Iuran BPJS Kesehatan Naik, Teddy PKPI: Yang Teriak Orang Mampu

Iwan Supriyatna, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 16 Mei 2020 | 13:29 WIB
Iuran BPJS Kesehatan Naik, Teddy PKPI: Yang Teriak Orang Mampu
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi. (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Suara.com - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait kebijakan pemerintah yang menaikan iuran BPJS Kesehatan.

Teddy menilai, bahwa rakyat miskin sama sekali tidak dirugikan dengan adanya kebijakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan baru-baru ini. Hal itu ia sampaikan dalam akun twitter pribadinya @TeddyGusnaidi.

"Rakyat miskin sama sekali tidak dirugikan atas kenaikan iuran BPJS. Karena tidak ada kerugian, maka tidak perlu ada pembelaan," cuit Teddy seperti dikutip Suara.com, Sabtu (16/5/2020).

Ia pun mempertanyakan, sejumlah orang yang menolak adanya kebijakan pemerintah yang menaikan kembali iuran BPJS di tengah pandemi virus Corona.

"Kenapa yang menolak kenaikan iuran BPJS kesehatan, tetap ngotot gunakan narasi membela rakyat miskin akibat kenaikan iuran BPJS ya? Sakit.. #Kikir," lanjutnya.

Sementara sebelumnya juga Teddy sempat menyampaikan bahwa kenaikan iuran BPJS hanya untuk kelas 1 dan kelas 2 saja sementara untuk kelas 3 tetap. Untuk itu, ia menilai tak perlu ada lagi pihak yang mengkritik kebijakan kenaikan iuran BPJS.

"Yang naik itu iuran BPJS Kesehatan kelas 1 dan kelas 2. Kelas 3 tidak naik dan yang gratis tetap gratis. Artinya yang teriak-teriak iuran BPJS naik menyulitkan orang miskin adalah orang-orang mampu yang tidak mau berbagi dengan orang miskin, tapi berlindung dibalik orang miskin," cuit Teddy.

Untuk diketahui, iuran BPJS Kesehatan untuk Januari sampai Maret 2020 mengacu pada Perpres 75 tahun 2019, yaitu sebesar Rp 160.000 untuk kelas I, Rp 110.000 untuk kelas II dan Rp 42.000 untuk kelas III.

Namun, tak selang beberapa lama, Presiden Jokowi kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

baca juga

Dalam Perpres tersebut, disebutkan jika Iuran BPJS Kesehatan Kelas I naik menjadi Rp 150.000. Kelas II naik menjadi Rp 100.000 dan Kelas III menjadi Rp 35.000.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Mardani Ali Sera: Masyarakat Lagi yang Kena

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Mardani Ali Sera: Masyarakat Lagi yang Kena

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 08:56 WIB

Ini 6 Pertimbangan Pemerintah Tetapkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Ini 6 Pertimbangan Pemerintah Tetapkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 22:17 WIB

KPK Nilai Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bebani Rakyat

KPK Nilai Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bebani Rakyat

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 20:20 WIB

Terkini

Songsong Usia 131 Tahun, BRI Perkuat Komitmen Majukan Ekonomi Indonesia

Songsong Usia 131 Tahun, BRI Perkuat Komitmen Majukan Ekonomi Indonesia

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Jelang HUT ke-131, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan dan Memajukan Negeri

Jelang HUT ke-131, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan dan Memajukan Negeri

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Survei Matriks: Natalius Pigai dan Nusron Wahid Menteri Terburuk

Survei Matriks: Natalius Pigai dan Nusron Wahid Menteri Terburuk

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Gejala Keracunan Siswa SMPN 2 Cisarua Muncul Kurang dari 30 Menit Usai Konsumsi MBG

Gejala Keracunan Siswa SMPN 2 Cisarua Muncul Kurang dari 30 Menit Usai Konsumsi MBG

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:40 WIB

BNNP Sumut Gerebek Toko Roti di Medan Diduga Edarkan Sabu, 1 Orang Ditangkap

BNNP Sumut Gerebek Toko Roti di Medan Diduga Edarkan Sabu, 1 Orang Ditangkap

Sumut | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?

Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:37 WIB

4 HP Murah Redmi RAM 8 GB Terbaik, Performa Kencang dan Sudah NFC

4 HP Murah Redmi RAM 8 GB Terbaik, Performa Kencang dan Sudah NFC

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Sampel MBG SMPN 2 Cisarua Diuji di Lab, Rudy Susmanto Tunggu Hasil untuk Tentukan Langkah

Sampel MBG SMPN 2 Cisarua Diuji di Lab, Rudy Susmanto Tunggu Hasil untuk Tentukan Langkah

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:31 WIB

×