alexametrics

Dokter Tirta: New Normal Itu Adaptasi, Bukan Pasrah dengan Covid-19

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah
Dokter Tirta: New Normal Itu Adaptasi, Bukan Pasrah dengan Covid-19
Dokter Tirta Mandira Hudhi. (Akun Youtube BNPB)

"Covid enggak bisa hilang layaknya TBC, DBD, malaria, HIV dan lain-lainnya. Dia hanya bisa dikontrol sampai dengan titik minimal..."

Suara.com - Dokter Tirta Mandira Hudhi yang kini menjadi relawan medis menganggap new normal merupakan sebuah adaptasi gaya baru dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, menurutnya, bagaimanapun virus tersebut tidak bisa hilang begitu saja, sementara kehidupan harus tetap berjalan.

Dia berujar, nantinya dalam new normal, pesebaran Covid-19 tetap bisa dikontrol agar tidak meningkat dengan tetap mengutamakan prokotol kesehatan dalam penerapannya.

Tirta mengatakan pandemi Covid-19 tak bisa menghilang secara cepat, maka masyarakat perlu mengendalikan penularan virus itu dengan menerapkan kehidupan new normal.

"Covid enggak bisa hilang layaknya TBC, DBD, malaria, HIV dan lain-lainnya. Dia hanya bisa dikontrol sampai dengan titik minimal. Untuk memutus rantai infeksi ini karena ini adalah yang hal yang baru maka kita dibutuhkan adaptasi yang baru ada, yaitu new normal," kata Tirta dalam siaran langsung di YouTube BNPB Indonesia, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga: Kepincut Pemulung, Bu Guru yang Mesum Malam Takbiran Tinggali Suami

Selain mengedepankan protokol kesehatan, edukasi ke masyarkat akan pentingnya menjaga kebersihan juga sangat diperlukan. Mulai dari cuci tangan pakai sabun, penggunaan masker hingga penjarakan fisik.

"Nah sambil kita menunggu kebijakannya sesuai dengan pemerintah misalkan pasar buka kita sebagai relawan mengedukasi seller mengedukasi pedagang untuk menjaga kebersihan diri dan konsumennya kita juga minta jaga kebersihan diri," kata Tirta.

Terlepas bakal segera diterapkannya new normal atau tidak, Tirta menjelaskan bahwa apa yang dimaksud dengan new normal bukan berarti menyerah dengan pasrah menerima keadaan di mana Covid-19 tidak bisa hilang. Melainkan merupakan cara beradaptasi agar tetap bisa menjalankan kehidupan.

"Yang paling penting adalah maksudnya menerima di sini bukan kita salaman sama Covid, bukan. Tetapi adalah saya akan menerangkan langsung maksudnya pak presiden, beliau kan bilang menerima itu bukan artian kita wis nerimo wae lah pasrah, bukan. Tetapi Covid ini dikontrol, dia akan selalu ada, supaya menjaga minimal kita tetap harus memutus rantai infeksi dengan cara apa? Adaptasi baru," kata Tirta.

Baca Juga: Sopir Mobil yang Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek Selamat, Ini Identitasnya

Komentar