Doa Akhir Ramadan yang Dibaca Rasulullah, Latin dan Maknanya

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita
Doa Akhir Ramadan yang Dibaca Rasulullah, Latin dan Maknanya
Ilustrasi berdoa, shalat, ibadah. [Shutterstock]

Dalam riwayat Jabir bin Abdullah al-Anshari disebutkan bahwa Rasulullah selalu mengingatkan untuk membaca doa di akhir Ramadan.

Suara.com - Ramadan tak terasa sudah di penghujung hari. Itu artinya umat muslim akan segera merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Meski begitu, umat muslim tetap dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah di akhir Ramadan.

Salah satunya dengan mengerjakan salat fardhu secara berjamaah. Selain itu bisa juga dilakukan dengan membaca Alquran, berdzikir, bersedekah dan berdoa.

Hal itu dilakukan guna melengkapi keutamaan di bulan suci penuh barokah yang sebentar lagi akan ditinggalkan sekaligus memohon agar kita bisa dipertemukan dengan Ramadan di tahun-tahun selanjutnya.

Dikutip dari Islami.co, Sabtu (23/5/2020), dalam riwayat Jabir bin Abdullah al-Anshari disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu mengingatkan untuk membaca doa di akhir Ramadan.

Adapun doa akhir Ramadan yang dibaca Rasulullah sebagai berikut.

Allahumma la taj'al akhiral'ahdi min shiyamina iyyahu, fain ja'altahu fa'jalni marhuma, wa la taj'alni mahruma.

Artinya: "Ya Allah janganlah Engkau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir untuk kami berpuasa. Jika pun Engkau mentakdirkan ini Ramadhan terakhir, jadikanlah aku orang yang mendapat rahmat-Mu, jangan Engkau jadikan aku orang yang malang".

Kendati begitu, Islam membolehkan membaca doa apapun selama itu mengandung kebaikan saat penghujung Ramadan.

Keutamaan dan Amalan untuk Menghidupkan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan

Dikutip dari NU Online, Kitab Fathul Mu'in menyebut ada tiga amalan utama yang bisa dilakukan selama 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Pertama, memperbanyak sedekah. Sedekah bisa berupa mencukupi kebutuhan keluarga, berbuat baik terhadap kerabat dan tetangga, juga bisa pula dengan memberi sumbangan. Terlebih di saat-saat melawan krisis pandemi virus corona seperti sekarang.

Kedua, memperbanyak membaca Al Quran. Seperti yang dikatakan Imam An Nawawi, membaca Al Quran di akhir malam lebih baik dibanding membaca di awal malam. Sedangkan membaca Al Quran yang paling baik di siang hari dilakukan setelah salat subuh.

Ketiga, Memperbanyak i'tikaf. I'tikaf adalah berdiam diri dengan banyak berdzikir di masjid. Namun di tengah kondisi pandemi seperti ini, sebagian ulama mazhab Syafi'i memperbolehkan untuk beri'tikaf di ruangan khusus beribadah di dalam rumah.

Selain untuk menguatkan iman kita, Guru Besar Universitas Indonesia Profesor H Dadang Hawari menyebut bahwa i'tikaf juga bermanfaat untuk kesehatan jasmani dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Ini karena pikiran kira menjadi tenang dan membuang pikiran-pikiran kalut.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS