Nurhadi Tanpa Perlawanan saat Ditangkap Novel, Pak RW: Diborgol Diam Aja

Agung Sandy Lesmana | Bagaskara Isdiansyah
Nurhadi Tanpa Perlawanan saat Ditangkap Novel, Pak RW: Diborgol Diam Aja
Rumah tempat Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK di Jalan Simprug Golf 17, Nomor 1, RW.08, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (Suara.com/Bagaskara)

Kendati begitu, menurut Bambang, saat ditangkap tim KPK Nurhadi dan menantunya tak melakukan perlawanan.

Suara.com - Pelarian eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono akhirnya terhenti setelah ditangkap penyidik KPK pada Senin (1/6/2020) malam.

Mertua dan menantu yang menjadi buronan KPK itu ditangkap di sebuah rumah mewah di Jalan Simprug Golf 17, RW 08, Nomor 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penangkapan terhadap Nurhadi dan Rezky itu dipimpin langsung oleh penyidik senior KPK, Novel Baswedan

Bambang Wahyudi, Ketua RW setempat mengaku menyaksikan langsung ketika Nurhadi dan menantunya ditangkap tim KPK.

Bambang juga membeberkan ketika Novel dan anak buahnya menyatroni Nurhadi dan Rekzy.

Menurutnya, saat itu keadaan rumah yang diklaim milik Nurhadi sempat terkunci dan tak bisa dibuka. Akhirnya tim KPK yang disaksikan Bambang membuka secara paksa.

Kendati begitu, menurut Bambang, saat ditangkap tim KPK Nurhadi dan menantunya tak melakukan perlawanan.

"Enggak, enggak (melakukan perlawanan) diam saja sih saya lihat. Diborgol juga diam aja," kata Bambang saat ditemui Suara.com di lokasi penangkapan Nurhadi. 

Dia mengatakan, proses penangkapan itu cukup lama dimulai dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

"Saya dari jam 21.00 malam sampai jam 06.00 pagi saksiin," katanya.

Bambang mengaku awalnya dirinya dikabarkan Ketua RT setempat ketika petugas KPK hendak menyergap Nurhadi dan menantunya.

"Awalnya tim KPK datang, kebetulan saya lagi di kelurahan ditelepon sama hansip saya terus saya datang pak RT datang. Yaudah ini komplit terus masuk," kata dia.

Dia pun mengaku sempat syok ketika melihat Novel Baswedan di lokasi penangkapan.

"Saya sempet kaget juga, eh Pak Novel. Saya salamin terus dia ngejelasin (giat penangkapan), saya bilang silakan-silakan. Saya kan enggak lupa dari matanya," ungkap Bambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan dua buronan dalam kasus suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung tahun 2011-2016 itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

"Tadi usai maghrib saya diminta teman-teman satgas penyidik untuk ke kantor, berdiskusi rencana penangkapan. Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD (Nurhadi) dan menantunya, RH (Rezky Herbiyono)," kata Nawawi saat dihubungi wartawan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS