Array

Pengobatan dan Terapi Saraf Kejepit, Siti Merasa Terbantu BPJS Kesehatan

Jum'at, 05 Juni 2020 | 11:18 WIB
Pengobatan dan Terapi Saraf Kejepit, Siti Merasa Terbantu BPJS Kesehatan
Siti Rofikoh (39), salah satu peserta JKN-KIS. (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - Sejak diselenggarakan pada 2014, sudah banyak orang yang memanfaatkan layanan ini untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik dan menjaga kualitas hidup sehatnya. Siti Rofikoh (39) adalah salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah merasakan manfaat hadirnya program ini.

Siti menggunakan JKN-KIS untuk berobat atas keluhan Herniasi Nucleus Pulposus (HNP), atau biasa yang sering disebut saraf terjepit. Siti mengaku pertama kali merasakan keluhannya berupa nyeri, disertai dengan kesemutan yang tidak kunjung hilang pada kakinya.

“Saat itu, tiba-tiba saya merasakan nyeri yang hilang timbul namun tidak kunjung berhenti, yang disertai dengan kesemutan dan membuat kaki saya sulit untuk digerakkan. Akhirnya saya dibantu oleh anak saya ke dokter, dan setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa saya mengalami saraf terjepit,” katanya.

HNP atau saraf terjepit merupakan suatu kondisi, dimana saraf tertekan oleh bagian di sekitarnya. Jika tidak ditindaklanjuti dengan serius, maka dapat berdampak pada jaringan lunak, atau pelindung di sekitar saraf mengalami kerusakan atau pecah.

Hal ini akan menyebabkan pembekakan dan tekanan yang ekstra, dan bila terjadi terus-menerus, tentu saja saraf bisa mengalami kerusakan secara permanen.

“Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter, beruntung saya segera mengambil tindakan untuk periksa. Tentu saja saya tidak pikir panjang untuk berobat, karena saya telah memiliki JKN-KIS. Biaya berobat saya akan dijamin oleh JKN-KIS. Setelah kontrol, saya dianjurkan oleh dokter untuk melakukan kontrol dan terapi di rumah sakit,” tambah Siti.

Ia pun menjelaskan, ia harusnya rutin seminggu sekali melakukan terapi di rumah sakit, agar sakit saraf yang dialami bisa segera membaik. Selama melakukan terapi,  ia berbekal JKN-KIS, sehingga tidak ada biaya yang harus ditanggungnya selama menjalani pengobatan.

“Harus seminggu sekali rutin terapi ke rumah sakit, dan Alhamdulillah, selama pengobatan, saya selalu menggunakan JKN-KIS dan biaya pelayanan sepenuhnya ditanggung oleh program ini. Pelayanan yang saya terima pun sudah baik, karena saya selalu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan prosedurnya pun tidak bikin repot. Sungguh program ini telah banyak membantu saya,” tutup Siti.

Baca Juga: Alhamdulillah! 150 Pasien Corona di RS Pulau Galang 100 Persen Sembuh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI