Bikin Poster Imbau Tak Mudik, Satlantas Polresta Depok Malah Kena Bully

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2020 | 16:44 WIB
Bikin Poster Imbau Tak Mudik, Satlantas Polresta Depok Malah Kena Bully
Satlantas Metro Depok kena bully warganet (Twitter/restadepok)

Suara.com - Satlantas Polres Metro Depok membagikan poster melalui media sosial mengimbau warga tidak mudik ke kampung halaman. Namun, Satlantas Metro Depok kena bully warganet karena desain posternya yang 'unik'.

Akun resmi Satlantas Metro Depok @restadepok mengeluarkan imbauan untuk tidak mudik melalui poster. Mereka mengimabu warga tidak mudik agar tidak menularkan virus corona.

"Jangan mudik nanti bawa penyakit," demikian isi keterangan dalam postr seperti dikutip Suara.com, Jumat (22/5/2020).

Namun, imbauan tersebut malah panen sindiran dari warganet. Pasalnya, desain poster yang diunggah oleh Satlantas Metro Depok dianggap asal-asalan.

Dalam poster tersebut, tampak gambar mobil boks bertuliskan 'Antar Kota Antar Proponsi' yang diasumsikan sebagai sebuah bus. Lalu ada gambar animasi virus corona Covid-19 di bagian atas mobil.

Satlantas Metro Depok kena bully warganet (Twitter/restadepok)
Satlantas Metro Depok kena bully warganet (Twitter/restadepok)

Selain itu, ada pula gambar tengkorang berwarna hijau dan ungu hingga tengkorak yang dipenuhi bunga mawar di poster tersebut. Ikon gambar tengkorak tersebut seperti diletakkan asal di poster tersebut.

Cuitan imbauan dari kepolisian itu sontak mencuri perhatian warganet. Banyak warganet yang memberikan sindiran hingga menjadikan poster tersebut bahan candaan.

Ada pula warganet yang membuatkan desain gratis untuk Satlantas Metro Depok. Bahkan tak sedikit pula warganet yang mengusulkan agar kepolisian merekrut tim desain grafis untuk membuat desain poster.

"Depok pahalanya banyak banget, juara satu dalam menghibur masyarakat di waktu pusing pandemi," ujar @mahasiswayujiem.

"Mohon maaf ini tengkoraknya lagi jatu cinta apa gimana ya? Tolong klarifikasi," kata @atiseraydiluam.

"Apa tidak mau rekrut anak desain grafis?" ungkap @notsobulad.

"Kalau lagi ada masalah jangan kerja dulu pak," tutur @rzlhmdfz.

"Pak sepertinya lagi butuh desainer ya pak. Saya boleh masukin CV buat jadi desainernya nggak pak?" ucap @fredydwip.

Meski demikian, ada pula warganet yang menduga pihak kepolisian sengaja membuat desain yang terlihat asal-asalan. Tujuannya untuk menarik perhatian publik agar pesan yang disampaikan dapat diterima publik.

"Kepikiran nggak kalau mereka memang sengaja bikin yang jelek biar banyak yang lihat dari retweet-an orang dan jadinya pesan mereka tersampaikan dan viral? Kalau pakai desain bagus mah biasanya juga lewat sekali di timeline diskip juga nggak dibaca," tutur @bacips.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wiranto Rilis Video Klip: Nggak Usah Pulang Saudara Tak Akan Hilang

Wiranto Rilis Video Klip: Nggak Usah Pulang Saudara Tak Akan Hilang

Video | Selasa, 12 Mei 2020 | 20:15 WIB

Wiranto Nyanyi Lagu Ajak Tak Mudik, Publik: Saya Langsung Urungkan Niat

Wiranto Nyanyi Lagu Ajak Tak Mudik, Publik: Saya Langsung Urungkan Niat

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:23 WIB

Komnas HAM: 70,8 Persen Warga Ingin Ada Sanksi yang Tak Ibadah di Rumah

Komnas HAM: 70,8 Persen Warga Ingin Ada Sanksi yang Tak Ibadah di Rumah

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 23:45 WIB

Viral Jual Beli Bayi di Panti Asuhan Kota Depok, Polisi: Hoaks

Viral Jual Beli Bayi di Panti Asuhan Kota Depok, Polisi: Hoaks

Jabar | Rabu, 29 April 2020 | 18:24 WIB

Nekat Mudik, Bersiaplah Kena Denda

Nekat Mudik, Bersiaplah Kena Denda

Otomotif | Jum'at, 24 April 2020 | 15:33 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB