Hancurkan Gua Aborigin Berumur 46 Ribu Tahun, Perusahaan Tambang Minta Maaf

Dany Garjito, Rima Suliastini

Senin, 01 Juni 2020 | 16:26 WIB
Hancurkan Gua Aborigin Berumur 46 Ribu Tahun, Perusahaan Tambang Minta Maaf
Ilustrasi Pertambangan (pixabay/pixel2013)

Suara.com - Perusahaan tambang asal Inggris, Rio Tinto meledakkan gua suku Aborigin berumur 46 ribu tahun saat memperluas proyek bijih besi. Menyadur BBC pada Senin (01/06/2020), pihak Rio Tinto langsung minta maaf atas kesalahan yang mereka buat.

"Kami mohon maaf atas kesusahan yang telah kami sebabkan. Kami memberi hormat kepada Puutu Kunti Kurrama dan Orang Pinikura (PKKP)," kata Chris Salisbury, kepala eksekutif bijih besi perusahaan.

"Kami akan terus bekerja dengan PKKP untuk belajar dari apa yang telah terjadi dan memperkuat kemitraan kami. Sebagai hal yang mendesak, kami sedang meninjau rencana semua situs lain di daerah Juukan Gorge," katanya.

Ada banyak barang bersejarah di dalam gua Aborigin tersebut, di antaranya artefak berupa sabuk yang terbuat dari rambut manusia. Tentu saja hancurnya gua berusia puluhan ribu tahun mengejutkan pihak PKKP sebagai pemilik situs tradisional tersebut.

"Ada beberapa situs Aborigin yang dikenal di Australia yang setua ini... Pentingnya tidak bisa diremehkan," kata perwakilan PKKP, John Ashburton.

"Rakyat kami sangat sedih dengan penghancuran tempat-tempat perlindungan batu ini dan berduka karena kehilangan hubungan dengan leluhur kami dan juga tanah kami," lanjutnya.

Ilustrasi suku aborigin. (shutterstock)
Ilustrasi suku aborigin. (shutterstock)

Menteri Urusan Adat Australia Ken Wyatt, yang merupakan suku Aborigin mengatakan "tidak dapat memahami" mengapa ledakan itu berlanjut, tapi ia juga menambahkan itu merupakan "kesalahan asli".

"Hukum negara telah gagal dalam hal ini," katanya.

Sementara itu, pihak perusahaan tambang Rio Tinto mengakui kesalahannya dan berkata pengelolaan warisan Australia Barat perlu ditinjau kembali.

baca juga

"Hari ini kami juga mengakui bahwa diperlukan tinjauan sehubungan dengan pengelolaan warisan di Australia Barat secara lebih luas," kata Salisbury.

Selain kaya akan bijih besi, raksasa Anglo-Australian ini juga mengandung bahan tambang lain yang membuatnya dilirik banyak perusahaan tambang, seperti bauksit untuk aluminium, berlian dan uranium.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taman Nasional Kakadu Jadi Rumah Suku Aborigin, Tertarik Eksplore?

Taman Nasional Kakadu Jadi Rumah Suku Aborigin, Tertarik Eksplore?

Lifestyle | Kamis, 07 Februari 2019 | 21:20 WIB

Orang Papua dan Aborigin Berpisah 37.000 Tahun Lalu

Orang Papua dan Aborigin Berpisah 37.000 Tahun Lalu

Tekno | Kamis, 09 Maret 2017 | 07:40 WIB

Kemiskinan Membuat Gadis 10 Tahun Suku Aborigin Bunuh Diri

Kemiskinan Membuat Gadis 10 Tahun Suku Aborigin Bunuh Diri

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 05:48 WIB

Terkini

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:09 WIB

×