Lewat Studysaster, Guru dan Siswa Bantu Pencegahan Penyebaran Covid

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2020 | 21:32 WIB
Lewat Studysaster, Guru dan Siswa Bantu Pencegahan Penyebaran Covid
Studysaster. (Dok : Kemendikbud).

Suara.com - Tema hari pendidikan nasional tahun ini adalah “belajar dari covid-19. Tema tersebut dirasa sangat tepat, mengingat dampak dari virus ini memang terasa sangat masif. Dunia pendidikan pun sangat merasakan dampaknya, dimana mereka harus mengadopsi kegiatan belajar mengajar di rumah sebagai dampak adanya kebijakan physical distancing.

Namun, kegiatan belajar dirumah ini ternyata peserta didik juga memiliki kontribusi menekan penyebaran Covid-19.

Dilansir dari situs guruberbagi.kemendikbud.go.id. pembelajaran Studysaster berperan dengan harapan siswa mampu mengedukasi diri sendiri dan orang lain tentang Covid-19 dari hasil karya pembelajaran berupa puisi, cerpen, video, foto, poster, komik atau lainnya. Tentu dengan bimbingan secara daring oleh guru pengampu setiap mata pelajaran.

Nama Studysaster diambil dari akronim “study” yang dalam bahasa Indonesia berarti belajar, dan “disaster” berarti bencana. Model pembelajaran ini akan memudahkan guru untuk mengintegrasikan pendidikan bencana kesehatan Covid-19 dalam kegiatan pembelajaran.

Model pembelajaran Studysaster dapat didefinisikan sebagai sebuah tahapan pembelajaran yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar, untuk memaksimalkan pengintegrasian pendidikan kebencanaan (pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana) dalam kegiatan pembelajaran. Model ini mempunyai 6 langkah pembelajaran sebagai berikut:

Langkah pertama adalah identifikasi. Pada langkah mengidentifikasi, peserta didik bersama dengan guru mempelajari dan berdiskusi tentang definisi maupun jenis-jenis bencana yang ada dan penyebab terjadinya bencana. Yaitu bencana kesehatan Covid-19 yang kita alami saat ini. 

Berdiskusi tentang deskripsi kondisi tempat tinggal, lingkungan tempat tinggal, dan model pembelajaran Studysaster melalui media daring. Dari diskusi tersebut peserta didik dengan bimbingan guru mampu melakukan identifikasi resiko bencana kesehatan Covid-19 pada dirinya sendiri, maupun orang-orang di lingkungan tempat tinggalnya.

Kedua adalah mencari. Peserta didik melihat contoh-contoh pekerjaan atau tugas pembelajaran tentang bencana kesehatan Covid-19 di internet atau sumber lain yang relevan, sembari terus berdiskusi melalui media daring seperti group whatsapp, zoom atau google classroom.

Kegiatan tersebut akan memberikan stimulus dalam mencari dan memahami konsep memvisualkan/menuliskan ide sehingga menjadi sebuah karya yang dapat mengedukasi orang lain tentang Covid-19 bisa berupa poster, komik, video, music, puisi, cerpen atau karya hasil pembelajaran lainnya. Dilanjutkan mencari langkah atau teknik pembuatan karya tersebut melalui google, youtube, buku maupun sumber lain yang relevan.

Ketiga adalah merencanakan. Setelah peserta didik melakukan proses mencari referensi maka akan muncul ide/imajinasi awal untuk membuat konsep, pesan, tema dan visual yang akan dituangkan dalam sebuah karya hasil pembelajaran. Ide tentang karya kebencanaan kesehatan Covid-19 yang masih abstrak tersebut kemudian di visualkan/dituliskan dalam bentuk sketsa kasar atau kerangka tulisan, sebagai acuan dalam membuat karya pembelajaran.

Keempat adalah menciptakan. Setelah menemukan ide/pesan dan rencana karya yang akan dikerjakan, maka peserta didik mulai memvisualkan/menuliskan rancangan tersebut dalam media masing-masing.

