WNI Dianiaya Teman Baiknya di Australia Gara-gara Hand Sanitizer

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Kamis, 04 Juni 2020 | 12:04 WIB
WNI Dianiaya Teman Baiknya di Australia Gara-gara Hand Sanitizer
Warga negara Indonesia (WNI) di Australia, Harry Sumantri harus menderita retak tulang tengkorak dan patah tangan setelah berkelahi dengan temannya gara-gara hand sanitizer. (Kredit: 7news).

Suara.com - Warga negara Indonesia (WNI) di Australia, Harry Sumantri harus menderita retak tulang tengkorak dan patah tangan setelah berkelahi dengan temannya gara-gara hand sanitizer.

Menyadur 7News, Harry menderita berbagai luka setelah temannya, Kevin Arden, menyerangnya menggunakan palu.

"Aku mencoba berteriak, 'Tolong, seseorang ingin membunuhku!'" kata Harry Sumantri dikutip dari 7News, Kamis (4/6/2020).

"Setelah satu menit, rasanya ada 20 pukulan mendarat di kepala saya. Saya coba keluar dari kamar, namun dia menghalangi."

Harry yang kekinian telah dibawa ke Rumah Sakit St. Vincent, mengatakan aksi brutal itu bermula selepas dia menagih hutang kepada sebesar USD 52 ribu atau sekitar Rp 737 juta.

Uang sebanyak itu digunakan Adern untuk berinvestasi dalam penjualan hand sanitizer yang rencananya bakal dipasarkan di Indonesia.

"Tanggal jatuh tempo adalah Senin lalu, tapi kemudian dia selalu berkata, 'Oke, besok'," jelas Harry.

Pria 26 tahun itu tak menyangka respons Adern setelah ditagih hutang begitu buruk. Pasalnya, dia dan Arden adalah teman baik yang telah berbagi apartemen selama lebih dari dua tahun.

"Aku masih tidak percaya ini karena kami adalah teman baik," jelas Harry.

baca juga

Harry sendiri beruntung tidak kehilangan nyawa akibat serangan tersebut. Pada saat kejadian, salah satu temannya mendengar keributan dan berhasil menolong Harry.

"Ketika saya melihat darah di sana, saya berlari cepat ke arah pintu kamar. Kemudian saya mendorong pintu dengan tubuh saya. Pada awalnya sulit, sehingga saya butuh mencoba sekitar mungkin lima kali," jelas teman Harry.

Arden (26) sendiri kekinian telah ditangkap dan dibawa ke Rumah Sakit Royal Prince ALfred. Pihak kepolisian menuduhnya telah menyebabkan cedera atau luka serius dengan niat membunuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Terancam Resesi Imbas Hantaman Covid-19 Hingga Bencana Kebakaran

Australia Terancam Resesi Imbas Hantaman Covid-19 Hingga Bencana Kebakaran

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2020 | 07:03 WIB

China Masih Selidiki Kasus Pelarungan Jenazah ABK WNI di Perairan Somalia

China Masih Selidiki Kasus Pelarungan Jenazah ABK WNI di Perairan Somalia

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 17:32 WIB

Mirip Floyd, Polisi Australia 'Jatuhkan' Remaja saat Penangkapan

Mirip Floyd, Polisi Australia 'Jatuhkan' Remaja saat Penangkapan

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 16:32 WIB

Hancurkan Gua Aborigin Berumur 46 Ribu Tahun, Perusahaan Tambang Minta Maaf

Hancurkan Gua Aborigin Berumur 46 Ribu Tahun, Perusahaan Tambang Minta Maaf

News | Senin, 01 Juni 2020 | 16:26 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×