Memorabilia Penghuni Rusunawa Rawa Bebek di Kampung Akuarium

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 14 Mei 2020 | 06:50 WIB
Memorabilia Penghuni Rusunawa Rawa Bebek di Kampung Akuarium
Penampakan kawasan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakut. (Suara.com/Arga).

Komariyah, sebagai hakikatnya seorang manusia, punya hak untuk menziarahi ingatan, kejayaannya di masa lalu. Dia masih sering kembali ke Kampung Akuarium. Alasannya banyak, lebih dari satu. Tidal bisa dihitung menggunakan jari. Misalnya, silaturahmi dengan tetangganya dulu.

Anak kedua Komariyah kini duduk di kelas 5 SD. Dia perempuan, tapi saya lupa menanyakan namanya. Dia masih bersekolah di daerah Kampung Akuarium. Otomatis, Komariyah sering mengantar putrinya menuju sekolah. Setiap hari, angin membawa badanya ke Kampung Akuarium. Angin membawa ingatannya pada kehidupannya dulu.

Komariyah sengaja tidak memindahkan anak nomor duanya di kawasan Pulogebang. Alasannya cukup demokratis. Anaknya tidak bisa bangun pagi. Bangunnya pukul 10.00 WIB. Kalau di Pulogebang, kebanyakan SD Negeri masuk sekolah pukul 06.30 WIB. Waktu yang terlalu dini, waktu yang sedang memberikan mimpi bagi anaknya --yang bangun pukul 10.00 WIB.

Berbeda dengan sekolah di kawasan Kampung Akuarium, tempat anak Komariyah bersekolah. Di sekolah itu, kegiatan belajar mengajar di mulai siang hari. Sebuah waktu yang efektif bagi anak Komariyah untuk berkegiatan.

Komariyah, seolah-olah merepresentasikan citra perempuan yang demokratis. Perlakuan pada anaknya penuh kasih sayang.

Pada saat penggusuran, anak Komariyah masih duduk di kelas 2 SD. Di usia itu, dia sudah menyaksikan bagaimana kekuasaan bekerja dengan masif: penggusuran.

"Kan setiap hari saya masih ke sana, ke pasar ikan. Ini anak saya yang cewek masih sekolah deket Pasar Ikan nih. Nah pas penggusuran dia itu kelas dua SD. Sekarang sudah kelas lima. Tiap hari saya masih nganterin dia nih," kata dia.

Penampakan Rusunawa Rawa Bebek, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).
Penampakan Rusunawa Rawa Bebek, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. (Suara.com/Arga).

"Anak saya masuk siang. Pulang setengah lima. Tadinya kan mau di-pindahin sekolah. Cuma kalau di sini sekolah kan masuknya pagi. Anak saya kan gak bisa bangun pagi. Saya ngimbangin dia. Kesian orang dia jam 10 baru bangun," sambungnya.

Rindu Komariyah juga menyasar pada tetangganya. Dia bercerita, tetangganya yang bernama Jamal dan Yahya adalah nelayan. Dua lelaki itu masih bertahan di Kampung Akuarium. Di saat Komariyah menunggu anaknya selesai sekolah, dia biasa berkumpul dengan tetangganya yang dulu. Tentunya dengan istrinya Jamal dan Yahya.
 
"Kalau lagi kangen mah saya main ke sana. Teman saya banyak kan di sana. Pak Jamal, Pak Yahya itu pelaut tetangga saya," kenang dia.

baca juga

******

Ahok pernah menjadi orang nomor satu di Ibu Kota. Dia adalah Gubernur DKI Jakarta sebelum tersandung kasus penistaan agama. Saat menjabat, dia menggusur Kampung Akuarium dengan alasan revitalisasi dan menduduki tanah negara.

Masih segar dalam ingatan Komariyah saat alat berat meratakan bangunan di Kampung Akuarium. Komariyah menyaksikan barisan Satuan Polisi Pamong Praja mengamankan jalannya penggusuran. Saat itu, Komariyah memilih menepi.

Dia lebih memilih mengabadikan momen itu dengan ponsel genggamnya. Kata dia, preman-preman Kampung Akuarium, kalah menghadapi penguasa.

"Inget lah, saya sampai ngerekam pas Satpol PP gusur, ada alat berat juga. Bukan rame lagi, ribut malah. Saya mah nonton aja. Namanya ada preman-preman tetap aja kalah. Polisi sama Pol PP banyak," tutupnya.

Saya tidak bisa menemani Komariyah bernostalgia lebih lama. Obrolan singkat ini berkesan. Melibatkan perasaan. Melibatkan sejarah. Sejarah tubuh dan sejarah nama-nama. 

Biografi pesisir masih tersisa pada Komariyah. Biografi penggusuran masih tertinggal di kepala Komariyah. Biografi memberikan saya pada satu kata: pertemuan ini melibatkan perasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan di Kampung Akuarium, Sebelum Masuk Rumah Warga Wajib Mandi di Luar

Aturan di Kampung Akuarium, Sebelum Masuk Rumah Warga Wajib Mandi di Luar

News | Rabu, 13 Mei 2020 | 04:10 WIB

Belum Semua Warga Kampung Akuarium dapat Bantuan dari Pemerintah Pusat

Belum Semua Warga Kampung Akuarium dapat Bantuan dari Pemerintah Pusat

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 20:00 WIB

Kabar Eks Manusia Perahu Kampung Akuarium saat Pandemi Corona

Kabar Eks Manusia Perahu Kampung Akuarium saat Pandemi Corona

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 16:17 WIB

Kiat Komunal Kampung Akuarium Tangkal Pandemi Corona

Kiat Komunal Kampung Akuarium Tangkal Pandemi Corona

Video | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:42 WIB

Klaim Zero Case, Jurus Penangkal Corona di Kampung Akuarium

Klaim Zero Case, Jurus Penangkal Corona di Kampung Akuarium

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:29 WIB

Dinafkahi Kematian, Warita Pembuat Peti Mati di Tengah Wabah Corona

Dinafkahi Kematian, Warita Pembuat Peti Mati di Tengah Wabah Corona

Liks | Kamis, 07 Mei 2020 | 18:38 WIB

Lika-liku Pasien Covid-19 di Indonesia, Wajib Dirawat Tapi RS Rujukan Penuh

Lika-liku Pasien Covid-19 di Indonesia, Wajib Dirawat Tapi RS Rujukan Penuh

Health | Jum'at, 20 Maret 2020 | 07:55 WIB

Terancam Hukuman Mati, Kejanggalan Peradilan Bagi Mispo Si Anak Papua

Terancam Hukuman Mati, Kejanggalan Peradilan Bagi Mispo Si Anak Papua

Liks | Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:28 WIB

Mario Pewaris Sah Tanah Sihaporas! Balita di Pusaran Konflik Agraria

Mario Pewaris Sah Tanah Sihaporas! Balita di Pusaran Konflik Agraria

Liks | Senin, 03 Februari 2020 | 07:30 WIB

Dari Porsea ke China, Dugaan Patgulipat di Balik Ekspor Bubur Kayu

Dari Porsea ke China, Dugaan Patgulipat di Balik Ekspor Bubur Kayu

Liks | Senin, 03 Februari 2020 | 07:10 WIB

Terkini

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

×