- IDM memproyeksikan kenaikan 3-5% wisatawan ke destinasi cagar budaya, total sekitar 391.000 orang selama Lebaran.
- Fokus antisipasi lonjakan adalah penambahan kapasitas parkir Candi Prambanan hingga dua kali lipat dari 500 unit.
- Candi Prambanan akan ditutup total pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk menghormati Hari Suci Nyepi.
Suara.com - InJourney Destination Management (IDM) memproyeksikan arus wisatawan ke sejumlah destinasi cagar budaya akan meningkat signifikan selama libur Lebaran tahun ini. Kenaikan jumlah pengunjung ditargetkan mencapai 3 hingga 5 persen di seluruh destinasi yang dikelola.
Ratusan ribu wisatawan diperkirakan akan memadati sejumlah lokasi, mulai dari Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, hingga Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama IDM, Joel Siahaan, menyebut tren kunjungan tahun ini menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Total pengunjung yang kami perkirakan akan datang ke seluruh destinasi sekitar 391.000 orang. Angka ini meningkat sekitar 3 sampai 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Joel saat ditemui di kompleks Candi Prambanan, Sleman, DIY, Rabu (18/3/2026).
Mengantisipasi lonjakan tersebut, IDM memberi perhatian khusus pada aspek aksesibilitas dan kenyamanan, terutama di area parkir.
Direktur Operasi IDM, Indung Purwita Jati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema rekayasa lahan untuk menampung kendaraan wisatawan, baik rombongan maupun pribadi.
Penambahan kapasitas parkir menjadi salah satu langkah krusial yang disiapkan, khususnya di kawasan Candi Prambanan.
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, pengelola memutuskan untuk memperluas area parkir hingga dua kali lipat dari kapasitas normal yang tersedia saat ini.
“Penambahannya memang sampai dua kali lipat. Saat ini kapasitas existing sekitar 500 unit kendaraan roda empat,” ungkap Indung.
“Berdasarkan pengalaman kami, tahun ini sudah kami antisipasi minimal dua kali lipat untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung,” lanjutnya.
Meski dilakukan perluasan, Indung menegaskan bahwa seluruh titik parkir tambahan tetap berada di dalam kawasan kompleks Candi Prambanan. Hal ini dilakukan agar arus keluar-masuk pengunjung tetap teratur dan tidak menimbulkan kemacetan di jalan utama sekitar objek wisata.
Selain itu, IDM juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Personel keamanan tambahan akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk membantu mobilitas wisatawan yang datang selama musim libur.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan aparat setempat, mulai dari kepolisian, Forkopimda, hingga Dinas Perhubungan, untuk mengawal dan menyambut para pengunjung di Candi Prambanan,” tambah Indung.
Candi Prambanan Tutup saat Nyepi