Ini 4 Tahapan yang Disiapkan Wishnutama di Sektor Pariwisata

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 28 Mei 2020 | 17:38 WIB
Ini 4 Tahapan yang Disiapkan Wishnutama di Sektor Pariwisata
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio tiba di gedung KPK untuk menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Jakarta, Kamis (9/1). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan pihaknya akan menyiapkan empat tahapan untuk sektor pariwisata menuju tatanan normal baru. Ada sejumlah syarat agar destinasi wisata di daerah bisa dibuka di tengah pandemi covid-19.

"Tahapan ini tentunya harus dilalui oleh destinasi wisata tersebut. Tentu syaratnya destinasi wisata tersebut harus kondisi covidnya sudah membaik dengan berbagai macam parameter yang sudah disiapkan, sehingga nantinya tahapan-tahapan ini bisa kita lakukan," ujar Wishnutama usai mengikuti rapat terbatas melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Wishnutama mengatakan tahapan pertama adalah menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang akan diterapkan di berbagai macam sektor seperti hotel, restoran, hingga ekonomi kreatif.

"Berbagai macam bidang SOP tersebut itu banyak kaitannya ya. Misalnya di hotel, restoran, dan lain-lain yang akan diterapkan. Termasuk sampai berbagai macam bidang di pariwisata dan ekonomi kreatif," kata dia.

Kemudian tahapan kedua yakni melakukan simulasi dari SOP yang sudah disusun tersebut.

Tahapan ketiga yakni melakukan sosialisasi SOP kepada masyarakat baik kepada wisatawan maupun kepada pelaku usaha pariwisata. Selanjutnya tahap keempat yakni melakukan uji coba.

"Tentu kita akan memprioritaskan sekali lagi daerah-daerah yang sudah siap, karena kesiapan daerah adalah salah satu faktor yang sangat penting," tutur Wishnutama.

Lebih lanjut, Wishnutama mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala yang akan siap dalam beberapa waktu kedepan melakukan tahapan-tahapan tersebut.

"Karena itu kita sudah melakukan koordinasi dengan beberapa kepala yang akan siap dalam beberapa waktu ke depan untuk lakukan tahapan-tahapan ini," kata Wishnutama.

Selain itu, Wishnutama memastikan pihaknya akan memperhatikan kesehatan, kebersihan, dan keselamatan dalam menyiapkan tahapan-tahapan menuju tatanan normal baru.

"Beberapa hal yang menjadi concern utama adalah faktor kebersihan, kesehatan, dan keselamatan atau kita menyebutnya clean health and safety. itu adalah hal yang sangat penting yang sedang kita persiapkan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jimi Lebaran di Kuburan, Tak Ketemu Keluarga karena Urus Jenazah Corona

Jimi Lebaran di Kuburan, Tak Ketemu Keluarga karena Urus Jenazah Corona

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:04 WIB

Mau Terapkan New Normal, Pemerintah Diminta Terbuka Soal Infomarsi Covid-19

Mau Terapkan New Normal, Pemerintah Diminta Terbuka Soal Infomarsi Covid-19

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:00 WIB

Klorokuin Diberikan untuk Pasien Covid-19 di Indonesia, Berapa Dosisnya?

Klorokuin Diberikan untuk Pasien Covid-19 di Indonesia, Berapa Dosisnya?

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 16:59 WIB

Pakar: Asal Virus Corona Covid-19 Mungkin Bukan dari China

Pakar: Asal Virus Corona Covid-19 Mungkin Bukan dari China

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 17:30 WIB

Terkini

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:59 WIB

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:35 WIB

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:31 WIB

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB