Tak Mau Longgarkan PSBB, Anies: Kami Tak Asal-asalan Tapi Berdasarkan Sains

Reza Gunadha | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Sabtu, 16 Mei 2020 | 18:26 WIB
Tak Mau Longgarkan PSBB, Anies: Kami Tak Asal-asalan Tapi Berdasarkan Sains
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, tidak memiliki rencana melonggarkan pembatasan sosial berskala besar hingga angka reproduksi dasar virus corona covid-19 belum di bawah 1.

Untuk diketahui, reproduction number adalah paramater seberapa besar populasi orang yang sakit menularkan Covid-19.

Karena itu, Anies tidak bisa memprediksi kapan rencana melonggarkan PSBB di Jakarta jika angka reproduksi belum di bawah 1.

"DKI Jakarta tidak berencana melakukan pelonggaraan sampai angka reproduksi di bawah 1. Jadi kami itu melakukan rencana pelonggaran bukan bulan apa, tapi bila di bawah 1, karena kami harus mengandalkan sains," ujar Anies dalam video streaming, Sabtu (16/5/2020).

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyebut covid-19 tidak bisa diprediksi kapan berakhir.

Karenanya, kebijakan pelonggaran PSBB diambil harus berdasarkan pada ilmu pengetahuan, tidak asal-asalan.

"Ini bukan sesuatu yang kita bisa lihat, bukan sesuatu yang ada jadwalnya. Jadi misalnya seperti lebaran, yang bisa lebaran kan manusia, kalau virusnya kan enggak lebaran," ucap dia.

Anies menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengetatan untuk menekan penyebaran covid-19.

Iapun meminta masyarakat terbawa wacana pelonggaran PSBB.

"Kita berkumpul banyak orang, dari situ dia menular. Kita tidak berkumpul, tidak menular. Jadi jangan terbawa wacana pelonggaran saat ini. Ini kita masih suasana pengetatan," kata dia.

Anies menegaskan, Pemprov DKI sudah melakukan pengetatan sebelum diberlakukannya PSBB.

Salah satu kebijakan Anies yakni menghentikan sementara proses belajar mengajar di sekolah

"Sebenarnya di Jakarta sudah menyelenggarakan pembatasan sejak pertengahan Maret 15 Maret, sekolah ditutup. Kalau sekolah ditutup artinya ada satu setengah juta orang yang biasa di sekolah jadi di rumah."

Karenanya, "Kalau anak-anak sekolah itu satu setengah juta sebutlah yang diantar satu juta, berarti ada satu juta orang penghantar itu sudah dua setengah juta orang. Karena itu menutup sekolah penting," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies: Virus Corona Tak Kenal Lebaran, Jangan Ada Mudik Lokal

Anies: Virus Corona Tak Kenal Lebaran, Jangan Ada Mudik Lokal

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 15:31 WIB

Sisa Seminggu Lagi, Ferdinand Minta Anies Perpanjang PSBB Jakarta

Sisa Seminggu Lagi, Ferdinand Minta Anies Perpanjang PSBB Jakarta

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 11:05 WIB

Anies Belanja Lahan untuk RTH di Tengah Pandemi, Ketua DPRD: Saya Kaget

Anies Belanja Lahan untuk RTH di Tengah Pandemi, Ketua DPRD: Saya Kaget

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 07:14 WIB

11 Jenis Pekerjaan Ini Kebal dari Aturan Anies soal Larangan Bepergian

11 Jenis Pekerjaan Ini Kebal dari Aturan Anies soal Larangan Bepergian

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2020 | 06:35 WIB

Anies Larang Keras Warga Jakarta Keluar dari Jabodetabek

Anies Larang Keras Warga Jakarta Keluar dari Jabodetabek

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 05:24 WIB

SIKM Jakarta Hanya Diterbitkan Pemprov, Anies: Ada QR Code

SIKM Jakarta Hanya Diterbitkan Pemprov, Anies: Ada QR Code

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 23:59 WIB

Anies Minta Anggaran Rp 700 Miliar untuk Beli Lahan di Tengah Corona

Anies Minta Anggaran Rp 700 Miliar untuk Beli Lahan di Tengah Corona

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 02:10 WIB

Anies: Palsukan SIKM Jakarta Bisa Dipenjara hingga Denda Rp 12 Miliar

Anies: Palsukan SIKM Jakarta Bisa Dipenjara hingga Denda Rp 12 Miliar

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 23:02 WIB

Terbaru! 11 Sektor Usaha yang Dibolehkan ke Luar Jakarta saat Wabah Corona

Terbaru! 11 Sektor Usaha yang Dibolehkan ke Luar Jakarta saat Wabah Corona

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 20:48 WIB

Terkini

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:29 WIB

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

Andrie Yunus Sampaikan 2 Pucuk Surat dari Rumah Sakit, Ini Isinya!

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:28 WIB

Momen Siswa SMK 'Healing' ke Istana Kepresidenan, Intip Ruang Kerja Prabowo dan Belajar Aspirasi

Momen Siswa SMK 'Healing' ke Istana Kepresidenan, Intip Ruang Kerja Prabowo dan Belajar Aspirasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:19 WIB

Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom

Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:17 WIB

Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo

Bukan Kritik Saiful Mujani, Pengamat UGM: Kegagalan Ekonomi Adalah Ancaman Sesungguhnya bagi Prabowo

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:12 WIB

Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus

Mahasiswa Dirikan Tenda di Komnas HAM, Soroti Lambannya Kasus Andrie Yunus

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:08 WIB

Skandal Kemenaker, Bos Perusahaan Ngaku Setor Rp100 Juta Per Tahun Demi Sertifikat K3

Skandal Kemenaker, Bos Perusahaan Ngaku Setor Rp100 Juta Per Tahun Demi Sertifikat K3

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:59 WIB

Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?

Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:55 WIB

Ajukan Kasasi Lawan Putusan Bebas Aktivis Delpedro Cs, Kejagung: Kami Mengacu KUHAP Lama

Ajukan Kasasi Lawan Putusan Bebas Aktivis Delpedro Cs, Kejagung: Kami Mengacu KUHAP Lama

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:43 WIB

Serangan Udara Israel di Sekolah Gaza Tewaskan 10 Orang

Serangan Udara Israel di Sekolah Gaza Tewaskan 10 Orang

News | Selasa, 07 April 2026 | 15:40 WIB