Viral Sopir Ojol Pasang Sekat Plastik Malah Diprotes, Publik: New Normal

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:55 WIB
Viral Sopir Ojol Pasang Sekat Plastik Malah Diprotes, Publik: New Normal
Sopir ojol pasang pembatas plastik. (Instagram/@newdramaojol.id)

Suara.com - Aksi mencuri perhatian ditunjukkan oleh sopir ojek online di tengah pandemi virus corona yang belum mereda. Kali ini, seorang sopir ojol tampak menggunakan pambatas atau sekat plastik yang dipasangkan di jaketnya.

Aksi tersebut kekinian viral di media sosial. Salah satunya ditunjukkan lewat uanggahan akun Instagram @newdramaojol.id, Kamis (28/5/2020).

Dalam foto yang beredar, tampak seorang sopir ojol yang mengenakan atribut identitasnya juga memakai masker dan sarung tangan berwarna putih.

Selain itu, ia menggendong pembatas yang terbuat dari plastik di balik punggungnya. Saat menaiki sepeda motor, pembatas itu menyerupai tameng yang digunakan untuk melindungi diri dari kontak fisik penumpang.

Melihat potret itu, warganet ramai berspekulasi bahwa cara sopir ojol tersebut merupakan sebuah strategi untuk menghadapi new normal yang santer digaungkan pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"New normal," tulis @newdramaojol.id seperti dikutip Suara.com.

Seperti diketahui, skenario new normal atau tatanan hidup baru kekinian tengah menjadi perbincangan lantaran hendak diterapkan di sejumlah daerah.

Meski begitu, tak sedikit warganet yang memprotes pemasangan pembatas plastik tersebut karena dianggap membahayakan.

Sopir ojol pasang pembatas plastik. (Instagram/@newdramaojol.id)
Sopir ojol pasang pembatas plastik. (Instagram/@newdramaojol.id)

Seperti akun @schatzi_n_albys yang mengatakan, "Kalau benar aplikator ngeluarin begini, bisa mikir gak kalo iyu gak aerodimanis dan membahayakan".

baca juga

"@grabid apa gak bahaya kalau terjadi kecelakaan, pecahannya itu hlo..bahan plat nomor (TNKB) aja berbahaya dan sekarang masih kontroversi," timpal @wisnupamungkas.

Adapun warganet lainnya menilai pembatas itu malah merepotkan penumpang yang memanfaatkan ojol.

"Bicara sama kang ojol makin belibet nih. Aswesweswe??? Iya bro, saya dari tadi pagi nariknya," kata @milrco.

"Kok keliatannya ribet ya min," kata @cfazry_12.

Sejak dibagikan, potret sopir ojol itu telah mendapat 4,7 ribu likes. Namun, hingga berita ini disusun belum didapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai pembatas plastik tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal New Normal, Arie Kriting : Istilah Boleh Berganti, Corona Tak Mau Tahu

Soal New Normal, Arie Kriting : Istilah Boleh Berganti, Corona Tak Mau Tahu

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:11 WIB

Jelang New Normal, Bappenas Buat Protokol Covid Agar Warga Bisa Aman

Jelang New Normal, Bappenas Buat Protokol Covid Agar Warga Bisa Aman

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:58 WIB

Pemerintah Canangkan New Normal, Polres Sleman Lakukan Ini ke Masyarakat

Pemerintah Canangkan New Normal, Polres Sleman Lakukan Ini ke Masyarakat

Jogja | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:15 WIB

Respons Pekerja soal New Normal: Banyak Rakyat Bisa Mati karena Virus

Respons Pekerja soal New Normal: Banyak Rakyat Bisa Mati karena Virus

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:44 WIB

Masyarakat Sudah Pentahelix, Pemerintah Harus Satu Komando dan Konsisten

Masyarakat Sudah Pentahelix, Pemerintah Harus Satu Komando dan Konsisten

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:29 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×