Pengusaha: Prancis Harus Jual Lukisan Mona Lisa Untuk Bantu Pemulihan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 21 Mei 2020 | 13:13 WIB
Pengusaha: Prancis Harus Jual Lukisan Mona Lisa Untuk Bantu Pemulihan
Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona juga ikut 'menyerang' negara Perancis, tempat dimana lukisan Mona Lisa yang fenomenal dipajang. Semua sektor menjadi terdampak, termasuk pariwisata dan budaya.

Menyadur Sky News, seorang pengusaha asal Perancis hingga menyarankan untuk menjual lukisan Mona Lisa untuk membantu pemulihan sektor budayanya dari virus corona.

Adalah Stephane Distinguin, pendiri dan kepala eksekutif perusahaan teknologi Fabernovel. Dia mengatakan bahwa menjual lukisan Leonardo da Vinci abad ke-16 yang terkenal adalah "ide gila" sebagai salah satu cara membantu seniman Prancis melalui masa sulit.

Mr Distinguin mendirikan perusahaannya pada tahun 2003 dan ia dianugerahi Legion d'Honneur, tanda penghargaan tertinggi yang dianugerahkan oleh Presiden Perancis tahun lalu.

Ide tersebut ia sampaikan pada majalah Perancis, Usbek & Rica. "Menjual yang lama untuk membuat yang baru. Ini adalah tanda sebuah bangsa yang percaya pada masa depan dan para senimannya." tulis Distinguin.

"Saya memebuat hipotesis ini sebagai provokasi, tetapi yakin akan momen dan kenaifannya. Iconoclast dalam arti kata sepenuhnya. Bagaimana jika kita menjual Mona Lisa?

"Hari demi hari, kita menghitung miliaran yang dilanda krisis ini seperti anak-anak melempar batu ke dalam sumur untuk mengukur kedalamannya. Kita masih menghitung dan tampaknya krisis ini tidak bisa diprediksi

"Sebagai seorang pengusaha dan pembayar pajak, saya tahu bahwa (uang) miliaran ini tidak mudah ditemukan dan pasti akan merugikan kita. Refleks yang jelas adalah menjual aset berharga dengan harga setinggi mungkin, tetapi yang seminimal mungkin untuk masa depan kita.

"Sebuah lukisan mudah untuk dipindahkan dan dijual. Dan kita memiliki banyak lukisan. Pada tahun 2020, kami harus mendapatkan uang di tempat itu. Jadi, jual perhiasan keluarga. Kalau tidak, hanya Google, Apple, Facebook, Amazon, Microsoft, Disneys, Netflix, Alibaba dan Tencents yang akan dapat berkontribusi pada pendanaan budaya." jelasnya.

baca juga

Ketika ditanya mengenai harga, ia berpendaat bahwa lukisan tersebut harus dijual dengan harga yang gila namun asuk akal.

"Harga adalah inti masalah dan subjek utama. Harganya harus gila namun masih masuk akal. Saya memperkirakan bahwa akan menyentuh tidak kurang dari 50 milyar euro (sekitar Rp 806,3 triliun) untuk mendapatkan lukisan Mona Lisa,"

"Saya diberi tahu bahwa perkiraan saya sangat dinilai terlalu tinggi." ungkap pria berusia 46 tahun tersebut.

Hingga saat ini menurut data perhitungan dari Worldometers, jumlah kasus positif virus corona perancis mencapai 181.575 dengan total kasus kematian 28.132 kasus. Sebanyak 63.354 pasien dinyatakan sembuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kembali Jalani Latihan di Klub, Maguire Mengaku Merasa Aman

Kembali Jalani Latihan di Klub, Maguire Mengaku Merasa Aman

Bola | Kamis, 21 Mei 2020 | 11:19 WIB

Studi: Jarak Sosial 2 Meter Tak Cukup, Orang Pendek Bisa Lebih Berisiko

Studi: Jarak Sosial 2 Meter Tak Cukup, Orang Pendek Bisa Lebih Berisiko

Health | Kamis, 21 Mei 2020 | 11:21 WIB

Waduh! Ilmuwan di China Disuntik Vaksin Covid-19 yang Belum Diuji

Waduh! Ilmuwan di China Disuntik Vaksin Covid-19 yang Belum Diuji

Tekno | Kamis, 21 Mei 2020 | 11:15 WIB

Terkini

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

×