Respons Pekerja soal New Normal: Banyak Rakyat Bisa Mati karena Virus

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:44 WIB
Respons Pekerja soal New Normal: Banyak Rakyat Bisa Mati karena Virus
Ilustrasi--sejumlah pekerja menggunakan masker melintas di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Selasa (3/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Pemerintah akan menerapkan skema new normal atau era tatanan baru yang diklaim mampu berdampingan dengan pandemi virus Covid-19. Wacana tersebut kini sedang gencar digaungkan oleh pemerintah.

Terkait wacana tersebut, sejumlah pihak turut memberikan sorotan. Salah satunya adalah pekerja yang kini kantornya tidak lagi menerapkan kebijakan work from home atau bekerja dari rumah.

Rizky (27), salah satu pekerja yang bekerja untuk perusahaan salah satu media hingga kini belum paham soal wacana new normal. Dia berpendapat, wacana new normal ala pemerintah bertujuan untuk apa --karena tak ada penjelasan lebih gamblang dan detil.

"Saya kurang paham soal new normal yang digaungkan pemerintah. New normal maksud dan tujuannya itu apa, pemerintah belum terbuka soal ini dan belum bisa menjelaskan. lagi pula tidak ada rujukan new normal itu dalam aturan," ujar Rizky kepada Suara.com, Jumat (29/5/2020).

Rizky pun masih belum paham ihwal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyatakan masyarakat harus berdamai dengan virus Corona. Bagi dia, berdamai dengan virus corona adalah bentuk pasrah pada keadaan saat ini.

"Saya tidak paham apa yang di rencanakan pemerintah terkait new normal ini. Damai sama corona itu sama dengan pasrah dengan keadaan yang ada. Bukankah harusnya kita meningkatkan penanganan terkait virus, bukan berdamai," jelasnya.

Rizky berpendapat, seharusnya pemerintah melakukan kajian yang matang jika ingin menerapkan new normal. Dia mencontohkan, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yant diberlakukan di sejumlah wilayah belum efektif --sebab kasus positif Covid-19 selalu bertambah setiap harinya.

"Pemberlakuan new normal tanpa kajian yang matang adalah kecerobohan dan bisa memperparah keadaan. Rakyat bisa banyak mati karena virus. Sekarang aja pemerintah belum jelas soal new normal, beberapa daerah masih PSBB dampaknya maayarakat juga melihat ini tidak jelas. Apalagi kasus corona di Indonesia itu sangat tinggi," beber Rizky.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan belum akan melonggarkan kebijakan PSBB yang berlaku di sejumlah daerah di Tanah Air.

baca juga

Namun, Kepala Negara juga mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan berdasarkan data dan fakta di lapangan untuk menentukan periode terbaik bagi periode tahapan masyarakat kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19.

"Kita harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita keliru memutuskan. Tapi kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini. Kondisi yang terkena PHK dan kondisi masyarakat yang menjadi tidak berpenghasilan lagi. Ini harus dilihat," ujar Jokowi dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 15 Mei 2020.

Lebih lanjut Presiden mengatakan, nantinya, masyarakat di Indonesia bisa beraktivitas normal kembali namun harus menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan bahwa terdapat potensi bahwa virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

"Informasi terakhir dari WHO yang saya terima bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya kita harus berdampingan hidup dengan Covid-19. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan Covid. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Sudah Pentahelix, Pemerintah Harus Satu Komando dan Konsisten

Masyarakat Sudah Pentahelix, Pemerintah Harus Satu Komando dan Konsisten

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:29 WIB

Penerapan New Normal di Area Stasiun, Penumpang KRL Kini Diawasi Tentara

Penerapan New Normal di Area Stasiun, Penumpang KRL Kini Diawasi Tentara

Video | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:25 WIB

Bersiap New Normal, Siswa di Bekasi Diminta Belajar Satu Meja Sendiri

Bersiap New Normal, Siswa di Bekasi Diminta Belajar Satu Meja Sendiri

Jabar | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:06 WIB

New Normal, 75 Persen Kantor Cabang Bank Mandiri Akan Kembali Beroperasi

New Normal, 75 Persen Kantor Cabang Bank Mandiri Akan Kembali Beroperasi

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2020 | 12:49 WIB

Patuhi Aturan di Masa New Normal, Penumpang KRL Kini Diawasi Tentara

Patuhi Aturan di Masa New Normal, Penumpang KRL Kini Diawasi Tentara

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 11:55 WIB

PSBB Diganti New Normal, Indro Warkop: Wadauw

PSBB Diganti New Normal, Indro Warkop: Wadauw

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2020 | 11:53 WIB

Jokowi Terima Usulan 245 PSN Baru: Harus Betul-betul Dihitung

Jokowi Terima Usulan 245 PSN Baru: Harus Betul-betul Dihitung

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 11:49 WIB

Dilarang saat New Normal, Penumpang Masih Berkerumun dan Ngobrol di KRL

Dilarang saat New Normal, Penumpang Masih Berkerumun dan Ngobrol di KRL

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 11:27 WIB

Jelang New Normal di KRL, Stasiun Manggarai Mulai Ramai Lagi

Jelang New Normal di KRL, Stasiun Manggarai Mulai Ramai Lagi

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 10:50 WIB

New Normal Gagal, Korea Selatan Terapkan Lagi Pembatasan Sosial

New Normal Gagal, Korea Selatan Terapkan Lagi Pembatasan Sosial

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 11:19 WIB

Terkini

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah

Siswa Disabilitas Psikososial Diduga Didiskriminasi Sekolah

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

Dari Pajero ke Land Cruiser, Bupati Kuansing Disebut 'Main' Jual Beli Jabatan Sejak 2021

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:41 WIB

Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M

Tukar Jabatan dengan Land Cruiser, Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Rp2,75 M

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:34 WIB

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan: Pemilik Laporkan Dugaan Pencurian Pelat Besi Rp230 Juta

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:48 WIB

Kisah Siswa Sekolah Rakyat Ditayangkan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor

Kisah Siswa Sekolah Rakyat Ditayangkan pada Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Bogor

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:48 WIB

×