Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 di Mumbai Capai 51 Ribu

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 10 Juni 2020 | 18:13 WIB
Longgarkan Lockdown, Kasus Covid-19 di Mumbai Capai 51 Ribu
Seorang dokter melakukan tes swab virus Corona Covid-19 terhadap warga pemukiman kumuh di Dharavi, Mumbai, India, Kamis (16/4/2020). [AFP/Indranil Mukherjee]

Suara.com - Kasus virus corona di Mumbai, India, menyentuh angka 51 ribu selepas dilonggarkannya lockdown selama beberapa hari. Jumlah ini disebutkan menyalip total infeksi yang ada di Wuhan.

Menyadur BBC, Rabu (10/6/2020), lonjakan kasus mulai muncul sejak pemerintah memutuskan untuk melonggarkan pembatasan skala nasional yang telah diterapkan selama tiga bulan guna menekan sebaran virus.

Sementara di negara bagian Maharashtra, tempat Mumbai berada, total kasus infeksi virus corona mencapai 90 ribu.

Serupa, lonjakan kasus juga terjadi Delhi. Pihak berwenang bahkan memperkirakan infeksi akan meningkat menjadi lebih dari setengah juta kasus hingga akhir Juli nanti.

Kendati pelonggaran pembatasan berujung pada naiknya kasus infeksi, namun para ahli mengatakan tidak ada pilihan lain. Pasalnya, ekonomi India saat ini benar-benar terpuruk dihantam pandemi.

Kuncian ketat di India membuat jutaan orang dilaporkan telah kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian, bisnis-bisnis tutup, hingga banyaknya pekerja migran yang nekat pulang kampung dengan berjalan kaki karena takut tak akan bisa bertahan di kota tanpa pekerjaan.

Pemerintah pun mulai mencabut lockdown skala nasional dan melonggarkan sejumlah pembatasan, termasuk diizinkannya bisnis seperti toko dan pasar, serta transportasi untuk beroperasi kembali.

Paling anyar, pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan perkantoran juga diperbolehkan buka kembali mulai Senin (8/6) lalu.

Para ahli juga menyorot keterlambatan pemerintah mengetahui lonjakan jumlah infeksi karena kurangnya frekuensi pengujian di negara tersebut.

baca juga

Melonjaknya infeksi virus corona membawa India ke posisi peringkat enam negara dengan kasus Covid-19 tertinggi. Adapun total kasus sejauh ini mencapai 276.583 dengan 7.745 kematian, berdasarkan laporan Worldometers.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian Kesehatan India Prediksi Corona Berakhir September Mendatang

Kementerian Kesehatan India Prediksi Corona Berakhir September Mendatang

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 19:18 WIB

Longgarkan Lockdown, Kasus Corona di India Meningkat 10 Ribu dalam 24 Jam

Longgarkan Lockdown, Kasus Corona di India Meningkat 10 Ribu dalam 24 Jam

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 14:51 WIB

Jumlah Kasus Tembus 230 Ribu, India Salip Italia dalam Kasus Covid-19

Jumlah Kasus Tembus 230 Ribu, India Salip Italia dalam Kasus Covid-19

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 13:45 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×