Menteri Luhut Bongkar Alasan Persulit Warga Datang ke Jakarta

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Rabu, 03 Juni 2020 | 11:38 WIB
Menteri Luhut Bongkar Alasan Persulit Warga Datang ke Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) mengungkap alasan pemerintah mempersulit warga datang ke DKI Jakarta di tengah pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Menurut LBP, keputusan tersebut dikeluarkan semata-mata untuk mewaspadai gelombang kedua virus corona.

Klaim tersebut disampaikan LBP ketika melakukan dialog virtual dengan persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) belum lama ini.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan adanya gelombang kedua penyebaran virus corona meski grafik di sejumlah negara menunjukkan penurunan.

"Beberapa titik baru yang bermunculan dan riset menunjukkan adanya gelombang kedua virus corona," kata LBP seperti dikutip Suara.com dari kanal YouTube Kompas TV, Rabu (3/6/2020).

Berdasar temuan tersebut, kata LBP, pemerintah melakukan pencegahan salah satunya dengan mempersulit warga atau pemudik kembali ke Jakarta.

"Itu sebabnya kalau bapak lihat, pemerintah sangat berhati-hati seperti orang kembali mudik. Kita persulit untuk datang ke Jakarta karena ada episentrum baru di Jawa Timur. Nah ini tujuannya di sana," imbuhnya.

Kendati begitu, lanjut LBP, ia menampik tudingan yang menyebutkan bahwa pemerintah tak konsisten dalam penanganan pandemi virus corona.

LBP ingatkan warga warpada terhadap gelombang kedua virus corona. (YouTube/KompasTV)
LBP ingatkan warga warpada terhadap gelombang kedua virus corona. (YouTube/KompasTV)

Pasalnya, menurut LBP berbagai kebijakan yang dikeluarkan merujuk pada data Covid-19 yang polanya dinamis dari waktu ke waktu.

baca juga

"Kalau kita dibilang seperti berubah-ubah, tidak. Karena memang dinamika. Berkali-kali saya sampaikan di publik, dinamika dari Covid-19 ini memang sangat tinggi," ujar LBP, memungkasi.

LBP Klaim Virus Indonesia Terus Menurun

LBP mengklaim tren kasus COVID-19 di Indonesia terus menurun, bahkan rata-rata sekitar 600 kasus per hari dalam tujuh hari terakhir.

Oleh karena itu, menurut dia, rencana pemberlakuan tatanan new normal (normal baru) bisa dilakukan dengan rujukan data tersebut.

"Kalau kita mau melakukan new normal, kita tidak melakukan itu tanpa dasar. Semua kita lakukan dengan dasar angka atau data," katanya dalam webinar yang digelar Selasa (2/6) malam.

LBP menjelaskan rata-rata kasus Covid-19 dalam tujuh hari terakhir mencapai sekitar 600 kasus per hari.

Jumlah tes juga terus ditingkatkan menjadi 10 ribu tes per hari dan terus didorong agar meningkat hingga 14 ribu-15 ribu tes. Begitu juga dengan 28 laboratoriumm telah beroperasi.

Ia menegaskan, meski pemerintah menetapkan regulasi untuk mengubah perilaku masyarakat melalui new normal kedisiplinan masyarakat  menjadi tetap faktor utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang New Normal, UGM Usulkan Kebijakan Transportasi Humanitarian

Jelang New Normal, UGM Usulkan Kebijakan Transportasi Humanitarian

Jogja | Rabu, 03 Juni 2020 | 11:05 WIB

Dokter: Kalau Mau Terapkan New Normal, Masyarakat Harus Cerdas

Dokter: Kalau Mau Terapkan New Normal, Masyarakat Harus Cerdas

Health | Rabu, 03 Juni 2020 | 10:23 WIB

Tempat Ibadah Boleh Dibuka Saat New Normal, Ini Syaratnya

Tempat Ibadah Boleh Dibuka Saat New Normal, Ini Syaratnya

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 10:03 WIB

85 Persen Kantor BRI Beroperasi dengan Protokol The New Normal

85 Persen Kantor BRI Beroperasi dengan Protokol The New Normal

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2020 | 10:01 WIB

New Normal Jabar: Mal Diawasi, Bioskop dan Karaoke Dilarang Buka

New Normal Jabar: Mal Diawasi, Bioskop dan Karaoke Dilarang Buka

Jabar | Rabu, 03 Juni 2020 | 09:25 WIB

Terkini

Review Film Whalefall: Pengalaman Menegangkan Berada di Perut Mamalia Laut

Review Film Whalefall: Pengalaman Menegangkan Berada di Perut Mamalia Laut

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:05 WIB

BRI Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih

BRI Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih

Jabar | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Menjajal 5G di Kereta Jogja-Solo, XLSMART Tembus 200 Mbps

Menjajal 5G di Kereta Jogja-Solo, XLSMART Tembus 200 Mbps

Jogja | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Membangun Ekonomi dari Desa, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih

Membangun Ekonomi dari Desa, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih

Banten | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:01 WIB

Harta Maruli Simanjuntak Rp81,12 Miliar, Nyaris 12 Kali Lipat dari KSAD Tandyo Budi Revita

Harta Maruli Simanjuntak Rp81,12 Miliar, Nyaris 12 Kali Lipat dari KSAD Tandyo Budi Revita

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Kulit Dehidrasi? Ini 4 Krim Malam Hyaluronic Acid Penyelamat Skin Barrier

Kulit Dehidrasi? Ini 4 Krim Malam Hyaluronic Acid Penyelamat Skin Barrier

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Alarm Kebebasan Pers Era Prabowo, Lembaga Dunia Desak Penuhi 4 Tuntutan Ini

Alarm Kebebasan Pers Era Prabowo, Lembaga Dunia Desak Penuhi 4 Tuntutan Ini

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Bangun Indonesia dari Desa, BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih

Bangun Indonesia dari Desa, BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan lewat Koperasi Merah Putih

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:57 WIB

BGN Bantah Gedung Meledak di Pasar Cimanggis Ciputat Terkait MBG

BGN Bantah Gedung Meledak di Pasar Cimanggis Ciputat Terkait MBG

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Apa Bedanya Pelembap Sariayu Mawar vs Jeruk? Pilih yang Paling Cocok untuk Kulitmu

Apa Bedanya Pelembap Sariayu Mawar vs Jeruk? Pilih yang Paling Cocok untuk Kulitmu

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:55 WIB

×