Dapat Petunjuk! Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia: Namanya Sartem

Reza Gunadha, Rifan Aditya

Kamis, 04 Juni 2020 | 17:52 WIB
Dapat Petunjuk! Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia: Namanya Sartem
William, pemuda Taiwan cari pengasuhnya dari Indonesia (Facebook dan Instagram)

Suara.com - William Jan (27), pemuda Taiwan cari pengasuhnya dari Indonesia mendapat petunjuk. Ia mendapatkan nama pengasuhnya yang telah hilang kontak selama 17 tahun.

Awalnya, William mengenal pengasuhnya dengan nama panggilan E-DAM. Namun setelah menemukan paspor E-DAM yang tertinggal, pemuda itu mendapatkan petunjuk penting.

"Karena E-DAM dikirim kembali ke China, pada saat itu, paspor E-DAM ditinggalkan di kamar kakak saya," kata William disadur Suara.com dari rti.org.tw, Kamis (4/6/2020).

Saat ditanya wartawan, apakah ada informasi penting di paspor pengasuhnya, William agak ragu.

"Saya tidak yakin apakah nama dan tanggal lahirnya benar, tetapi sidik jari di sana tidak boleh palsu," ucap pria yang telah berkeluarga tahun ini.

Ia menjelaskan bahwa paspor tersebut berisi nama lengkap pengasuhnya.

"Dia (E-DAM) memberi tahu saya bahwa namanya Sartem," kata William.

Kerinduan William kepada sosok pengasuhnya membuat pria itu selalu mengucapkan doa setiap dirinya ulang tahun agar bertemu Sartem.

BACA JUGA: Dulu Pisahnya Tinggalkan Luka, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia

baca juga

William hanya memiliki dua foto dengan Sartem. Salah satunya ketika pengasuhnya sebelum kembali ke Indonesia.

Foto itu diambil oleh ibu teman sekelas William. Belum sempat foto itu dicetak, Sartem sudah lebih dulu pulang ke Indonesia tanpa sepengatahuan William.

Ia tidak punya kesempatan memberikan foto tersebut kepada Sartem.

Lalu pada Hari Ibu, William mengunggah dua foto Facebook dan menulis harapannya bertemu dengan pengasuhnya.

William, pemuda Taiwan cari pengasuhnya dari Indonesia (Facebook dan Instagram)
William, pemuda Taiwan cari pengasuhnya dari Indonesia (Facebook dan Instagram)

Kesedihan atas perpisahan dengan Sartem, membuat William tidak ingin anak-anaknya kelak diasuh oleh seseorang. Ia pun membuat kesepakatan dengan istrinya.

"Saya mengatakan kepada istri saya bahwa kami tidak akan menyewa pengasuh anak di masa depan, karena saya tidak ingin anak saya memiliki trauma seperti saya," ucap William.

Ia menambahkan, "Saya juga memiliki kesepakan dengan istri saya agar tidak bercerai, karena akan merugikan anak-anak."

Trauma yang dialami William ketika berpisah dengan pengasuhnya menjadi bayang-bayang kesedihan. Akibatnya, ia sampai membutuhkan bimbingan psikologis.

"Setelah itu, saya kerap mengikuti kelas bimbingan psikologis, karena rasa yang ada sangat amat besar, bagaikan hati yang dikorek sebagian," kata William.

Ia menambahkan, "Bahkan saat menonton film, ada bagian yang menunjukkan perpisahan, maka emosional saya juga menjadi naik, meneteskan air mata dan kadang tidak dapat terbendung."

BACA JUGA: Pemuda Taiwan Cari Pengasuhnya yang dari Indonesia, Hilang Kontak 17 Tahun

William (tengah) bersama pengasuhnya dari Indonesia, asik perempuannya (kiri) dan kakek neneknya (kanan) (Dok William)
William (tengah) bersama pengasuhnya dari Indonesia, asik perempuannya (kiri) dan kakek neneknya (kanan) (Dok William)

Setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun, William Jan barulah dapat memahami alasan mengapa E-DAM pulang kembali ke negaranya.

Ia menjelaskan bahwa ibunya sendiri merupakan keturuan Tionghoa Indonesia.

Setelah dirinya dilahirkan, nenek William Jan yang berada di Indonesia mengatur E-DAM untuk ke Taiwan dan merawat dirinya. Tanpa terasa, waktu bergulir hampir mencapai 10 tahun, dan kemudian E-DAM kembali ke tanah air.

Saat itu, William Jan berpikir jika E-DAM mungkin tidak mendapatkan upah gaji, dan membantu melaporkannya kepada instansi terkait. Sehingga berakhir dengan pemulangan E-DAM ke Indonesia.

Memakai dua lembar foto E-DAM yang dimilikinya, William berharap suatu hari dapat bertemu kembali dengan pengasuhnya.

Ia semakin optimis hal itu dapat terwujud ketika mengetahui ada kasus penemuan yang berhasil beberapa waktu lalu, yakni gadis asal Taipei, Taiwan, yang bertemu pengasuhnya dari Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakitnya Ditinggal Tanpa Pamit, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia

Sakitnya Ditinggal Tanpa Pamit, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 09:05 WIB

Dulu Pisahnya Tinggalkan Luka, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia

Dulu Pisahnya Tinggalkan Luka, Pria Taiwan Cari Pengasuhnya dari Indonesia

News | Rabu, 03 Juni 2020 | 13:00 WIB

Pemuda Taiwan Cari Pengasuhnya yang dari Indonesia, Hilang Kontak 17 Tahun

Pemuda Taiwan Cari Pengasuhnya yang dari Indonesia, Hilang Kontak 17 Tahun

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 22:25 WIB

Viral Gadis Taipei Cari Pengasuhnya dari Indonesia, Ini Kelanjutan Kisahnya

Viral Gadis Taipei Cari Pengasuhnya dari Indonesia, Ini Kelanjutan Kisahnya

Video | Minggu, 10 Mei 2020 | 14:30 WIB

Surat Gadis Taipei kepada Pengasuhnya dari Indonesia: Dia Seperti Ibu Kedua

Surat Gadis Taipei kepada Pengasuhnya dari Indonesia: Dia Seperti Ibu Kedua

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 07:35 WIB

Terkini

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:34 WIB

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:30 WIB

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

Riau | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:27 WIB

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:14 WIB

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang

Jatim | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:00 WIB

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

×