Tak Perlu ke Amerika, ULWMP: Sebut 4 Aktor yang Lakukan Rasisme ke Papua

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 08 Juni 2020 | 00:30 WIB
Tak Perlu ke Amerika, ULWMP: Sebut 4 Aktor yang Lakukan Rasisme ke Papua
Ilustrasi rasisme. (Shutterstock)

Suara.com - Direktur Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULWMP) Markus Haluk menyatakan tindakan rasisme masih terjadi sampai saat ini kepada warga Papua. Karena itu, dia menyebut masyarakat tak perlu jauh-jauh pergi ke Amerika untuk bisa melihat tindakan rasisme.

Diketahui di Amerika saat ini sedang memanas karena adanya tindakan rasisme yang dilakukan seorang polisi kulit putih kepada pria kulit hitam bernama George Floyd. Kejadian ini memicu kerusuhan di negara paman Sam itu karena membuka luka lama rasisme terhadap kulit hitam.

Markus mengatakan, tindakan rasisme ini dilakukan secara terstruktur dan terencana atau disebutnya politik rasisme. Karena itu tindakan ini, kata Markus, bertahan sampai 57 tahun.

"Rasisme itu masih terjadi hari ini dan di sini. Jangan lihat Amerika, jangan di tempat lain, tapi di abad seperti ini, selama 57 tahun itu secara kontinyu," ujar Markus dalam diskusi yang digelar Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan disiarkan melalui akun youtubenya, Minggu (7/6/2020).

Markus mengatakan, politik rasisme ini dilakukan oleh setidaknya empat aktor. Di antaranya adalah pemerintah, aparat keamanan, perusahaan nasional-multinasional dan terakhir adalah rakyat Indonesia itu sendiri.

Pemerintah disebutnya melakukan berbagai kebijakan dan aturan yang kerap merugikan warga Papua. Lalu aparat hukum yang terdiri dari polisi, TNI, Jaksa, dan hakim melanggengkan perbuatan rasis itu.

Lalu perusahaan itu mengambil segala keuntungan untuk sendiri. Lalu terakhir rakyat Indonesia yang secara sadar membuat stigma bahwa orang Papua berbeda dengan warga Indonesia lain.

"Lalu ada kelompok organisasi sipil, ormas juga terlibat. polisi dsn militer juga melihat. jadi sempurna politik rasisme," jelasnya.

Ia mengambil salah satu contoh kejadian di Surabaya tahun lalu ketika aparat meneriaki mahasiswa Papua dengan sebutan binatang. Para pelaku yang membuat kejadian sampai berujung kerusuhan di Papua ini tidak diberikan sanksi tegas.

baca juga

Selanjutnya, ada juga tuntutan yang diberikan jaksa terhadap tujuh orang Papua baru-baru ini. Padahal mereka dianggap sebagai pahlawan rasisme oleh warga Papua.

"Bagi orang Papua hal semacam ini kami tidak kaget, itu biasa. Hukum diciptakan, praktek itu bertahun-tahun kami alami dari 1963 sampai hari ini," tuturnya.

Markus menilai Bangsa Papua saat ini sudah tak lagi percaya dengan Indoenesia. Mereka, kata Markus, meyakini sudah tak ada masa depan di Indonesia.

"Bangsa Papua bukan pemilik tanah, di waktu yang sama dilakukan berbagai tindakan supaya bagaimana tanah itu menjadi masa depan pemerintahan indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktivis: Kasus George Floyd di AS Tak Beda Jauh dengan Rasisme Papua

Aktivis: Kasus George Floyd di AS Tak Beda Jauh dengan Rasisme Papua

News | Senin, 01 Juni 2020 | 07:55 WIB

Sempat Pulang karena Isu Rasisme, Pelajar Papua Ini Balik Lagi ke Semarang

Sempat Pulang karena Isu Rasisme, Pelajar Papua Ini Balik Lagi ke Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 15 November 2019 | 20:37 WIB

Media Asing Soroti 20 Korban Tewas Kerusuhan di Papua

Media Asing Soroti 20 Korban Tewas Kerusuhan di Papua

News | Selasa, 24 September 2019 | 11:10 WIB

Universitas Cenderawasih Papua Membara, 3 Mahasiswa dan 1 TNI Tewas

Universitas Cenderawasih Papua Membara, 3 Mahasiswa dan 1 TNI Tewas

News | Senin, 23 September 2019 | 14:50 WIB

Pasca Insiden Ujaran Rasial, Dua Ribuan Lebih Mahasiswa Papua Kembali

Pasca Insiden Ujaran Rasial, Dua Ribuan Lebih Mahasiswa Papua Kembali

News | Selasa, 17 September 2019 | 13:10 WIB

GMKI Minta Pemerintah Bangun Monumen Anti Rasisme di Papua

GMKI Minta Pemerintah Bangun Monumen Anti Rasisme di Papua

News | Rabu, 11 September 2019 | 10:25 WIB

Terkini

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:27 WIB

5 Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Daily Run, Nyaman Dipakai Latihan Setiap Hari

5 Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Daily Run, Nyaman Dipakai Latihan Setiap Hari

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:26 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih di Papua Berisiko Mubazir

DPR Ingatkan Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih di Papua Berisiko Mubazir

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:23 WIB

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.623.000/Gram

Jangan Beli Dulu, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp2.623.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:22 WIB

5 Tablet Android Murah dengan Stylus Pen untuk Catat Materi Kuliah, Praktis buat Mahasiswa

5 Tablet Android Murah dengan Stylus Pen untuk Catat Materi Kuliah, Praktis buat Mahasiswa

Tekno | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:20 WIB

Mengapa Koruptor Pindah ke Emas? Saatnya AI Mengendus Brankas Tersembunyi

Mengapa Koruptor Pindah ke Emas? Saatnya AI Mengendus Brankas Tersembunyi

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:14 WIB

Duaarrr! Rudal Iran Hancurkan 3 Jet Tempur F-35 AS di Pangkalan Al-Azraq Yordania

Duaarrr! Rudal Iran Hancurkan 3 Jet Tempur F-35 AS di Pangkalan Al-Azraq Yordania

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:13 WIB

3 HP All-Rounder Terbaik Pilihan David GadgetIn, Performa Jempolan

3 HP All-Rounder Terbaik Pilihan David GadgetIn, Performa Jempolan

Tekno | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:10 WIB

Penggunaan Charger Motor Listrik ALVA Catatkan Lonjakan Tiga Kali Lipat

Penggunaan Charger Motor Listrik ALVA Catatkan Lonjakan Tiga Kali Lipat

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:05 WIB

DPR dan Pemerintah Jangan Akali Konstitusi: Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2027!

DPR dan Pemerintah Jangan Akali Konstitusi: Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2027!

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:01 WIB

×