Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pesantren Lebih Aman Dibuka Ketimbang Sekolah

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 08 Juni 2020 | 19:44 WIB
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pesantren Lebih Aman Dibuka Ketimbang Sekolah
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Senin (8/6/2020). [Dokumentasi KIP-Setwapres]

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin menyatakan jika lingkungan pendidikan pesantren lebih aman dibuka saat tatanan hidup baru atau New Normal ketimbang sekolah. Namun dengan catatan, setiap pesantren mesti menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar tidak menjadi kluster baru penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Maruf menjelaskan, sekolah lebih rentan dibuka di tengah New Normal karena para murid, guru ataupun pegawai tidak hanya mengunjungi satu tempat saja.

Dia mencontohkan, siswa akan pergi ke sekolah dari rumahnya menggunakan transportasi pribadi ataupun umum. Pasti mereka akan bertemu dengan orang lain. Kemudian sampai di sekolah mereka pun akan bertemu dengan siswa lainnya yang juga berasal dari daerah berbeda.

Aktivitas seperti itu dikhawatirkan akan mengancam anak ketika sekolah dibuka saat ini. Berbeda lagi dengan pesantren yang menjalankan sistem sekolah dengan tinggal di asrama.

Lebih lanjut, Maruf mengemukakan protokol kesehatannya sudah ditata dengan baik, maka siswa atau santri harus menjalani tes kesehatan terlebih dahulu sebelum masuk pesantren untuk waktu yang cukup lama. Setelah itu kunjungan dari luar pun harus dibatasi.

"Sebenarnya pesantren lebih aman. Tetapi memang harus disiapkan. Jangan begitu datang tanpa ada pemeriksaan, ada tamu masuk. Itu yang harus dijaga," kata Maruf dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual pada Senin (8/6/2020).

Berbicara soal sekolah, Maruf menyebut kalau pemerintah masih menggodok kapan dan bagaimana apabila sekolah dibuka usai ditutup hampir tiga bulan lebih karena adanya pandemi Covid-19.

Maruf tidak memungkiri apabila belajar dari rumah tidak berjalan begitu mulus dengan berbagai kendala, khususnya karena akses internet yang belum merata di seluruh daerah di Indonesia.

Seandainya sekolah dibuka, maka harus dipertimbangkan sesuai dengan masing-masing zona di daerah. Zona yang paling memungkinkan ialah zona hijau karena anak-anak akan dinyatakan aman untuk bersekolah.

baca juga

Ini masih digodok ya. Karena belajar online tidak optimal, semua daerah kita juga belum hijau padahal yang disepakati yang paling aman untuk dibuka itu daerah hijau saja," ujarnya.

"Yang kuning dan oranye, apalagi merah itu tak dipertimbangkan untuk dibuka. Itulah perbedaan karakter di sekolah dan pesantren."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkantoran Dibuka Hari Ini, Pemprov DKI Belum Mau Sidak Protokol Corona

Perkantoran Dibuka Hari Ini, Pemprov DKI Belum Mau Sidak Protokol Corona

News | Senin, 08 Juni 2020 | 19:34 WIB

Ketua Gugus Tugas Serahkan Penerapan New Normal Kepada Kepala Daerah

Ketua Gugus Tugas Serahkan Penerapan New Normal Kepada Kepala Daerah

News | Senin, 08 Juni 2020 | 19:29 WIB

Wapres Ma'ruf: Masyarakat yang Bandel Saat New Normal Harus Ditegur

Wapres Ma'ruf: Masyarakat yang Bandel Saat New Normal Harus Ditegur

News | Senin, 08 Juni 2020 | 19:20 WIB

DKI Jakarta akan Terapkan New Normal, Sekjen AIMI: Rumah Sakit Belum Siap

DKI Jakarta akan Terapkan New Normal, Sekjen AIMI: Rumah Sakit Belum Siap

News | Senin, 08 Juni 2020 | 18:53 WIB

Ma'ruf: Pemerintah Akan Bantu Pesantren Beroperasi di Tengah New Normal

Ma'ruf: Pemerintah Akan Bantu Pesantren Beroperasi di Tengah New Normal

News | Senin, 08 Juni 2020 | 18:00 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×