Dirjen PAS Pastikan Belum Ada Warga Binaan yang Positif Terinfeksi Corona

Chandra Iswinarno | Welly Hidayat | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2020 | 15:48 WIB
Dirjen PAS Pastikan Belum Ada Warga Binaan yang Positif Terinfeksi Corona
Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur [suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen PAS Kemenkumham) memastikan hingga kini belum ada warga binaan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur serta Lembaga Pemasyarakatan Gorontalo yang positif terpapar Virus Corona.

"Hingga saat ini, belum terdapat warga binaan positif Covid -19 di Rutan Pondok Bambu dan Lapas Gorontalo," tegas Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Reynhard Silitonga pada Selasa (12/5/2020).

Reynhard menyebut, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo maupun Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu telah melakukan Rapid Test yang diikuti petugas dan warga binaan, pada Senin (11/5/2020) kemarin.

Hasilnya sebanyak 24 warga binaan di Rutan Pondok Bambu menunjukan reaktif. Sedangkan di Lapas Gorontalo ada 25 warga binaan menunjukan reaktif Virus Corona. Lantaran itu, pihaknya kini sedang menunggu hasil tes polymerase chain reaction (PCR) atau Swab yang kini tengah dilakukan warga binaan tersebut.

"Hingga saat ini, kami masih menunggu laporan dari kepala kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta dan Gorontalo mengenai hasil swab warga binaan yang reaktif saat Rapid Test, baik di Rutan Pondok Bambu maupun Lapas Gorontalo."

"Rapid test hanya digunakan untuk screening awal karena bagaimanapun lapas dan rutan menjadi salah satu tempat yang rawan penyakit menular," katanya.

Ia memastikan, warga binaan dengan hasil Rapid Test reaktif Virus Corona di Rutan Pondok Bambu dan Lapas Gorontalo telah dilakukan karantina sesuai prosedur yang berlaku.

Untuk diketahui, ada sekitar 24 warga binaan Rutan Pondok Bambu yang menunjukan hasil reaktif virus corona setelah dilakukan Rapid Test.

Dari 24 warga binaan. 12 diantaranya telah dirujuk ke Rumah Sakit Pengayoman. Untuk dilakukan test Swab dan Karantina. Sementara, 12 warga binaan lainnya, dilakukan karantina di Rutan Pondok Bambu, sekaligus menjalani tes SWAB.

Sedangkan di Lapas Gorontalo ada sekitar 25 warga binaan menunjukan reaktif Virus Corona setelah dilakukan Rapid Test.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Rapid Test, 3 Sipir dan 25 Napi Lapas Gorontalo Reaktif Virus Corona

Hasil Rapid Test, 3 Sipir dan 25 Napi Lapas Gorontalo Reaktif Virus Corona

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:20 WIB

Hasil Rapid Test Warga Binaan Reaktif, Dirjen Lapas: Akan Dikarantina

Hasil Rapid Test Warga Binaan Reaktif, Dirjen Lapas: Akan Dikarantina

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:11 WIB

12 Narapidana di Rutan Pondok Bambu Positif Virus Corona

12 Narapidana di Rutan Pondok Bambu Positif Virus Corona

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 12:25 WIB

Jalani Rapid Test, 24 Napi Rutan Pondok Bambu Reaktif Virus Corona

Jalani Rapid Test, 24 Napi Rutan Pondok Bambu Reaktif Virus Corona

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 11:59 WIB

Napi Asimilasi Kembali Berulah, Curi Uang Jutaan Rupiah di Sleman

Napi Asimilasi Kembali Berulah, Curi Uang Jutaan Rupiah di Sleman

Jogja | Rabu, 06 Mei 2020 | 16:00 WIB

Terkini

Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, DPR Puji Kecepatan Mentan Amran Wujudkan Swasembada Beras!

Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, DPR Puji Kecepatan Mentan Amran Wujudkan Swasembada Beras!

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:56 WIB

Oknum Hakim Terseret Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Diduga Masuk Struktur Yayasan

Oknum Hakim Terseret Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Diduga Masuk Struktur Yayasan

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:39 WIB

25 Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan Pasca Kecelakaan, Ini Daftar Lengkapnya

25 Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan Pasca Kecelakaan, Ini Daftar Lengkapnya

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:38 WIB

Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi

Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:32 WIB

KAI: 4 Penumpang Tewas dan 79 Luka-Luka Imbas Tragedi Stasiun Bekasi Timur

KAI: 4 Penumpang Tewas dan 79 Luka-Luka Imbas Tragedi Stasiun Bekasi Timur

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:25 WIB

Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas

Dudung Jadi KSP-Qodari Pimpin Bakom, DPR: Hak Prerogatif Presiden Sesuai Kapabilitas

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:25 WIB

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

Kapal Mewah Rp8 T Milik Taipan Rusia Tembus Blokade Hormuz, AS Gak Berani Nyerang

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:24 WIB

Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak

Berteman dengan George W Bush, Megawati Cerita saat Menolak Serangan AS Terhadap Irak

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

Sejajarkan Andrie Yunus dengan Marsinah, Dongker Bakal Abadikan Kasus Kekerasan Aparat dalam Lagu

News | Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB