Krisis karena Pandemi, Rolls Royce Pangkas 9 Ribu Pekerja

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Krisis karena Pandemi, Rolls Royce Pangkas 9 Ribu Pekerja
Ilustrasi PHK (Shutterstock)

Industri besar seperti Rolls Royce juga mengalami krisis dan melakukan PHK.

Suara.com - Perusahaan otomotif sekaligus pemasok mesin pesawat, Rolls Royce memangkas 9 ribu pekerjanya terkait pandemi virus corona. Menyadur Channel News Asia, Rolls Royce juga kemungkinan akan menutup pabriknya agar bisa bertahan di tengah krisis.

Rolls Royce yang selama ini dikenal sebagai merek mobil mewah juga memasok mesin pesawat Boeing 787 dan Airbus A350.

Meski begitu, bukan berarti perusahaan bonafide ini aman dari guncangan pandemi virus corona. Pemasukan yang mereka dapatkan dari maskapai, tergantung dari jam terbang pesawat itu sendiri.

Mengingat banyaknya penerbangan komersil yang ditangguhkan karena pandemi, itu artinya Rolls Royce juga ikut terdampak. Bahkan situasi ini diperkirakan terjadi hingga beberapa tahun ke depan.

"Kami harus mengurangi basis biaya kami dan beradaptasi dengan dunia baru, mencocokkan kapasitas kami dengan permintaan yang diharapkan," kata kepala eksekutif Rolls-Royce Warren East kepada wartawan.

Dalam menjalankan bisnisnya, Rolls Royce mendapat separuh keuntungan dari industri penerbangan dan pemangkasan pekerja ini datang dari unit bisnis penerbangan sipil.

Dengan memangkas 9 ribu karyawan, itu artinya Rolls Royce sudah menghemat kira-kira Rp 23,3 triliun. Selain PHK, Rolls Royce juga menghemat di bidang lain seperti pabrik, properti dan biaya modal.

Menurut perkiraan, perjalanan udara tidak akan pulih selama tiga hingga lima tahun ke depan dan East mengatakan Rolls Royce sedang mempersiapkan kegiatan penerbangan sekitar sepertiga lebih sedikit dari pada 2019.

Saham Rolls Royce terakhir turun 2 persen, setelah turun 62 persen tahun ini ke posisi terendah dalam 11 tahun terakhir.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS