Khusus untuk Ibadah Pribadi, Singapura Buka Kembali Masjid Mulai 2 Juni

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti
Khusus untuk Ibadah Pribadi, Singapura Buka Kembali Masjid Mulai 2 Juni
Masjid Sultan Singapura. (Pixabay.com/ScribblingGeek/24 images)

Masjid akan dibuka secara terbatas mulai pukul 13.00 siang hingga 18.00 malam

Suara.com - Masjid-masjid di Singapura akan dibuka kembali mulai Selasa (2/6) mendatang. Ruang salat akan dibuka secara terbatas, khusus untuk ibadah pribadi.

Menyadur Channel News Asia, langkah ini merupakan rangkaian pelonggaran setelah berakhirnya masa pembatasan Singapura.

Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) mengatakan pembukaan masjid pada fase pertama pelonggaran ini akan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang maksimal, guna meminimalisir adanya gelombang kedua.

Dalam fase pertama yang akan berjalan mulai 2 hingga 7 Juni ini, masjid beroperasi mulai pukul 13.00 siang hingga 18.00 malam, dengan menyediakan lima zona ibadah pribadi.

Setiap zona ibadah pribadi, hanya boleh menampung maksimal lima orang saja.

Mengingat terbatasnya ruang ibadah yang disediakan, MUIS mendesak masyarakat agar memprioritaskan pekerja yang tidak dapat menunaikan salat di tempat kerja seperti pengemudi layanan pengiriman, ojek hingga taksi online.

Ilustrasi salat, sholat, ibadah. [Shutterstock]
Ilustrasi salat, sholat, ibadah. [Shutterstock]

Kemudian, kelompok rentan seperti lansia dan anak muda tidak dianjurkan untuk beribadah di masjid selama fase pertama ini.

"Para lansia, yang sangat rentan terhadap infeksi, sangat tidak dianjutkan darang ke masjid selama fase pertama pembukaan untuk keamaan mereka," ujar MUIS.

Selain ibadah pribadi, layanan pra-sekolah di 15 taman kanak-kanak yang berbasis di masjid jug akan dibuka kembali mulai 2 Juni, sesuai dengan pedoman Badan Pengembangan Anak Usia Dini.

MUIS menyebut ibadah salah Jumat masih belum diizinkan pada pembukaan fase pertama ini.

Pembukaan fase kedua kemudian akan dimulai pada 8 Juni, di mana sebagian besar masjid akan dibuka untuk salat lima waktu.

Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di masjid, pemerintah Singapura akan melalukan desinfeksi ruang secara rutin, menerapkan pemeriksaan fisik dan suhu, serta menggunakan sistem SafeEnrty.

Dengan SafeEntry, para jamaah diwajibkan membawa kartu identitas atau dokumen identifikasi pribadi yang nantinya akan dipindai oleh sistem.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS