'Hancur' Akibat Wabah Corona, Warga Brasil Teriak Kelaparan

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Sabtu, 30 Mei 2020 | 17:40 WIB
'Hancur' Akibat Wabah Corona, Warga Brasil Teriak Kelaparan
Ilustrasi kelaparan. [Shutterstock]

Suara.com - Pandemi virus corona covid-19 benar-benar menghancurkan Brasil. Di kawasan Timur Laut nan kering dan gersang, warga miskin berteriak kelaparan.

Menyadur Medical Express, Brasil kini menjadi negara kedua dengan kasus Covid-19 terbanyak setelah Amerika Serikat.

Hingga Sabtu (30/5/2020), Brasil telah mencatatkan 468.338 kasus infeksi di mana 27.944 orang meninggal dunia.

Pandemi virus Corona tak hanya memuluk wilayah tenggara Brasil yang diisi mayoritas orang-orang berduit. Wilayah timur laut turut 'hancur' dan bahkan kondisinya jauh lebih memprihatinkan.

Di bagian timur laut Brasil, terdapat 7,7 juta orang miskin dengan rata-rata penghasilan kurang dari dua dolar Amerika Serikat perhari.

Pembatasan sosial dan lockdwon demi memutus rantai infeksi virus Corona telah membuat warga miskin Brasil kian terhimpit. Mereka kini kelaparan.

"Dalam 26 tahun, saya belum pernah melihat begitu banyak orang hidup dalam ketakutan, begitu banyak orang kelaparan," kata Alcione Albanesi, pendiri badan amal Amigos do Bem dikutip dari Medical Express, Sabtu (30/5/2020).

"Semuanya berhenti. Tapi kelaparan tidak berhenti."

Kasus virus Corona di Brasil cetak rekor baru. (Anadolu Agency/Jose Antonio de Moraes)
Kasus virus Corona di Brasil cetak rekor baru. (Anadolu Agency/Jose Antonio de Moraes)

Dalam keadaan sulit di tengah pandemi, warga timur laut Brasil kini mengandalkan bantuan dari berbagai organisasi non-profit, seperti Amigos do Bem.

baca juga

Amigos do Bem mendistribusikan persediaan makanan, air, dan kebersihan kepada masyarakat di Sertao yang panas dan kering.

Mereka juga mendistribusikan hal serupa di wilayah pedalaman tempat banyak keluarga mencari nafkah dengan bertani di tanah yang retak dan tak kenal ampun.

Nasib sulit warga di wilayah timur laut Brasil turut dikaitkan dengan tensi politik di mana Presiden Jair Bolsonaro secara terang-terangan tidak menyukai warga Afro-Brasil.

[BBC]
[BBC]

Bolsonaro sempat menganggap warga timur laut tak bisa melakukan apa-apa dan bercanda dengan menyebut anggota parlemen kulit hitam sebagai budaknya.

Para gubernur di kawasan itu pada akhirnya meluncurkan komite ahli untuk menanggapi krisis, yang diketuai oleh salah satu dokter terkenal Brasil, ilmuwan saraf Miguel Nicolelis.

"Timur laut tidak mendapat banyak bantuan keuangan dari pemerintah federal ... karena permusuhan politik ini," kata Nicolelis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Partai Komunis Pimpin Rakyat Kerala India Menang Lawan Virus Corona

Cara Partai Komunis Pimpin Rakyat Kerala India Menang Lawan Virus Corona

News | Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:35 WIB

Setelah 5 Hari Kelaparan karena Corona, Relawan Selamatkan Nenek 94 Tahun

Setelah 5 Hari Kelaparan karena Corona, Relawan Selamatkan Nenek 94 Tahun

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:18 WIB

Pelaku Pedofil Mengintai Anak-anak di Tengah Lockdown Corona

Pelaku Pedofil Mengintai Anak-anak di Tengah Lockdown Corona

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 14:29 WIB

Terkini

Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital

Ramainya Bisnis Kuliner Jadi Peluang Perbankan Perluas Transaksi Digital

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB

Laut Itu Terlalu Luas, Ketika Anak-anak Firdaus Wajidi Menatap Titik Terakhir Sang Ayah Berkarya

Laut Itu Terlalu Luas, Ketika Anak-anak Firdaus Wajidi Menatap Titik Terakhir Sang Ayah Berkarya

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:22 WIB

PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini

PM2.5 Turun Usai Dry Ice Diuji, Kabut Asap Palembang Masih Berbahaya Hari Ini

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Dari Kode Kupon Menjadi Mitra Hemat: BARAKATALAN Menghubungkan Pembeli Online dengan Peluang Hemat

Dari Kode Kupon Menjadi Mitra Hemat: BARAKATALAN Menghubungkan Pembeli Online dengan Peluang Hemat

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:19 WIB

Dana Darurat untuk Karhutla Kalimantan hingga Banjir Aceh-Sumatera Diduga Jadi Bancakan Oknum BNPB

Dana Darurat untuk Karhutla Kalimantan hingga Banjir Aceh-Sumatera Diduga Jadi Bancakan Oknum BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Rilis 9 November! NCT Dream Siap Comeback Lewat Album Dream After Dream

Rilis 9 November! NCT Dream Siap Comeback Lewat Album Dream After Dream

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Royal Enfield Meluncurkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun

Royal Enfield Meluncurkan Hypershift Classic 650 Edisi Peringatan 125 Tahun

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Bikin Rugi Negara, Pemerintah Didesak Pembangunan 3 PLTU di Sumatra

Bikin Rugi Negara, Pemerintah Didesak Pembangunan 3 PLTU di Sumatra

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:13 WIB

IHSG Anjlok, Wamen Drajad Tuding MSCI Tak Selalu Benar

IHSG Anjlok, Wamen Drajad Tuding MSCI Tak Selalu Benar

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Urutan Skincare Pagi Wardah agar Wajah Awet Muda dan Cerah di Usia 45 Tahun

Urutan Skincare Pagi Wardah agar Wajah Awet Muda dan Cerah di Usia 45 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 17:07 WIB

×