Donald Trump Dikritik Jangan Terlalu Sering 'Nge-tweet'

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 08 Juni 2020 | 08:32 WIB
Donald Trump Dikritik Jangan Terlalu Sering 'Nge-tweet'
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Shutterstock]

Suara.com - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Condoleezza Rice mendesak Presiden Trump untuk berhenti sejenak dari Twitter dan fokus pada penanganan aksi protes yang dilakukan oleh rakyatnya.

Menyadur CBS News, Senin (8/6/2020), Condoleezza Rice menyarankan Presiden Trump untuk lebih berfokus pada dialog dengan rakyat Amerika Serikat daripada menyampaikan pendapat di Twitter yang dapat menimbulkan perpecahan.

"Saya tidak menasihati presiden, tetapi jika saya di posisinya, saya akan mengatakan mari kesampingkan tweeting sebentar dan berdialoglah dengan masyarakat. Dan saya pikir kita membutuhkan itu, saya pikir dia bisa melakukannya." ujar Rice dikutip dari CBS News.

Trump mendapatkan kritik karena retorikanya terhadap para pengunjuk rasa yang berpartisipasi dalam aksi demonstrasi setelah kematian George Floyd di Minneapolis.

Presiden menyebut para demonstran di Minneapolis sebagai "penjahat". Ia juga menuliskan pada akun Twitter-nya "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai," yang ditandai oleh Twitter sebagai "memuliakan kekerasan."

Rice juga mendesak Presiden Trump untuk berpikir dua kali sebelum membuat komentar terutama di media sosial Twitter.

"Jadi pikirkan konteks sejarah sebelum Anda mengatakan sesuatu, karena itu bisa menimbulkan luka yang dalam," katanya tentang presiden.

"Saya tidak menasihati presiden. Tetapi, Anda tahu, sayangnya, menyampaikan pendapat di Twitter bukanlah cara yang bagus untuk pemikiran yang kompleks, untuk pesan yang kompleks. Ketika presiden berbicara, harus dari tempat yang bisa dijangkau oleh semua orang." tambahnya.

Rice mengatakan anjuran tersebut tidak hanya untuk Trump, tetapi juga untuk para pemimpin kongres, negara bagian dan lokal.

baca juga

"Para pemimpin pada titik ini perlu melakukan segala sesuatu yang dapat mereka lakukan untuk mengatasi situasi saat ini, bukan membuat perpecahan," katanya.

Condoleezza Rice mengatakan sekarang adalah waktunya bagi setiap warga di Amerika Serikat untuk berbicara soal persatuan. "Kita harus menyadari bagaimana kita menggambarkan perbedaan-perbedaan kita, bagaimana kita mengatasi perbedaan-perbedaan kita, dan terutama bagaimana kita mengatasi satu sama lain dengan empati." pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berhiaskan Ratusan iPhone, Pagar Rumah Sultan Ini Bikin Geger Warganet

Berhiaskan Ratusan iPhone, Pagar Rumah Sultan Ini Bikin Geger Warganet

Tekno | Minggu, 07 Juni 2020 | 17:48 WIB

Viral Kerbau Nyangkut di Selokan, Netizen: Mau Ditolong Malah Nyeruduk

Viral Kerbau Nyangkut di Selokan, Netizen: Mau Ditolong Malah Nyeruduk

Jogja | Minggu, 07 Juni 2020 | 16:35 WIB

Jerinx Klarifikasi Laporan Polisi, Istri Tegur Akun Palsu Suaminya

Jerinx Klarifikasi Laporan Polisi, Istri Tegur Akun Palsu Suaminya

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2020 | 11:31 WIB

Terkini

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:31 WIB

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:14 WIB

Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend

Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 11:06 WIB

Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital

Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:57 WIB

Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang

Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:56 WIB

HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan

HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:48 WIB

Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:56 WIB

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

×