Jika tugasnya berupa pembuatan puisi, maka medianya dapat berupa tulisan buku atau softfile, tugas berupa poster maka medianya di buku gambar, tugas membuat vlog dapat menggunakan handphone dengan hasil file video dan sebagainya. Karya pembelajaran tersebut hasil akhirnya harus berupa file digital, sehingga yang masih dalam bentuk manual diubah menjadi digital, misalnya tugas membuat puisi di buku tulis dapat digitalkan dengan diketik atau difoto.

Kelima adalah membagikan. Langkah share/membagikan merupakan kegiatan untuk mengedukasi orang lain secara luas. Peserta didik membagikan karya pembelajaran tentang bencana kesehatan Covid-19 yang dibuatnya kepada orang lain secara konvensional atau online. Peserta didik dapat mendiseminasikan karyanya secara langsung kepada orang-orang di rumahnya, juga membagikan karyanya melalui akun media sosial mereka seperti facebook, instagram, twitter, blog atau youtube. Sehingga dapat dilihat, dibaca dan mempengaruhi orang lain untuk ikut melakukan pencegahan Covid-19 dalam cakupan yang lebih luas tanpa harus melakukan pertemuan/kontak fisik.

Keenam adalah praktik pembelajaran. Karya pembelajaran tentang bencana Covid-19 tersebut wajib untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar yang mereka lakukan tidak hanya pada tataran konseptual saja. Seperti ketika membuat karya poster tentang langkah mencuci tangan yang baik dan benar, maka peserta didik harus melakukan cuci tangan sesuai yang sudah disampaikan dalam posternya. Selanjutnya kegiatan tersebut didokumentasikan berupa foto untuk di laporkan ke guru sebagai bukti dia sudah melakukan langkah practice/praktik.

Dengan Studysaster guru dapat berkontribusi nyata yang berdampak luas dalam pencegahan Covid-19. Satu guru akan membimbing banyak peserta didik untuk mengedukasi dirinya sendiri. Selanjutnya puluhan atau ratusan siswa tersebut akan mengedukasi orang disekitarnya, juga masyarakat luas melalui media sosial yang mereka miliki. Dengan cara seperti itu guru sebagai salah satu komponen bangsa, dapat dipastikan mempunyai peran strategis dalam melakukan edukasi pencegahan dan menekan penyebaran Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikenakan Wajib Lapor, Polisi Lepas Lagi 7 Orang yang Sempat Ditangkap KPK

Dikenakan Wajib Lapor, Polisi Lepas Lagi 7 Orang yang Sempat Ditangkap KPK

News | Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:58 WIB

Mendikbud : Tunjangan Profesi Guru Tidak Mengalami Pemotongan

Mendikbud : Tunjangan Profesi Guru Tidak Mengalami Pemotongan

News | Sabtu, 23 Mei 2020 | 07:30 WIB

Tanggapi Kritik, KPK Sebut MAKI Tak Paham Konstruksi Kasus OTT Pejabat UNJ

Tanggapi Kritik, KPK Sebut MAKI Tak Paham Konstruksi Kasus OTT Pejabat UNJ

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 23:17 WIB

Menteri Nadiem Ancam Berikan Sanksi ke Anak Buahnya yang Terima Gratifikasi

Menteri Nadiem Ancam Berikan Sanksi ke Anak Buahnya yang Terima Gratifikasi

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:22 WIB

Bagi-bagi THR ke Pejabat Kemendikbud, Kabag Kepegawaian UNJ Diciduk KPK

Bagi-bagi THR ke Pejabat Kemendikbud, Kabag Kepegawaian UNJ Diciduk KPK

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 06:16 WIB

Ini Peran Rektor UNJ Komarudin Terkait OTT KPK di Kemendikbud

Ini Peran Rektor UNJ Komarudin Terkait OTT KPK di Kemendikbud

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 06:06 WIB

Terkini

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:56 WIB

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB