Miris, Pekerja di Batam Ingin Berikan Bayi yang Dikandungnya ke Orang Lain

Chandra Iswinarno

Rabu, 20 Mei 2020 | 22:32 WIB
Miris, Pekerja di Batam Ingin Berikan Bayi yang Dikandungnya ke Orang Lain

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia sudah dirasakan dampaknya di semua sektor dan berbagai kalangan masyarakat. Bahkan, dampak tersebut sangat dirasakan pekerja di sektor industri hiburan yang berada di Provinsi Kepulauan Riau.

Usai pemerintah memutuskan penutupan bar untuk mencegah penyebaran Covid-19, pekerja di tempat hiburan tersebut harus rela dirumahkan tanpa gaji. Namun selama dua bulan tutup dan tak mendapat penghasilan, karyawan yang dirumahkan tersebut kesulitan untuk memenuhi biaya hidup.

Apalagi, sekitar 80 persen pekerja bar yang dirumahkan tersebut tidak mendapat bantuan dari pemerintah, terutama karyawan yang tinggal di kos-kosan umum dan tidak memiliki identitas.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Kampung Bule Family (KBF), sekaligus owner Stampvol Bar, Richa Rahman. Dia mengemukakan, tidak hanya di Kampung Bule, dari survei yang dilakukannya, karyawan bar di Marina city dan karyawan kafe di Batu Aji juga mengalami hal serupa.

"Mereka memang ada sebagian yang dapat bantuan, tapi hanya gelombang pertama saja atau gelombang kedua saja, dan itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Karena bantuan tersebut dibagi rata sama teman-temannya yang tidak mendapatkan," kata perempuan yang disapa Icha seperti diberitakan Batamnews.co.id-jaringan Suara.com pada Rabu (20/5/2020).

Selain harus berbagi dengan teman senasib, Richa mengungkapkan banyak karyawan bar yang menjadi orang tua tunggal atau janda harus memberi makan anak mereka serta tetap berbagi dengan teman yang kurang beruntung.

Bahkan, saat ini seluruh karyawan bar tak lagi memiliki handphone karena sudah dijual untuk kebutuhan makan sehari-hari.

"Ada satu karyawan yang hamil tujuh bulan mau ngasih anaknya dalam kandungan ke orang karena tidak ada biaya untuk makan dan mengurus bayi," ujar Richa.

Berbagai usaha dilakukan oleh karyawan bar tersebut untuk tetap bisa bertahan hidup. Mulai dari mencari kerang hingga kerja serabutan jika tenaganya dibutuhkan walau hanya diupah Rp 10 ribu.

baca juga

Namun usaha yang telah mereka lakukan untuk bertahan hidup, masih belum cukup memenuhi kebutuhan perut. Pasalnya, mereka saling menumpang makan di tempat karyawan lain yang memiliki beras. Bahkan, selama dua bulan ini mereka menunggak uang kos dan terancam dikeluarkan, jika tidak bisa membayar kos.

"Kami dari owner Bar juga terus berusaha untuk membantu sebisa kami, tapi kami pun tidak bisa mengcover semua, karena kami memiliki beban kewajiban yang harus dibayar walaupun bar tidak berjalan," sebutnya.

Meski begitu, Icha berharap, keputusan pemerintah dari penutupan bar dan kafe diiringi solusi. Setidaknya, perhatian terhadap karyawan yang terdampak.

Terlebih keputusan penutupan dinilai mendadak sehingga owner tidak memiliki persiapan untuk keberlangsungan karyawan selama penutupan operasional tersebut. Dia pun berharap keputusan pemerintah untuk mulai menormalkan kembali perekonomian pada pertengahan Juni juga berlaku untuk Bar dan Kafe.

"Pak Rudi (Wali Kota Batam) kan pernah bilang bahwa perekonomian Batam akan normal kembali pada 16 Juni 2020, saya berharap kami Bar dan Kafe juga disegerakan beroperasi kembali, karena kondisi saat ini kami tidak bisa minta tolong sama siapa pun terutama untuk kesusahan staf kami. Kalau kami bisa buka setidaknya kami bisa survive sendiri untuk kebutuhan hidup staf kami," tutur Icha.

Menurutnya, seluruh owner Bar yang tergabung dalam KBF siap mematuhi protokol kesehatan jika bar kembali di buka. Seperti penerapan pintu masuk dan keluar, penyemprotan desinfektan, pemeriksaan suhu, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, hingga penerapan sosial distancing.

"Miris loh kami bar ditutup tapi pasar-pasar masih penuh, mal-mal juga, sedangkan bar tamunya kan ga banyak paling beberapa orang aja dan kami bisa atur sistem duduk mereka, bar juga pintunya hanya dua dari situ saja kami juga bisa atur tamu untuk ikut protokol kesehatan," katanya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Virus Corona di Batam Tembus Ratusan Orang!

Pasien Virus Corona di Batam Tembus Ratusan Orang!

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:39 WIB

Pasien Positif Corona di Batam Terus Bertambah, Wali Kota Salahkan Warga

Pasien Positif Corona di Batam Terus Bertambah, Wali Kota Salahkan Warga

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 15:27 WIB

Jual Beli Donat Jadi Sub Klaster Penularan Virus Corona di Batam

Jual Beli Donat Jadi Sub Klaster Penularan Virus Corona di Batam

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 00:05 WIB

Pergi ke Medan dan Batam, Warga Jambi Tanpa Gejala Mendadak Positif Corona

Pergi ke Medan dan Batam, Warga Jambi Tanpa Gejala Mendadak Positif Corona

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 11:00 WIB

Wabah Corona, Kota Batam Batalkan Puluhan Angenda Pariwisata

Wabah Corona, Kota Batam Batalkan Puluhan Angenda Pariwisata

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 11:56 WIB

Terkini

Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang

Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

×