Sekolah Bakal Dibuka Lagi saat New Normal, Emak-emak Resah

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:56 WIB
Sekolah Bakal Dibuka Lagi saat New Normal, Emak-emak Resah
Petugas merapikan kursi diruang kelas SMP 216 Jakarta Pusat, Senin (16/3). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Wacana dibukanya kembali sekolah untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) membuat sejumlah pihak khawatir, terutama orang tua murid dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan pembukaan kembali proses belajar mengajar di sekolah pada bulan Juli berisiko besar bagi keselamatan anak-anak.

"Kita memang akan bisa memastikan kenormalan baru, tapi kalau untuk sekolah di bulan Juli rasanya itu sebuah risiko besar mempertaruhkan keselamatan anak-anak kita," kata Retno dikutip Suara.com dari tayangan Top News Metro TV, Jumat (20/5/2020).

Sementara itu, sejumlah orang tua murid juga mengungkapkan kekhawatiran yang sama jika anak-anak harus masuk kembali ke sekolah dalam waktu dekat.

Seperti yang disampaikan oleh Financial Trainer Liigwina Hananto. Ia berpendapat bahwa penyakit lebih mudah menyebar di sekolah sehingga wacana masuk sekolah lebih baik ditunda dahulu.

"Please. Mau new normal-new normalan. Please. Buat anak-anak enggak usah dulu yah. Please. Orang dewasa aja susah ngasih tahunya. Gimana anak-anak yang tiga bulan enggak ketemu teman-temannya? Semua yang punya anak tahu campak, cacar, flu, nyebar cepat sekali di sekolah. Gimana covid-19?" tulis Ligwina melalui Twitter, Kamis (28/5/2020).

Meski memiliki kekhawatiran itu, Ligwina mengaku sudah berbicara dengan pihak sekolah anaknya yang mengatakan belum akan membuka sekolah sampai tahun ajaran depan.

"Tapi kalau anak-anak sekolah lain gimana?? Serem beneran ini woy. Iya sekarang waktunya ngatain gue ibu-ibu rempong. I dare you. Huh," imbuh Ligwina.

Unggahan Ligwina memprotes soal sekolah yang akan dibuka kembali.
Unggahan Ligwina memprotes soal sekolah yang akan dibuka kembali.

Keresahan ini ternyata juga diamini oleh sejumlah orang tua murid lainnya di sosial media. Tak jarang yang mengaku bahwa anak-anak cukup sulit untuk diberi pengertian mengenai penyebaran virus corona ini.

baca juga

"Iyes banget! Ngobrol online di WA grup, Instagram, Zoom, ata Google Meet aja hebohnya udah ngalahin emak-emaknya arisan. Gimana ketemu fisik di sekolah saat sebelum atau sesudah masuk kelas? Pakai masker aja masih melorot :(. Tapi tumben KPAI komentarnya bener," keluh seorang warganet.

Sementara itu seorang pengguna Twitter lain berpendapat, "Udah bertekad sih, walau sekolah mulai Juli, kalau angka positif masih tinggi, aku bakal izin ke sekolah, minta tetap sekolah online. Peduli setan sama urusan nilai, KKM, dan lain-lain. Keselamatan dan kesehatan lebih utama. Nyuruh anak SD PHBS di sekolah itu semacam mimpi soalnya."

"Benar banget Mbak Wina. Saya sebagai guru SD Negeri dengan siswa 36 di kelas dan punya anak sekolah TK, enggak tenang banget sama ketidakpastian macam begini. Pendidikan mundur beberapa bulan apa salahnya dibanding keselamatan generasi penerus bangsa," ungkap warganet yang mengaku sebagai guru SD.

Untuk diketahui, meski belum ada kepastian dari pemerintah pusat, namun beberapa sekolah dan perusahaan mulai memikirkan rencana untuk menghadapi new normal yang digadang-gadang oleh Presiden Jokowi.

Adapun pemerintah melalui Kemenkes juga sudah menyiapkan Protokol Kesehatan di lingkungan sekolah sebagai berikut.

Ilustrasi konsep new normal (Shutterstock)
Ilustrasi konsep new normal (Shutterstock)

Panduan New Normal Kemenkes untuk Institusi Pendidikan

1. Menyediakan sarana cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol di beberapa spot.

2. Membersihkan handel pintu, saklar lampu, komputer, meja, keyboard, dan fasilitas lain yang sering tersentuh tangan minimal 1 kali sehari dengan disinfektan.

3. Melakukan skrining harian, yaitu apabila ada siswa, guru, atau karyawan yang memiliki gejala demam di atas 38 derajat, batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain, maka diminta untuk tidak pergi ke sekolah.

4. Warga sekolah dilarang berbagi makanan, minuman, termasuk peralatan makan, minum dan alat musik tiup yang akan meningkatkan risiko penularan COVID-19.

5. Warga sekolah dilarang melakukan kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, atau berpelukan.

6. Menunda kegiatan yang berpotensi mengumpulkan banyak orang seperti berkemah atau studi wisata.

7. Memastikan makanan yang ada di sekolah merupakan makanan yang sehat dan sudah dimasak sampai matang.

8. Bagi guru atau karyawan yang memiliki gejala COVID-19 dan tinggal di area zona merah diminta untuk tetap melakukan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal New Normal, Arie Kriting : Istilah Boleh Berganti, Corona Tak Mau Tahu

Soal New Normal, Arie Kriting : Istilah Boleh Berganti, Corona Tak Mau Tahu

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:11 WIB

Jelang New Normal, Bappenas Buat Protokol Covid Agar Warga Bisa Aman

Jelang New Normal, Bappenas Buat Protokol Covid Agar Warga Bisa Aman

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:58 WIB

Pemerintah Canangkan New Normal, Polres Sleman Lakukan Ini ke Masyarakat

Pemerintah Canangkan New Normal, Polres Sleman Lakukan Ini ke Masyarakat

Jogja | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:15 WIB

Respons Pekerja soal New Normal: Banyak Rakyat Bisa Mati karena Virus

Respons Pekerja soal New Normal: Banyak Rakyat Bisa Mati karena Virus

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:44 WIB

Masyarakat Sudah Pentahelix, Pemerintah Harus Satu Komando dan Konsisten

Masyarakat Sudah Pentahelix, Pemerintah Harus Satu Komando dan Konsisten

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:29 WIB

Terkini

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

×