 17:52 WIB

Diduga Demam Akibat Digigit Nyamuk, 50 Orang Meninggal di Yaman

Diduga Demam Akibat Digigit Nyamuk, 50 Orang Meninggal di Yaman

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 18:23 WIB

PLN Gratiskan Listrik Selama 6 Bulan

PLN Gratiskan Listrik Selama 6 Bulan

Foto | Minggu, 10 Mei 2020 | 17:30 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×