Pemerintah Wuhan Akan Lakukan Tes Covid-19 Pada 11 Juta Penduduknya

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2020 | 18:50 WIB
Pemerintah Wuhan Akan Lakukan Tes Covid-19 Pada 11 Juta Penduduknya
Sejumlah calon penumpang mengantre di Staisun Hankou, Kota Wuhan sesaat setelah status lockdown dicabut. (Foto: AFP)

Suara.com - Pemerintah Kota Wuhan tengah menyusun rencana untuk melakukan tes Covid-19 kepada seluruh penduduknya yang berjumlah 11 juta. Rencana tersebut muncul setelah ditemukannya kembali mencatatkan kasus positif Covid-19.

Menyadur dari BBC News, rencana tersebut masih dalam tahap awal. Semua distrik di Wuhan diminta untuk menyerahkan rincian tentang rencana bagaimana pengujian dapat dilakukan dalam waktu 10 hari.

Menurut laporan oleh The Paper, terdapat sebuah dokumen beredar luas yang menyebutkan rencana pengujian tersebut dan dinamai '10-day battle'. Dalam dokumen tersebut menyebutkan setiap distrik diminta untuk menyusun rencana pengujian 10 hari pada siang hari pada hari Selasa (12/05).

Setiap distrik bertanggung jawab untuk membuat rencana sendiri berdasarkan jumlah populasi mereka dan melaporkan apakah saat ini ada wabah aktif di kabupaten tersebut atau tidak.

Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa orang tua dan kawasan padat penduduk harus diprioritaskan.

Mengutip Global Times, beberapa pejabat kesehatan senior mengindikasikan bahwa pengujian tersebut akan menjadi tidak mungkin dan mahal.

Sedangkan Peng Zhiyong, direktur unit perawatan intensif Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, menyarankan pengujian tersebut lebih baik ditargetkan pada tenaga medis, orang-orang yang rentan, dan mereka yang memiliki kontak dekat dengan sebuah kasus.

Direktur Universitas Wuhan lainnya beranggapan bahwa sebagian besar populasi Wuhan (sekitar 3-5 juta) telah diuji, dan Wuhan 'mampu' menguji sisa sekitar 6-8 juta dalam periode 10 hari.

Di situs media sosial China, Weibo, orang-orang mengajukan pertanyaan tentang apakah program pengujian dalam jumlah besar dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari.

"Tidak mungkin menguji begitu banyak orang," tulis seorang menanggapi dan juga mempertanyakan berapa biayanya. Sedangkan beberapa orang menyarankan pengujian tersebut harus dilakukan sebelum Wuhan dibuka kembali 'sepenuhnya'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Covid-19, Kepala Bappenas: Tingkat Kemiskinan Mungkin akan Bertambah

Dampak Covid-19, Kepala Bappenas: Tingkat Kemiskinan Mungkin akan Bertambah

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 17:28 WIB

Peneliti Curiga Penurunan Jumlah Kasus Corona di Indonesia adalah Semu

Peneliti Curiga Penurunan Jumlah Kasus Corona di Indonesia adalah Semu

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 17:10 WIB

Qatar Airways Bagi-bagi 100 Ribu Tiket Gratis untuk Medis Corona di Dunia

Qatar Airways Bagi-bagi 100 Ribu Tiket Gratis untuk Medis Corona di Dunia

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 16:32 WIB

Terkini

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

Identitas Pelaku Penembakan di Gedung Putih, Pernah Mengaku Anak Tuhan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:07 WIB

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

Catat! Ini 10 Negara yang Berisiko Terkena Wabah Ebola Setelah Lonjakan Kasus di Kongo

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:59 WIB

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

Antisipasi El Nino, BMKG Pasang Alat Pancing Hujan di Sejumlah Gedung Tinggi Jakarta

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:00 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

Tak Ada Ampun! UPN Yogyakarta Sanksi 5 Dosen Terbukti Pelecehan, Satu Orang Terancam Pecat

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:10 WIB

Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih

Detik-Detik Mencekam Saat Jurnalis ABC Terjebak Penembakan Gedung Putih

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:22 WIB

Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!

Dilaporkan Kasus Dugaan Penyekapan Putri Ahmad Bahar, Hercules Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:19 WIB

Lawan Kejati Lampung, Arinal Djunaidi Hadirkan Pakar HTN di Sidang Praperadilan

Lawan Kejati Lampung, Arinal Djunaidi Hadirkan Pakar HTN di Sidang Praperadilan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:10 WIB

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:02 WIB